Fajar


 Breaking News

Mobil Penyapu Jalan Seharga Rp1,2 Miliar di Polman Hanya Jadi Pajangan

Mobil Penyapu jalan seharga Rp1,2 miliar milik Pemkab Polman terparkir di halaman DLHK, Rabu (8/3/2017). (EDWARD ADE SAPUTRA/FAJAR)


FAJARONLINE.COM,POLMAN - Mobil penyapu jalan seharga Rp1,2 miliar milik kabupaten Polman hanya jadi barang pajangan. Mobil yang digadang-gadang bisa menyelesaikan masalah persampahan di pusat kota Polewali Mandar hanya terparkir di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polman.

Informasi yang dihimpun FAJARONLINE.COM, mobil penyapu jalan tersebut telah terparkir di kantor DLHK Kabupaten Polman sejak dua pekan lalu.

Kepala DLHK Kabupaten Polman, Edy Wibowo membenarkan bahwa mobil penyapu jalan tersebut sudah tidak beroperasi sejak dua pekan karena masalah teknis. Bagian sapu yang berputar untuk menyapu sampah telah aus dan tidak dapat digunakan lagi.
Pihaknya telah memesan alat tersebut di Jakarta tetapi hingga kini belum datang.

"Saya akui memang ada kesalahan dalam tata cara penggunaan oleh anggota kami. Seharusnya bagian penyapu tidak terlalu dipres ketika penggunaanya, tetapi operatornya melakukan hal sebaliknya. Hal tersebut wajar karena baru belajar," kata Edy Wibowo saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/2/2017).

Lebih lanjut dia mengatakan pihak juga akan mengubah regulasi penggunaan mobil penyapu jalan tersebut. Awalnya, mobil tersebut direncanakan beroperasi setiap hari di jalan pusat kota Polman.

"Nantinya mobil tersebut hanya akan digunakan pada sekitar kantor bupati dan alun-alun kota. Karena setelah dipelajari penyapu jalannya akan cepat aus jika digunakan pada jalan beton bukan aspal," ungkapnya.

Asisten II Bidang Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Polman, Darwin Badaruddin menyatakan pihaknya telah mengetahui bahwa mobil penyapu jalan yang didatangkan akhir Januari lalu mengalami masalah teknis. Namun dirinya berkilah masalah tersebut bukan masalah yang besar hanya pada bagian penyapu yang telah tergerus hingga 50 persen lebih.

"Mobil penyapu jalan itu nantinya akan kami banyak istirahatkan, hanya akan digunakan untuk membersihkan kantor bupati dan jika ada event. Selain itu tidak (digunakan). Laporan yang masuk mobil tersebut tidak terlalu cocok untuk digunakan untuk jalan terlalu terbuka. Beda halnya jika event, di sana banyak sampah dan membutuhkan waktu yang cepat dalam pembersihannya sehingga di sana cocok untuk digunakan," pungkasnya. (edo)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE