Fajar

  Breaking News

Heboh... Tokoh Pendiri Muhammadiyah Ternyata Amalkan Poligami, Begini Kisahnya...

KH Ahmad Dahlan.
- 10 Maret 2017, 22:59:11

FAJARONLINE.COM -- Sejumlah tokoh di negeri ini telah mengamalkan poligami. Meski begitu, ketokohan, kharisma, dan inspirasi dari mereka tetap lekat dan tak tergerus zaman. Salah satu tokoh yang mengamalkan poligami adalah pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Praktik poligami yang dilakukan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan dikisahkan oleh Widiyastuti, salah seorang keturunan Kiai Dahlan melalui booklet yang berjudul “Kenangan Keluarga Terhadap KHA Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan" (2010). Widiyastuti adalah generasi ketiga Ahmad Dahlan dari Siti Walidah. Kini, ia merupakan salah satu Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah.

Kiai Dahlan memulai kehidupan pribadinya sebagai seorang suami ketika menikahi Siti Walidah, putri dari Kyai Fadhil Kamaludiningrat, penghulu Kraton Yogyakarta pada tahun 1889 pada saat usianya 20 tahun. Siti Walidah sendiri pada saat itu berusia 17 tahun.

Siti Walidah yang kemudian dikenal dengan nama Nyai Ahmad Dahlan adalah seorang perempuan yang sangat cerdas. Sebagai putri seorang ulama dia juga mengalami masa pingitan sehingga dia tidak mengikuti pendidikan formal. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari budaya masyarakat pada saat itu yang menganggap perempuan cukup di rumah dan tidak perlu belajar di luar rumah.

Namun, kecerdasan Siti Walidah tidak dapat dibendung karena ternyata menikah dengan Muhammad Darwis (nama kecil Kiai Dahlan), yang memberinya peluang mengembangkan diri. Pernikahannya dengan Siti Walidah ini menghasilkan 6 orang putra yaitu, Wahban, Sieradj, Siti Busyro, Siti Aisyah, Jumhan, dan Siti Zuharoh.

Setelah mendirikan Muhammadiyah, Kiai Dahlan menikah dengan tiga orang perempuan. Istri keduanya adalah Ray Soetidjah Windyaningrum atau Nyai Abdullah, janda muda yang diberikan Kraton kepada Kiai Dahlan. Menurut Widyastuti (2010), sebagai abdi dalem, tentunya Kiai Dahlan tidak dapat menolak pemberian Sultan, karena hal itu menandakan Sultan merestui pembaharuan yang dilakukan Dahlan yang berbasis di Kampung Kauman. Kampung ini merupakan basis ulama Kraton Yogyakarta.

Namun, istri kedua ini tetap bertempat tinggal di Namburan, tidak pindah ke Kauman. Kiai Dahlan dinikahkan oleh kakak Siti Walidah dengan Nyai Abdullah dengan tujuan untuk memberi warna Muhammadiyah di Kraton Yogyakarta.

Widyastuti (2010) juga mengisahkan bahwa Nyai Abdullah akhirnya diceraikan oleh Kiai Dahlan. Kisah perceraian inipun sangat unik, karena dilakukan melalui surat yang disampaikan oleh kakak Siti Walidah. Sayangnya, catatan Widyastuti tidak menjelaskan alasan perceraian tersebut.

Pada suatu saat, Kiai Dahlan berkunjung ke rumah Nyai Abdullah. Namun mantan istrinya ini bertanya, “Kenapa kiai kemari, bukankah saya sudah kiai ceraikan?”. Akhirnya Kiai Dahlan membatalkan kunjungan tersebut, karena pada saat itu mereka sudah tidak ada ikatan suami-istri. Melalui pernikahan dengan Nyai Abdullah, Dahlan dikaruniai seorang putra bernama R Dhurie Ray.

Selain Nyai Abdullah, Kiai Dahlan juga pernah menikah dengan Nyai Rum, adik dari salah seorang Kiai NU di Krapyak. Kiai NU tersebut meminta Kiai Dahlan menikahi adiknya, agar ada sinergitas gerakan antara NU dan Muhammadiyah. Namun, pernikahan ini hanya sekadar status saja, mereka kemudian bercerai tanpa meninggalkan keturunan.

