Fajar


 Breaking News


I Love Monday: Raja dan Panci


DUDUK di singgasana setelah dilantik sebagai Ketua Rukun Teman-teman (RT) ternyata tak selamanya enak. Buktinya, baru mau istirahat setelah melewati prosesi pelantikan, Udin tak bisa tidur. Ia malah tak bisa memejamkan mata lebih dari sepuluh menit. Padahal waktu sudah menjelang pagi.

Apa yang membuat Udin susah bobok? Usut punya usut, karena dia akan kedatangan raja yang datang dari jauh. Lagi pula petandang yang bakal menjejakkan kaki di negeri antah berantah adalah pengunjung istimewa dengan jumlah anggota rombongan mencapai puluhan orang.

Bagaimana tidak pusing tujuh keliling kalau raja dan rombongan mau datang, sementara Udin yang hanya tahu masak nasi, sendirian di rumahnya. Celakanya lagi, panci yang biasa dia pakai menanak nasi hanya berkapasitas
untuk tiga orang saja.

Bicara panci, Udin sebenarnya sudah merencanakan membeli yang berukuran besar guna mengantisipasi bila banyak tamu. Hanya saja, belum sempat berbelanja, tersiar kabar tentang ledakan panci.

Dia pun mengurungkan niatnya mengulak peranti masak tersebut. Apalagi raja yang dinanti, sudah OTW alias on the way, sehingga sudah tak ada waktu ke toko untuk membeli kuali besi.

Singkat cerita, raja akhirnya sampai juga. Di tengah kebingungan, Udin berkreasi membuat mi instan pedas level tertinggi dalam jumlah yang banyak.
Tentu dengan menggunakan panci. Langkah itu ternyata berhasil. Semua raja, maksudnya tamu yang datang, dapat menikmati mi tersebut, meski hanya sedikit-sedikit karena rasanya yang sangat pedas.

Berhasil dengan mi instan, Udin mencoba resep yang lain
menggunakan rice cooker yang sama. Dimulai dengan goreng telur, kue agar-agar hingga membuat kue bolu. Semua masakan kreasi anggota komunitas "Udin
Sedunia" itu ternyata dinikmati dengan lahap para tamu hingga habis.

Nah, ketika nama panci naik daun karena digunakan bukan untuk menanak nasi, Udin ternyata berhasil memanfaatkan rice cooker secara kreatif
dengan baik.

So, mari gunakan panci dengan bijak sesuai kegunaannya. Namun janganlah panci mengatakan belanga itu hitam, karena peribahasa itu artinya pandai mencerca orang lain tapi tak tahu kekurangan diri sendiri.

Atas layanan yang baik dan akrab itu, para raja, eh, tamu puas, dan Udin pun tentu senang. (kritik - saran, WA 08124222468)

Berita Terkait