Fajar


 Breaking News

Akbar Faizal, Kritis Lugas dan Tegas

Akbar Faizal

FAJARONLINE.COM -- Vokal, kritis, tegas, keras, dan berani menantang siapa pun tanpa pandang bulu. Teror politik seringkali menghantuinya, setiap bersuara keras mengkritisi problem-problem kebangsaan. Ia ikhlas tidak populis, demi memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat.

Adalah Akbar Faizal, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang dinobatkan Charta Politika Indonesia sebagai anggota DPR RI paling  berpengaruh. Konsistensi perjuangan mengutamakan kepentingan rakyat  mengantar politisi Sulsel ini, terpilih sebagai Man of The Year 2010 dari salah satu media di tanah air.

Nama Akbar Faizal bergaung di antara 560 wakil rakyat lainnya ketika ia menjadi anggota Panitia Khusus Hak Angket Bank Century. Ia menjadi salah satu tokoh penting bersama delapan anggota DPR RI yang bergabung dalam Tim 9 untuk membongkar skandal Century.

Pansus Hak Angket Bank Century telah berlalu, namun karakternya yang selalu vokal, cerdas, dan berargumen dengan logis itu, secara konsisten dipertahankannya. Alumni IKIP Ujungpandang (kini Universitas Negeri Makassar) ini, tetap kritis mengawal pemerintahan Jokowi-JK, kendati ia  sesungguhnya adalah bagian terpenting dalam pemenangan Jokowi-JK saat  Pilpres, bahkan duduk sebagai Deputi Ketua Tim Transisi.

Tak heran jika Akbar Faizal selalu menjadi idola publik Sulsel. Dua momentum Pemilu Legislatif (Pileg) masing-masing Pileg 2009 dan 2014,  menjadi bukti konsistensi harapan rakyat kepadanya. Akbar ‘oppo’ terpilih  menjadi anggota DPR RI, baik saat dicalonkan oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) maupun melalui Partai Nasdem.

Mengingatkan roh perjuangan dan kenangan kepada mereka-mereka yang telah berkeringat dalam pemenangan Jokowi-JK, sindiran lantas disua-rakan  Akbar Faizal atas masuknya lulusan Harvard ke Istana. "Tim sukses Jokowi-
JK tak ada lulusan Harvard namun mampu mengantar Jokowi ke istana. Tak  ada anak Harvard di tim pemenangan kami, yang agak jauh kuliahnya itu paling Eva K. Sundari yang pernah sekolah di Inggris,” tulis Akbar Faizal.

Anggota Komisi III DPR RI menguraikan peran maksimal sayap-sayap partai pengusung dalam pemenangan Jokowi-JK di Pilpres. Seperti PIR dari Nasdem, Relawan Cik Ditiro dalam komando PDIP, pasukan PKB dan  lainnya. Tak terkecuali peran Teten Masduki dalam meyakinkan semua seniman-seniman bermartabat untuk mendukung Jokowi seperti Slank atau Iwan Fals atau Bimbo.

Akbar Faizal dilahirkan sebagai pribadi pekerja keras. Di usia mudanya,  ia bekerja sebagai wartawan di sebuah koran daerah saat masih kuliah di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Ujungpandang. Kariernya berlanjut sebagai wartawan salah satu koran nasional terkenal di Indonesia.

Sifat pekerja keras Akbar juga tercermin dalam kariernya. Ia telah menduduki berbagai posisi strategis di berbagai instansi seperti pemimpin redaksi di sebuah majalah dan president director di dua instansi berbeda.

Selain pekerja keras, Akbar Faizal juga sebagai pribadi yang sederhana. Politikus dari Partai Nasdem ini merupakan pejabat yang menyimpan mobilnya dan memilih menggunakan kendaraan umum saat pergi ke tempat kerja.

Akbar yang tinggal di Depok, Jawa Barat, tidak mau kehilangan banyak waktu di jalan karena macet. Maka dari itu ia memilih menggunakan KRL.  Biasanya Akbar naik dari Stasiun KA Depok Lama dan turun di Stasiun  Dukuh Atas. Lalu dia melanjutkan perjalanan ke Gedung DPR dengan menumpang taksi atau ojek. Akbar menaruh mobilnya di Gedung DPR karena terkadang dia harus menghadiri kegiatan dewan di luar Gedung DPR.

Akbar Faizal juga merupakan seseorang yang aktif. Sejak di bangku Sekolah Dasar ia sudah senang berorganisasi dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka. Berlanjut dengan menjadi anggota OSIS di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Di bangku perkuliahan Akbar juga terdaftar sebagai aktivis di HMI.

