Fajar

  Breaking News

Dituduh Terima Suap E-KTP, Tamsil Linrung Siap Sumpah Mubahalah

Tamsil Linrung

FAJARONLINE.COM – Dari tiga tokoh Sulsel yang disebut sebagai salah satu penerima dana proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), baru satu yang bersuara.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tamsil Linrung menantang pihak yang menyebut namanya untuk melakukan sumpah mubahalah.

"Bersumpah atas nama Allah subhanahu wata'ala bahwa memang saya sama sekali tidak terkait dengan kasus KTP elektronik," ujarnya kepada FAJAR di Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Dalam Islam, sumpah mubahalah adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah dijatuhkan kepada orang yang zalim atau berbohong di antara mereka yang berselisih. Jika sumpah pocong hanya melibatkan satu orang yang tertuduh, mubahalah kedua belah pihak.

"Jika saya menerima uang yang disebutkan itu, dalam jumlah berapa pun maka laknat Allah subhanahu wata'ala atas diri saya. Dan jika saya benar tidak menerima, maka yang menuduh, yang memfitnah, dan mempercayai fitnah tersebut ditimpa laknat Allah subhanahu wata'ala di dunia dan akhirat," imbuh pria asal Pangkep itu.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi pada sidang perdana untuk terdakwa Sugiharto dan Irman, Kamis, 9 Maret, Tamsil disebutkan menerima aliran dana sebesar USD700 ribu. Ia dikait-kaitkan dengan posisinya sebagai wakil ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI saat proyek ini mulai berjalan.

Namun, politikus yang pernah bertarung di Pilwalkot Makassar 2013 itu, menyebutnya sebagai fitnah. "Saya siap dikonfrontasi dengan orang atau siapa pun itu yang mengaku memberikan uang," kata Tamsil.

Tamsil juga membantah dirinya terlibat dalam pembahasan penyalagunaan proyek KTP-el tersebut. Menurutnya, semua pembahasan yang diikutinya adalah prises resmi. Bukan untuk menyusun rencana busuk untuk menikmati uang korupsi.

"Saya berani garansi jika saya tidak pernah terlibat membahas KTP elektronik ini di luar rapat-rapat resmi DPR," pungkasnya.

Dakwaan JPU KPK memang cukup mengemparkan. Nama-nama elite seperti Setya Novanto (Setnov) juga disebutkan menerima aliran dana. Setnov pun dalam berbagai kesempatan menyampaikan bantahan.

Dari Sulsel, selain Tamsil, dua nama lagi juga disebutkan menerima aliran dana. Politikus Golkar, Markus Nari disebutkan menerima dana sebesar Rp4 miliar dan USD13 ribu. Markus sudah pernah diperiksa KPK terkait kasus ini. Ketika itu, ia diperiksa masih sebagai saksi.

Markus sendiri sejauh ini belum menyampaikan klarifikasi. Ia memilih bungkam. Setiap dihubungi, nomor teleponnya masih tetap terhubung. Namun tidak diresponsnya.
Lalu ada juga nama mantan Ketua Fraksi Demokrat, Jafar Hapsah. Politikus asal Sulsel yang sudah tidak terpilih lagi tersebut disebut-sebut menerima aliran dana sebesar USD100 ribu. Sama dengan Markus, Jafar juga masih diam. (iad)

 

Author : Alief Sappewali

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Kakanwil Kemenag Sulsel Minta JCH Ikuti Aturan

Liputan Haji | 19 menit lalu
 

Komisi I DPR Seleksi 21 Orang Calon KIP

Bone | 43 menit lalu
 

Idrus Marham Sindir Punggawa Soal Head to Head

Pilgub Sulsel 2018 | 1 jam lalu
 

Sekda Harus Lepas Jabatan Jika Maju di Pilkada

Politik | 2 jam lalu
 

Atlet Tennis Meja Ikut Pra Porda di Belopa

All Sportif | 2 jam lalu
 

Tim AFP Sulsel Pastikan Tiket Babak 8 Besar Kejurnas FFI 2017

All Sportif | 3 jam lalu
 

30 Ribu Tahun Lalu Manusia Pra Sejarah Indonesia Sudah Pandai Buat...

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Begini Perjuangan Istri Aziz Qahhar Mudzakkar Bantu Sosialisasi di...

Pilgub Sulsel 2018 | 3 jam lalu
 

Teliti Jejak Manusia, Tim Peneliti Lakukan Ekskavasi di Leang Bulu...

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Lepas CJH Luwu, Cakka Didoakan Terpilih di Pilgub

Liputan Haji | 3 jam lalu
 

Masyarakat Peduli Komitmen Dukung Program BPJS Ketenagakerjaan...

Metropolis | 3 jam lalu
 

Ditanya Soal Wahab Tahir, Sekjen Golkar : Nurdin Halid Saja Ikut...

Pilwalkot Makassar | 3 jam lalu
 

Dinas Pekerjaan Umum Ekspose Pembangunan Jembatan Terpanjang di...

Pangkep | 3 jam lalu
 

Gubernur Syahrul Hadiri Pembukaan Pimnas di UMI

Pendidikan | 3 jam lalu
 

Wagub Sebut LIRA Bisa Ajak Warga Jadi Pemilih Cerdas

Metropolis | 3 jam lalu
 

Insentif 66 Imam Masjid di Sukamaju Naik Jadi Rp200 Ribu

Luwu Utara | 3 jam lalu
 

Menang 2-0, PSM Puncaki Klasemen Sementara Liga 1

PSM Makassar | 4 jam lalu
 

Idrus Marham Pastikan NH-Aziz Diusung Koalisi Gemuk

Pilgub Sulsel 2018 | 4 jam lalu
 

Wagub Puji Kebersamaan Jemaah Miraatul Khaerat Bangun Masjid

Metropolis | 4 jam lalu
 

Tolak Menpora Lantik Cabor, Ketua KONI Pinrang Marah Besar

Pinrang | 4 jam lalu
 

Trotoar di Pinrang Tak Ramah Bagi Difabel

Pinrang | 4 jam lalu
 

Sering Kecelakaan, Pembatas Jalan di Enrekang Butuh Perbaikan

Enrekang | 5 jam lalu
 

Toyota Team Indonesia Komitmen Majukan Motorsport di Nusantara

Otomotif | 5 jam lalu
 

Sambangi Kampung KB, Satu Rombongan Disdalduk Enrekang Mentok di...

Enrekang | 5 jam lalu
 

Besok,TP4D Kejari Soppeng Sosialisasi Antisipasi Penyelewengan Dana...

Soppeng | 5 jam lalu

Load More