Fajar


 Breaking News

Pasien Menumpuk, Dewan Tunggu Ketegasan BPJS dan Dinkes

Marzuki Wadeng. (Foto: Fahril/Fajar)

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Persoalan jenjang rujukan menjadi salah satu faktor bertumpuknya pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo. Hingga saat ini belum ada ketegasan dari pemerintah provinsi.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Marzuki Wadeng mengatakan, pemprov mesti kembali membuat regulasinya. Sebab, Pergub Nomor 15 Tahun 2008 tentang sistem rujukan sudah tidak berlaku lagi sejak BPJS Kesehatan diberlakukan.

"Seharusnya, sudah ada ketegasan BPJS. Tidak boleh membiarkan pasien terlantar. Dinkes (dinas kesehatan) dan BPJS harusnya duduk bersama," kata dia, Selasa, 21 Februari.

Pasien, kata dia, tidak boleh dijanji-janji. Apalagi, pasien yang asalnya dari luar kota. "Ada yang sampai 10 hari dijanji. Mereka harus numpang dulu di tempat lain. Akhirnya, mengeluarkan biaya lagi," ujar Marzuki.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, jenjang rujukan harus dievaluasi dari rumah sakit tipe B hingga turun ke pemberi pelayanan kesehatan tingkat I. Puskesmas terkadang memberi rujukan langsung ke rumah sakit tipe A. (mg12)

 

Berita Terkait