Kisah pernikahan lain Kiai Ahmad Dahlan terjadi ketika ia melakukan perjalanan dakwah. Saat itu Kiai Dahlan singgah di Cianjur Jawa Barat. Seorang Penghulu Ajengan Cianjur (penghulu bangsawan) merasa kagum dengan kepandaian dan pemikiran-pemikiran Kiai Dahlan. Ia ingin menikahkan putrinya yang bernama Aisyah dengan Kiai Dahlan.

{{nextpage}}

Penghulu Ajengan ini hanya menginginkan adanya keturunan dari Kiai Dahlan di Cianjur. Ia sama sekali tidak menuntut agar Dahlan bertempat tinggal di Cianjur setelah menikahi putrinya. Pernikahan keempat ini menghasilkan seorang putri bernama Siti Dandanah. Nyai Aisyah masih sangat muda ketika dinikahi oleh Kiai Dahlan, yaitu berusia 15 tahun.

Kiai Haji Ahmad Dahlan sangat memahami bahwa poligami akan sangat menyakiti perempuan. Meskipun Nyai Walidah tidak pernah melarangnya untuk menikah lagi, namun Kiai Dahlan sangat menjaga perasaan istri pertamanya, dengan tidak menempatkan istri-istrinya itu dalam satu rumah.

Poligami yang dilakukan oleh Kiai Dahlan memang sebuah fakta sejarah. Namun, yang harus dipahami adalah alasan dilakukannya poligami tersebut. Ahmad Dahlan tentunya punya pertimbangan matang sebelum memutuskan menikah lagi. Selain sudah disetujui oleh Siti Walidah selaku istri tertua, ketiga pernikahan dilakukan atas dasar dakwah sekaligus sebagai bentuk penghargaan terhadap permintaan orang-orang yang ia hormati. (*/fajaronline.com)

Author : Indra

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Ini Klasemen Liga Europa Setelah Matchday Kelima

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Liga Europa baru saja menuntaskan matchday kelima. Berikut klasemen masing-masing grup dna klub-klub yang dipastikan...
 

Hasil Lengkap Liga Europa Jumat Dinihari Tadi

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Sebanyak 24 pertandingan matchday kelima Liga Europa digelar, Jumat, 24 November, dinihari tadi. Berikut hasil-hasil...
 

Selfie di Jendela, Gadis Cantik Ini Tewas Terjatuh dari Lantai 2

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Aksi selfie kembali menelan korban jiwa. Kali ini, seorang gadis bernama Toni Kelly asal Selandia Baru tewas setelah...
 

Lakukan Kekerasan Seksual di Klub Malam, Eks Bintang Madrid, Robinho Divonis Penjara 9 Tahun

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—Mantan pemain Real Madrid, AC Milan, dan Manchester City, Robinho divonis penjara sembilan tahun. Pengadilan Italia...
 

E-MC Dorong Pemilu Berkualitas dan Demokratis

FAJARONLINE.CO.ID, BARRU -- Electoral Menagement End Constitution (E-MC) atau Perkumpulan Pemantau Nasional Pemilu dan Konstitusi mendorong...
 

MKD DPR Didesak Copot Setya Novanto, HMPI Siap Jadi Saksi

FAJARONLINE.CO.ID -- Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) mengaku bahwa desakan yang mereka layangkan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan...
 

Gasak Austria Wien 5-1, AC Milan Juara Grup D Liga Europa

FAJARONLINE.CO.ID, MILAN—AC Milan dipastikan menjadi juara Grup D Liga Europa 2017/2018. Itu setelah mereka menggasak Austria Wien di matchday...
 

22 Kereta Kencana dan 50 Bentor Bakal Ikut Kirab Bobby-Kahiyang di Medan

FAJARONLINE.CO.ID -- Simulasi kirab budaya yang merupakan salah satu rangkaian acara ngunduh mantu besan Presiden Jokowi, kembali digelar di Jalan...
 

Kalah di Jerman, Arsenal Tetap Juara Grup H Liga Europa

FAJARONLINE.CO.ID, KOLN—Arsenal gagal mempertahankan status tak terkalahkannya di Liga Europa musim 2017/2018. Melawat ke markas FC Cologne di...
 

