Fajar


 Breaking News

Hanya Dua Bulan, 116 Perempuan di Pangkep Pilih Jadi Janda


FAJARONLINE.COM, PANGKEP -- Awal tahun ini, perkara gugatan cerai yang telah terdaftar di kantor Pengadilan Agama Kabupaten Pangkajene dan kepulauan (Pangkep), telah mencapai angka 116 gugatan. Data tersebut tercatat sejak Januari hingga Maret 2017.

Berbagai alasan dan akibat yang menyebabkan munculnya gugatan tersebut, mulai dari alasan perekonomian, percekcokan, dan juga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Usia para penggugat dan yang tergugat pun terbilang masih produktif, antara 20 tahun hingga 40 tahun.

Hal itu disampaikan Panitra Pengadilan Agama Kabupaten Pangkep, Amir Indara, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/3/2017). Sejauh ini, dari 116 gugatan yang telah dilayangkan, pihak Pengadilan Agama hanya menolak dua perkara gugatan, selebihnya telah disidangkan dan diiputuskan bercerai.

Selain itu, lanjut Amir Indra, terdapat pula perkara gugatan cerai gaib di Pengadilan Agama Kabupaten Pangket, yaitu sebanyak tiga gugatan. Gugatan cerai gaib yang dimaksud, adalah salah satu pasutri yang menggugat cerai pasangannya, di mana pasanganya tak diketahui keberadaanya, dan dianggap tak memberi nafkah lahir batin, selama meninggalkan pasangannya.

"Tahun ini, data hingga awal Maret, ada tiga perkara gugatan gaib cerai, di mana ketiga perkara ini semuanya pihak istri yang menggugat. Itu karena keberadaan suaminya tidak diketahui lagi, dan tidak pernah menafkahi keluarganya," ujar pria yang akrab disapa Ustaz Amir ini.

Lebih lanjut, ia menuturkan, tahun lalu terdapat 463 gugatan perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Kabupaten Pangkep. Di mana 463 perkara gugatan cerai tersebut, hanya satu gugatan pasutri yang dapat diselamatkan dan rujuk kembali.

"90 persen dari angka 463 perkaran gugatan cerai diputuskan cerai. Dalam perkara gugatan cerai, ada tahap mediasi yang dilakukan hingga tiga kali. Kemudian menarik kesimpulan dari tiap tahapan mediasi dan kemudian dimajukan ke persidangan," jelasnya.

{{nextpage}}

Saat dimintai keterangan terkait upaya pihak Pengadilan Agama Kabuputen Pangkep dalam menekan angka perceraian, ia menuturkan bahwa pihaknya hanya berupaya dalam tahap mediasi tersebut. Dalam tahap mediasi tersebut ada yang mengambil keterangan alasan pasutri yang menggugat, dan kemudian diberi arahan oleh panitra untuk diupayakan rujuk kembali.

Sementara itu, salah seorang warga berinisial SA (32), warga Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang,  baru saja mengurus gugatan cerainya. Dia mengaku sudah kurang lebih empat tahun ditinggalkan suaminya merantau di luar daerah, dan tidak pernah dinafkahi.

"Saya ditinggal sama suami, pergi merantau di kalimantan. Selama pergi merantau baru sekali saya dikirimkan uang. Itu pun waktu awal-awalnya pergi merantau, dan sampai saat ini kabarnya pun saya tidak tahu. Tidak bisami dihubungi nomornya," keluhnya. (zam)

 
 
 
Klik di sini untuk Balas atau Teruskan
Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait