Fajar

  Breaking News

Korupsi dan Dampaknya bagi Publik

Nurdin Nara Dosen Adm Publik Fisip Unhas
Opini - 15 Maret 2017, 10:16:31

Korupsi seperti penyakit menular yang menjalar pelan, tetapi mematikan dan menciptakan kerusakan sangat luas di masyarakat. Korupsi merusak demokrasi dan supremasi hukum, mendorong pelanggaran hak asasi manusia, juga mendistorsi perekonomian negara. (Kofi Anan, 2006).

Catatan panjang tentang korupsi di Indonesia telah dimulai bahkan sebelum Indonesia merdeka. Sejumlah kerajaan besar di Indonesia runtuh karena korupsi seperti Sriwijaya dan Singasari--demikian juga Verenigde Oost Indishe Companie (VOC) runtuh lantaran korupsi. Dan sampai sekarang kasus korupsi masih saja bermunculan baik di pusat maupun di daerah, yang melibatkan banyak pejabat publik eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pengusaha.

Hal ini semakin menguatkan penilaian Transparency Internasional Indonesia (2015), Indonesia menduduki peringkat 90 terkorup dari 170 negara yang disurvei dan sempat membaik pada 2016, makanya sangat disayangkan munculnya kasus korupsi KTP elektronik yang banyak melibatkan wakil kita di DPR, sehingga tidak salah kalau hasil survei Global Corruption Barometer (GCB) di 16 negara Asia Fasifik pada Juli 2015 hingga Januari 2017 dengan melibatkan 22.000 responden, termasuk Indonesia dan hasilnya menempatkan DPR sebagai lembaga terkorup di Indonesia. (Kompas, 9 Maret 2017).

Berdasarkan pertimbangan inilah, penulis mencoba mencermati beberapa penyebab korupsi berdasarkan fakta emperis, untuk selanjutnya diberikan saran serta perbaikan ke depan. Adapun penyebab korupsi antara lain: 1) Besarnya biaya yang digunakan untuk menjadi pejabat publik baik sebagai anggota legilatif dan/atau pejabat eksekutif, dan untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan dalam waktu singkat, maka yang bersangkutan menempuh berbagai cara, antara lain dengan korupsi, 2) Keserakahan yaitu mereka tidak pernah puas dengan gaji dan tunjangan yang diterimanya, sehingga jabatan dan kekuasaan yang ada padanya dijadikan kesempatan melakukan korupsi, 3) Kurang optimalnya pengawasan internal dan eksternal serta penegakan hukum yang tidak konsisten dan cenderung setengah-setengah, banyak pelaku korupsi yang divonis ringan bahkan vonis bebas, 4) Banyaknya celah/lubang yang dapat dimasuki pejabat koruptor, mulai pemberian izin pemakaian lahan, pertambangan, reklamasi pantai, penyalahgunaan aset dan intervensi pengadaan barang/jasa dan lain-lain. 5) Kurang kukuhnya landasan moral untuk mengendalikan diri dalam menjalankan amanah yang diemban dan ingin cepat kaya tanpa kerja keras.

Dengan adanya korupsi tersebut telah menimbulkan pengaruh atau dampak negatif bagi bangsa dan negara, antara lain: 1) Aspek sosial dan ekonomi yaitu korupsi dapat menyebabkan harga kebutuhan pokok semakin mahal. 2) Aspek finansial yaitu pengeluaran kuangan negara yang tidak perlu (pemborosan) dengan biaya yang sangat mahal (markup) seperti anggaran KTP elektronik sebesar Rp5,9 triliun, dan yang digunakan sebagai belanja modal hanya Rp2.66 triliun (51 perseb) dan konon sisanya Rp2,3 triliun (49 persen) dibagi-bagi kepada orang-orang besar (oknum). 3) Aspek kepercayaan kepada pemerintah menjadi runtuh dan bisa saja diberhentikan di tengah jalan, contoh Presiden Korsel, Park Geun-Hye dimakzulkan karena kasus korupsi. 4) Aspek budaya yaitu korupsi menyebabkan pemimpin dan masyarakat meninggalkan budaya kejujuran dan membentuk kepribadian yang tamak/rakus, boros, dan tidak konsisten mengemban amanah dan hanya mementingkan diri sendiri/kelompoknya.

Sudah saatnya untuk melakukan upaya bersama pemberantasan korupsi dengan cara: 1) Gerakan bersama “Antikorupsi” yaitu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi melalui lembaga antikorupsi seperti ICW, TII, Pukat, LSM, mahasiswa, lembaga keagamaan seperti MUI, Ulama NU, Muhammadiyah, Gereja, dan Ormas lainnya, untuk bekerja sama memberikan tekanan secara prosedural kepada pemerintah, sekaligus sebagai dukungan moral agar pemerintah lebih giat memberantas korupsi. 2) Gerakan “Pembersihan” yaitu presiden sebagai pemimpin tertinggi di republik ini, harus berani memerintahkan untuk memberhentikan sementara seluruh jajarannya yang terindikasi kuat melakukan korupsi, agar dapat mengikuti proses pengadilan secara fair terutama yang menduduki jabatan strategis seperti bupati, gubernur, serta pejabat penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, pengadilan/hakim).

3) Gerakan “Carrot and Stick” yaitu kepada seluruh aparat dan pejabat diberikan gaji dan tunjangan yang cukup untuk hidup layak dan sejahtera sesuai dengan standar pendidikan, pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, pengalaman, pangkat, jabatan dan hasil kerjanya. Bila semua sudah dicukupi dan masih ada yang berani korupsi dengan jumlah tertentu, maka hukuman mati sesuai pasal 2 ayat 2 UU Tipikor Tahun 1999 dapat dilaksanakan sebelum negara yang kita cintai ini bernasib seperti VOC. Semoga. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Jelang Libur Panjang, Kemenhub Siapkan 1278 Kapal Penumpang

FAJARONLINE.CO.ID -- Kementerian Perhubungan bakal mengerahkan ribuan kapal penumpang untuk menyambut libur panjang Natal 2017 dan Tahun Baru...
 