ABG Cantik ini Digerebek Polisi Saat Lagi Asik-asiknya, Tiga Tamunya Jadi DPO

FAJARONLINE.CO.ID -- Polisi menangkap AR, 17, gadis cantik yang tinggal di Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penangkapan itu...
 

Kemenag Gencar Sosialisasikan Larang Berfoto di Masjidilharam dan Masjid Nabawi

FAJARONLINE.CO.ID -- Pemerintah Arab Saudi jengah juga melihat perilaku jamaah haji dan umrah dari penjuru dunia, termasuk dari Indonesia. Sudah ada...
 

Meski Ditahan, Setya Novanto Masih Terima Tunjangan

FAJARONLINE.CO.ID -- Meskipun menjadi tersangka, seorang pimpinan DPR masih menerima tunjangan. Tak terkecuali Setya Novanto yang kini telah ditahan...
 

Kualitas Sperma Menurun, Tangkal dengan 5 Makanan ini

FAJARONLINE.CO.ID -- Banyak faktor yang bisa membuat kualitas sperma menurun. Akibatnya, kesuburan pun terganggu. Salah satu penyebabnya, ternyata...
 

SD dan SMP Kekurangan Ribuan Guru ASN

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Kekurangan tenaga pengajar atau guru aparatur sipil negara (ASN) di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah...
 

2018, Kuota BPJS PBI Bertambah 176 Ribu Jiwa

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Kabar gembira datang untuk warga kurang mampu di Bumi Lamadukkelleng. Lantaran 2018 mendatang, kuota peserta BPJS progam...
 

Pelaku Pengerusakan SDN 262 Bulupabbulu Ternyata Bocah

FAJARONLINE.CO.ID, WAJO -- Pengerusakan sebanyak enam kali di SD 262 Bulupabbulu Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, tepatnya di Jalan Beringin Sengkang...
 

Perpanjang Masa Kampanye, Masa Tenang Pilkades Dipangkas

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Para kandidat Pilkades serentak di Kabupaten Enrekang sudah mulai melancarkan kampanyenya, Kamis, 23 November. Masa...
 

Pendiri Sophie Paris Akan Jadi Pembicara Seminar di Makassar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Perusahaan fashion dan kecantikan, Sophie Paris siap mendatangkan pendirinya dalam acara seminar bersama...
 

VIDEO: DETIK-DETIK KAPAL JETLINER TABRAK KANTOR SYAHBANDAR

Kapal fery cepat Jetliner milik PT Pelni menabrak kantor Syahbandar Kendari, sesaat sebelum merapat di Pelabuhan Nusantara, sekitar pukul 17.30 Wita,...
 

Asik... Handphone Lama Bisa Tukar Tambah dengan Samsung Baru

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Samsung menawarkan program terbaru tukar tambah semua jenis handphone dengan produksi terbaru dari...
 

DPRD Mamuju Tata Ulang Leading Sektor

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU — Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya menjadi leading sektor Komisi I DPRD Mamuju,...
 

Pengacara Senior Tadjuddin Rachman Gelar Bedah Buku di Phoenam

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-- Pengacara senior Makassar H Tadjuddin Rachman, SH, Mh akan membedah dua buku penting untuk jadi pegangan para lawyer,...
 

Diseret Soal Rina Nose Pindah Agama, Melanie: Agama Bukan MLM

FAJARONLINE.CO.ID -- Tudingan lepas hijab karena persoalan cinta hingga pindah agama bukan hanya berdampak bagi Rina Rose. Meski sudah dibantah,...
 

REI Sulsel Jalin Kerja Sama dengan Astaki dan Gapeksindo Sulsel

Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq (tengah) bersama Ketua DPP ASTAKI Sulsel, Didi Wahyudi (kiri) dan Ketua DPD GAPEKSINDO Sulsel, Andi Troy...
 

Soal Warga Kurang Mampu, Deng Ical: Pemerintah Harus Berpihak

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah sejatinya memberi ruang yang sama bagi setiap warganya. Tak boleh ada perbedaan perlakuan. Sebab,...

Load More