Fajar


 Breaking News

Terjerumus Prostitusi, Wanita ABG Enrekang Dikirim ke Makassar

AN (kanan) saat dipertemukan dengan ibunya di KP2AM Enrekang, Senin (6/2/2017). (FOTO: IMAM RAHMANTO/FAJAR)

FAJARONLINE.COM,ENREKANG - Dinas Sosial (Dinsos) Enrekang siap merehabilitasi pelaku prostitusi di bawah umur. Salah satunya, AN (16), yang bakal dikirim ke Panti Sosial Marsudin Putra (PSMP) Makassar.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak, Fatimah Mobbo menjelaskan, rehabilitasi tersebut untuk memperbaiki perilaku AN yang juga bermasalah dengan keluarganya. Di sana, lanjut Fatimah, mereka akan diberikan pemahaman sosial dan keterampilan kerja agar mandiri.

"Itu salah satu opsi yang lebih baik, dibanding harus diamankan pihak kepolisian. Apalagi dia juga tergolong masih di bawah umur dan ternyata sudah sering melakukan hubungan di luar nikah," ujar staf Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) ini.

Pihak Dinsos telah menemui AN di kantor Komunitas Permerhati Perempuan dan Anak Massenrempulu (KP2AM), kemarin. AN dititipkan bersama temannya, M (20). Keduanya sementara menjalani pemeriksaan dari Dinsos dan Dinas Satpol PP.

Sebelumnya, AN kedapatan berpesta minuman keras (miras) bersama M di salah satu rumah kost Enrekang. Setelah ditelusuri, gadis putus sekolah itu ternyata kerap menjalani transaksi seks. Beberapa oknum karyawan di Enrekang disebut-sebut AN pernah melakukan hubungan haram dengannya.

Orang tua AN, ML (38) pun pasrah jika anaknya harus dibawa ke Makassar. Pasalnya, ia sendiri mengaku sudah tak tahan lagi mengawasi perilaku anaknya yang sudah berpisah tempat tinggal karena memilih indekos, sekira dua bulan. Tak jarang, ia juga terlibat adu mulut dengan anak keduanya itu.

"Kalau memang itu lebih bagus, ya tidak apa-apa. Saya berharap dia bisa berubah," isaknya saat dipertemukan dengan AN.

Sementara M dikembalikan ke keluarganya di Kecamatan Maiwa. Perempuan beranak satu itu hanya mendapatkan peringatan dari Dinas Satpol PP karena ikut berpesta bersama AN. Meski begitu, ia masih wajib menjalani pengawasan dari pihak Dinsos Enrekang. (mam)

Berita Terkait