Gara-gara Film, Aurelie Moeremans Suka Slank

FAJARONLINE.CO.ID -- Aktris Aurelie Moeremans mengaku akhir-akhir ini sangat menggemari lagu-lagu Slank. Salah satu faktornya yakni karena peran yang...
 

Kontingen Porsadin Sulsel Tiba di Surabaya, Ini Pesan Kakanwil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Kontingen Sulsel, sudah bersiap menatap Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) Tingkat Nasional ke III di Kabupaten...
 

Video Istri Gerebek Suami Bersama Wanita Muda di Kamar Hotel Bikin Heboh

FAJARONLINE.CO ID -- Seorang istri menggerebek suaminya yang sedang berada di kamar hotel dengan perempuan muda. Pasangan selingkuh itu kepergok...
 

Fredrich Bantah Setya Novanto Ditahan KPK

FAJARONLINE.CO.ID -- Terkait kabar Setya Novanto resmi berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi e-KTP dengan...
 

Pindah ke RSCM, Setya Novanto Resmi Ditahan KPK

FAJARONLINE.CO.ID -- Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Golkar, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus...
 

Ditanya Soal Rencana Jenguk Setya Novanto, Jokowi Hanya Tarik Nafas dan Tertawa

FAJARONLINE.CO.ID -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak memberikan komentar saat ditanya soal Ketua DPR RI Setya Novanto oleh awak media, setelah...
 

NH Sentil Kekerasan Terhadap Guru di Gowa dan Bantaeng

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Kekerasan terhadap guru yang pernah terjadi di Kabupaten Gowa dan Bantaeng mendapat perhatian serius dari Nurdin...
 

Begini Keseruan Hari Pertama Makassar Jaz Festival

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Rizky de Kaizer and The Stranger menyusun konsep Jaz Pop Rock, lima lagu sukses dibawakannya pada pembukaan...
 

Juara Mappadendang Unjuk Kebolehan di Hadapan Bupati Enrekang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Rangkaian pesta adat Maccera Manurung di Desa Pasang, Kecamatan Maiwa juga menyisipkan lomba-lomba tradisional antar...
 

Maccera Manurung, Perantau Wajib Pulang Kampung

  FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Pesta adat Maccera Manurung dilaksanakan dalam rentang dua tahun. Acara adat itu sekaligus menjadi momentum...
 

Putri Wapres JK Tonton Makassar Jazz Festival di Rotterdam

Putri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Imelda Jusuf Kalla, menyaksikan penampilan musisi jazz pada Makassar Jazz Festival (MJF) 2017 di Benteng...
 

Suasana Deklarasi NH-AZIZ

Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid dan Aziz Qahar Mudzakkar (NH-AZIZ) deklarasi di Lapangan Karebosi, Jumat, 17 November,...
 

Penampilan Rizcky De Keizer di Makassar Jazz Festival 2017

Musisi Jazz, Rizcky Pradhana De Keizer, tampil pada Makassar Jazz Festival ( MJF) 2017 di Benteng Rotterdam, Makassar, Jumat (17/11/2017) malam...
 

Wasekjen PPP: Kalau Ada Mengatasnamakan PPP Dukung di Luar NH-Aziz, Itu Haram

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wasekjen DPP PPP kepengurusan Djan Faridz, Yunus Razak, ikut bicara pada deklarasi pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar...
 

Tikungan Rusak dan Berlubang, Satu Ekskavator Terbalik di Lewaja

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Satu unit ekskavator terguling di Kelurahan Lewaja, Kecamatan Enrekang. Eskavator itu tergeletak di pinggir jalan yang...
 

Tim Basket SMPN 4 Makassar Bekuk SMPN 8 Makassar, 42-35

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pebasket Tim A SMPN 4 (Spenpat) Makassar berhasil membekuk Tim A SMPN 8 (Spendel) Makassar, di ajang Invitasi Bola...
 

Begini Aksi Nekat Kepala Dispenda Enrekang Menjajal Ayunan Ekstrem 

  FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Tak hanya warga Desa Pasang yang ikut meramaikan pesta adat Maccera Manurung di Kecamatan Maiwa, Jumat, 17...
 

Mudahkan KPR dengan Relaksasi LTV

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dinilai menghambat bisnis properti. Di segmen menengah ke atas,...
 

Wow... Ada Ayunan Ekstrem di Maccera Menurung Desa Pasang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Pernah melihat ayunan ekstrem? Uniknya lagi, ayunan ini tidak dilengkapi dengan safety seperti pada wahana objek...
 

Wagub Sulbar: Sehat Dimulai dari Keluarga

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar, mengajak seluruh insan kesehatan untuk merefleksikan kembali sejauh...
 

Mentan Pidato, Anak-anak dan Ibu Pilih ke Belakang Panggung

FAJARONLINE.CO.ID, SOPPENG - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak kuasa menahan tawa ketika di tengah diskusi dan arahannya di Desa Medde,...
 

TPP Basis IYL Unjuk Kekuatan di Deklarasi NH-Aziz

FAJARONLINE.CO.ID -- Ratusan tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar...
 

Stan Gratis Pameran UKM di Deklarasi NH-Aziz Perkuat Ekonomi Kerakyatan

FAJARONLINE.CO.ID -- Panitia deklarasi pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar...
 

RMS Sindir Calon yang Hanya Makeup Daerahnya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-Ketua DPW Partai NasDem Rusdi Masse (RMS) menegaskan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur...

Load More