Fajar


 Breaking News

Suami Sabar, Istri Nyesal Bisnis Praktik Threesome di Facebook

Ilustrasi

FAJARONLINE.COM -- Tersangka yang memperdagangkan remaja sekaligus praktik threesome Irsyadul Ibad Ila, 24, tiba-tiba menangis.

Perempuan yang ditangkap Satreskrim Polrestabes Suarbaya bersama saksi korban IK, 16, menyatakan penyesalannya.

Irsya beralasan telah menghianati suaminya yang bekerja sebagai kuli proyekan di Gresik.

Setelah ditangkap di Hotel Red Planet, Jalan Arjuno Surabaya, Irsya dijenguk suaminya di tahanan mapolrestabes.

Dia mengungkapkan bahwa suaminya sama sekali tidak marah kepadanya. Sang suami malah berusaha menguatkan Irsya dan menyuruhnya untuk bersabar. ”Ini cobaan,” ucap Irsya menirukan perkataan suaminya.

Mendapati sang suami yang penyabar itu Irsya merasa sangat berdosa. Dia kemudian menangis dan memeluk suaminya.

Perempuan itu mengaku telah melayani 15 pria dalam waktu tiga bulan terakhir. Dia tidak menyangka bahwa suaminya sangat menyayangi dirinya.

Sejatinya dua bulan lalu si suami pernah mengetahui aktivitas terlarang Irsya. Berhubung dia sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi, sang suami memaafkan.

“Akun facebook saya ketahuan sama suami. Setelah itu saya nonaktifkan,” kenangnya.

Namun sebulan setelah itu, Irsya kembali menjajakan diri. Akun facebook yang semula dinonaktifkan, dia aktifkan kembali. Agar tidak sampai ketahuan, perempuan itu lebih mawas diri.

“Saya open BO (booking) dari pagi sampai sore saja. Malam saat suami di rumah tidak beroperasi,” akunya.

Dalam akun facebook bernama Anggres Senja, dia memasang foto dan video syurnya untuk membuat tertarik pengaksesnya.

Untuk dapat menikmati servis yang ditawarkan, dia mematok tarif Rp 700 ribu untuk layanan short time dua jam.

Jika ada pelanggan yang meminta layanan threesome, dia mematok tarif Rp 1,2 juta. Nantinya, uang tersebut akan dibagi rata dengan partnernya.

Kecanggihan Satreskrim Polrestabes Surabaya membuat aksi busuk Irsya memanfaatkan media sosial tidak bertahan lama.

Ibarat menyimpan kebusukan, baunya tetap tercium juga. Meski suami telah memaafkan atas tindakan hina si istri tidak menggugurkan sangkaan tindak pidana memperdagangkan manusia. Apalagi korbannya termasuk di bawah umur. (fajar)

 

 

Berita Terkait