Fajar


 Breaking News
  • Roem: Pilwalkot Barometer di Pilgub: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Menjelang Pilwalkot Makassar partai semakin mengencang mesin partai, salah satunya Partai Golkar. Hal itu dilakukan karena pilwalkot membawa pengaruh...
  • 128 Peserta Ikuti Kursus Pelatih dan Wasit Voli Indoor: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Sebanyak 128 Peserta yang terdiri dari 61 Pelatih dan 67 Wasit, mengikuti Kursus Pelatih dan Wasit Bolavoli indoor tingkat Provinsi Sulselbar 2017,...
  • Himatansi Gelar Basic Training: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR-- Pengurus Himpunan Mahasiswa D3 akuntasi (HIMATANSI) mengadakan Basic Training dengan tema Kehumasan dan keredaksian di Kampus Universitas Fajar...
  • Respons Masalah Transportasi Warga, NH Luncurkan Mobil Karya: FAJARONLINE.COM,  MAKASSAR – Persoalan masyarakat selalu menjadi titik tolak bagi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid untuk bertindak. Masalah yang dihadapi...
  • GERMAK Salut Langkah Proaktif RMS: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Sikap proaktif Ketua DPW NasDem Sulsel H Rusdi Masse (RMS) atas pencabutan sejumlah atribut Partai NasDem di Makassar oleh Pemkot Makassar...
  • Polrestabes Usut Pungli Sekuriti GMTD: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Tim penyidik Polrestabes Makassar kini menelusuri karcis yang digunakan Sekuriti GMTD, inisial HS (47) melakukan pungli di Jalan Metro Tanjung...

Ekonomi Tumbuh 9 Persen, Warga Miskin di Pangkep Malah Bertambah

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM,PANGKEP - Sebanyak 2.869 kuota bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang ada saat ini belum diterima oleh masyarakat Kabupaten Pangkep.

Jumlah tersebut termasuk ke dalam 91.857 kuota bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diterima oleh Kabupaten Pangkep pada tahun ini.

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) meningkat jika dibandingkan pada tahun yang lalu. Pada tahun lalu, hanya terdapat 88.015 masyarakat yang menerima bantuan iuran tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, Ahmad Saing, menuturkan bahwa kendala belum diterimanya bantuan iuran tersebut oleh masyarakat akibat data yang berikan oleh masyarakat dan pihak desa atau kelurahan kepada pihak Dinas Sosial terlambat dan tak memenuhi kelengkapan. Sehingga, pihak Dinas Sosial Kabupaten Pangkep pun terlambat memberikan data tersebut kepada Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

"Tapi, Insya Allah secepatnya kita urus ke pusat agar segera diterima oleh masyarakat," tuturnya, Kamis (16/3/2017).

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Pangkep, Syahban Sammana, menuturkan bahwa untuk di Kabupaten Pangkep, pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Pangkep mencapai angka sembilan persen melebihi rata-rata provinsi dan nasional.

Namun, angka pertumbuhan ekonomi tersebut tak berdampak banyak pada masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Pangkep. Dari data basis terpadu, terdapat sebanyak 135.674 orang yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin dan pantas menerima bantuan iuaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Sehingga menjadi pekerjaan penting bagi kita untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut, melihat pertumbuhan ekonomi kita sangat baik. Kita usahakan akan terus mencari solusi untuk permasalahan tersebut," imbuhnya. (zam)

Berita Terkait