Karier politik Akbar dimulai saat ia menjadi salah satu pendiri Partai Demokrat dan salah satu generasi pertama Partai Demokrat. Bahkan Akbar adalah pendiri dan ketua umum Pemuda Partai Demokrat pada tahun 2003 sampai 2007.

Pria yang gemar menulis cerpen, puisi, maupun novel ini kemudian menerima pinangan Partai Hanura, partai politik yang didirikan Wiranto hingga mengantarkan dirinya menjadi wakil rakyat.

Pada tahun 2013, Akbar Faizal memilih berlabuh ke Partai Nasional Demokrat. Ia kembali ke Senayan sebagai anggota DPR RI, setelah meraup suara pemilih yang signifikan di daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. (aci)

Data Diri:

Nama Lengkap: Drs Akbar Faizal, M.Si

Lahir : Makassar, 21 Desember 1968

Istri : Andi Syamsartika Virawati

Anak :
1. Gagah Ananda Faizal
2. Adinda Saraswati
3. Gading Takhta Akbar

Riwayat Pendidikan:
• SMAN 1 Sengkang Kab. Wajo, 1987

• Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Ujung Pandang, 1992

• Magister Komunikasi Politik Universitas Indonesia, 2007

Riwayat Karier :

• Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem
• Anggota DPR RI Komisi V dan Komisi II serta Badan Musyawarah
• Ketua Bidang Politik DPP Partai Hanura
• Kepala Divisi Media Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Hanura
• Penatar Nasional Jurkam/Pemenangan Partai Hanura
• Koordinator Staf Khusus Ketua Umum DPP Partai Hanura Anggota Pansus Bank Century
• Kedua Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan DPP Partai Nasdem
• Koordinator Wilayah (Korwil) Se-Sulawesi
• Penanggung Jawab Kampanye Bappilu Partai Nasdem

Pengalaman Organisasi:
• Dewan Penasehat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
• Ketua PB Lemkari
• Ketua Bidang Kaderisasi PP Nasional Demokrat
• Senat Mahasiswa IKIP Ujung Pandang
• HMI
• Anggota Jaringan Kerja Budaya Indonesia - Malaysia
• Indonesian Advertising Watch (Lembaga Pemantauan dan Pengkajian Produk
Iklan dan Distribusi ).
• Pendiri & Ketua Umum Pertama Pemuda Partai Demokrat, elemen pertama
Partai Demokrat (2003-2007)
• Direktur Eksekutif Local Election Centre..
• Koordinator Kaukus Intelektual Sulawesi Selatan (KISS)
• Pendiri Lembaga Penguatan Produk-produk Asli Indonesia

Penghargaan :
• Anggota DPR RI paling berpengaruh oleh Charta Politika Indonesia
• Man of The Year 2010

Karya :
• Penjara Bukan Cara, sebuah otobiografi (Tohpati Grafika, Bali, 1999)
• Profesionalisme Versus Politik (Elex Media Komputindo, 2002)
• Partai Demokrat & SBY: Mencari Jawab Sebuah Masa Depan (Gramedia
Pustaka Utama, 2004)
• Merek-Merek Unggulan Ekspor Indonesia (Jejaring Media Plus, 2007)
• Mereka Bicara Tentang Partai Hanura (editor)
• General Chek-Up Kelistrikan Nasional (Jejaring Media Plus, Jakarta, 2008)
• Pengelolaan Aset-Aset Negara Melalui Kebijakan Pertanahan Nasional
(Jejaring Media Plus, Jakarta, 2008)
• Berbagai artikel di koran nasional dan daerah
• Berbagai tulisan cerpen dan puisi di berbagai koran nasional dan daerah
• Pembicara di berbagai seminar tentang Komunikasi Internal dan Eksternal
serta Tentang Media.

Pengalaman Kerja :
• 2007 – Sep 2009: Konsultan Ahli Komunikasi Internal & Eksternal
26 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

• 2008 – Sep 2009 : Pemimpin Redaksi Majalah PROGRES

• 2007 – Sep 2009 : President Director Media Plus Network

• 2003 – Sep 2009 : President Director Gagah Communications

• 2000 – 2003 : Redaktur Majalah SWA, Jakarta

• 2000 : Internet Agrakom Services (IAS)

• 1999 – 2000 : Kepala Biro Majalah SWA di Surabaya

• 1998 – 1999 : General Manager & Owner Bali tribune, Bali

• 1996 – 1998 : Redaktur Ekonomi Harian NUSA, Bali

• 1994 – 1996 : Redaktur Harian Manado Post, Manado

• 1993 – 1994 : Wartawan Harian Jawa Pos di Surabaya

• 1991 – 1993 : Wartawan Harian Pedoman Rakyat, Makassar.

* Tulisan ini bersumber dari Buku “100 tokoh Sulsel” yang diterbitkan Fajar Perintis Utama (Fajar Group)

 

 

Berita Terkait