Fajar


 Breaking News

Kembali ke Alam, Kembali ke Herbal

Ilustrasi


FAJARONLINE.COM---Novelis Prancis, Honoré de Balzac, pada buku romannya berjudul Voyage de Paris a Java (Perjalanan dari Paris ke Jawa) menulis, “Saya akui bahwa untuk Eropa, apalagi untuk seorang penyair, benua apa pun tidak mungkin senikmat Pulau Jawa."

Pada abad ke-19, bagi masyarakat dunia, istilah Jawa adalah penyebutan untuk kawasan Nusantara, yang kini kita sebut Indonesia. Balzac menulis roman itu tahun 1832, masa ketika para cendekiawan Prancis mulai mencari sumber impian baru di dunia Timur.

Vie colorée, kata Balzac, atau kehidupan yang penuh warna-warni, bisa didapatkan di bumi Nusantara. Dengan gairah romantik—khas masa itu—Balzac menulis, "Orang yang sudah jenuh semestinya pergi semua ke Jawa, di sana akan mereka temukan sebuah kehidupan yang berwarna-warni. Eropa tidak berdaya. Hanya Asia dan Tuhan mampu menciptakan kenikmatan itu, yang tidak tertuliskan dengan kata-kata. Berbahagialah orang yang tinggal di Jawa."

Kita tidak hendak membahas roman itu. Kita sedang membahas bumi Nusantara yang penuh warna-warni, yang oleh Plato (427—347 SM) dalam dua catatannya, Timaus dan Critias, digambarkan sebagai kehidupan di kepulauan besar yang melampaui peradaban tinggi. Hal itu pula, oleh Arysio Nunes dos Santos kemudian disebutnya sebagai benua Atlantis yang hilang.

Iya, benua yang hilang itu kini masih menyisakan bukti-bukti alamiahnya: kekayaan alam yang luar biasa, tak saja keindahannya tapi juga tetumbuhan yang berkhasiat bagi tubuh manusia, herbal. Kalau Balzac mengatakan bahwa orang yang sudah jenuh semestinya pergi ke Jawa, kembali ke alam, maka setelah kejenuhan hilang siapa pun bisa mencoba kedahsyatan herbal bagi kesehatan tubuhnya.

Ada tanaman yang mengandung zat spilanthol, zat antioksidan, antibakteri, dan diuretik (menambah kecepatan pembentukan urine dan peluruh air seni), yang bisa meningkatkan vitalitasnya seseorang. Ada pula tetumbuhan yang mengandung zat anisketon, berfungsi sebagai penambah semangat dan pereda rasa lelah, juga zat nigellon (antihistamin yang berfungsi untuk menghambat kejang pada otot dan spasma pada saluran pernapasan).

Kini, zat-zat itu ada pada produk kemasan yang diberi nama Vitaplas, ramuan herbal yang diproduksi melalui proses ekstraksi dengan teknologi tinggi. Berbeda dengan produk farmasi yang memberi efek langsung setelah dikonsumsi, produk herbal harus dikosumsi secara teratur sebelum tubuh merasakan efeknya.
Jika dikonsumsi secara teratur, Vitaplas sangat efektif untuk meningkatkan vitalitas pria. Vitaplas bebas unsur kimia, sehingga tidak ada efek samping bila kita konsumsi. Ingin tahu lebih lanjut tentang Vitaplas? Silakan hubungi telepon bebas pulsa 08001401430, email info@vitaplas.com atau website www.vitaplas.com. Bila ingin mendapatkan Produknya, Anda bisa langsung ke Apotek apotek terkemuka di kota anda atau menghubungi Perwakilan Sulawesi Selatan 082291885046.

 

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE