Fajar


 Breaking News
  • Roem: Pilwalkot Barometer di Pilgub: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Menjelang Pilwalkot Makassar partai semakin mengencang mesin partai, salah satunya Partai Golkar. Hal itu dilakukan karena pilwalkot membawa pengaruh...
  • 128 Peserta Ikuti Kursus Pelatih dan Wasit Voli Indoor: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Sebanyak 128 Peserta yang terdiri dari 61 Pelatih dan 67 Wasit, mengikuti Kursus Pelatih dan Wasit Bolavoli indoor tingkat Provinsi Sulselbar 2017,...
  • Himatansi Gelar Basic Training: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR-- Pengurus Himpunan Mahasiswa D3 akuntasi (HIMATANSI) mengadakan Basic Training dengan tema Kehumasan dan keredaksian di Kampus Universitas Fajar...
  • Respons Masalah Transportasi Warga, NH Luncurkan Mobil Karya: FAJARONLINE.COM,  MAKASSAR – Persoalan masyarakat selalu menjadi titik tolak bagi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid untuk bertindak. Masalah yang dihadapi...
  • GERMAK Salut Langkah Proaktif RMS: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Sikap proaktif Ketua DPW NasDem Sulsel H Rusdi Masse (RMS) atas pencabutan sejumlah atribut Partai NasDem di Makassar oleh Pemkot Makassar...
  • Polrestabes Usut Pungli Sekuriti GMTD: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Tim penyidik Polrestabes Makassar kini menelusuri karcis yang digunakan Sekuriti GMTD, inisial HS (47) melakukan pungli di Jalan Metro Tanjung...

Kapal Trawl Merajalela, Nelayan Galesong Mulai Resah

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM, GALESONG -- Sejumlah nelayan kecil yang ada di Galesong mulai marah dan resah terhadap kapal trawl yang beroperasi setiap hari.

Kapal trawl atau pukat harimau yang beroperasi dari pagi sampai siang hari yang selalu mengambil ikan kecil dan merusak terumbu karang yang ada di laut membuat nelayan kecil sulit mendapat ikan.

"Saya jarangma dapat ikan kodong karena itu kapal parere (trawl) yang ada di Galesong Utara setiap hari menangkap ikan," ungkap Daeng Tiro.

Harapan nelayan kepada pemerintah, khususnya kepada Dinas Kelautan dan Perikanan agar segera menindak lanjuti secepat mungkin kapal trawl yang beroperasi.

"Kalau tidak ada tindakan dari pemerintah maka kami sejumlah nelayan kecil akan melakukan tindakan sendiri," kata Daeng Tiro. (rls)

Berita Terkait