Fajar

  Breaking News

Silariang, Siri dan Respons yang Bergender

Nurul Ilmi Idrus Antropolog Feminis
Opini - 17 Maret 2017, 08:30:54

Dalam konteks Bugis-Makassar kawin lari terbagi atas tiga: silariang (kawin lari atas kemauan laki-laki dan perempuan); nilariang (kawin lari atas kemauan satu pihak, biasanya laki-laki melarikan perempuan); dan najjuluang alena/erangkala (kawin lari di mana perempuan yang membawa dirinya—misalnya, ke imam—untuk dinikahkan atau ke pacarnya untuk mempertanggungjawabkan karena pada banyak kasus terjadi akibat kehamilan di luar nikah.

Silariang tidak saja melanggar adat Bugis-Makassar, tetapi juga melanggar hukum Islam dan hukum negara. Melanggar hukum adat karena mengabaikan prosedur perkawinan dan berbagai persyaratan adat lainnya; melanggar hukum agama karena tidak memenuhi prinsip rukun dan syarat, serta walimah terabaikan sehingga rentan fitnah; dan melanggar hukum negara karena dianggap sebagai “penculikan” (jika dilaporkan keluarga perempuan), dan ini menjadi problematika karena pada banyak kasus keluarga perempuan melaporkan anaknya nilariang, padahal keduanya silariang.

Silariang dan Siri’
Film karya Art2Tonic yang ditayangkan di 19 kota besar di Indonesia sejak 2 Maret 2017 adalah film yang bermuatan budaya Bugis-Makassar, yang merujuk pada konteks tipe kawin lari yang pertama, Silariang.

Film yang diawali pernikahan seorang lelaki yang mengkhianati pacarnya dengan menikahi perempuan lain ini menyisakan dua masalah: kehamilan di luar nikah dan penghianatan, keduanya menimbulkan malu dan harga diri yang terhinakan (siri’) tidak saja bagi pihak keluarga perempuan, tetapi juga bagi pihak keluarga laki-laki.

Sang pacar berupaya bunuh diri ketika ditemukan ibunya dan menimbulkan kehebohan. Kehebohannya bukan pada “akibat dari upaya bunuh diri” (pendarahan), tapi pada apa yang menjadi “penyebab” (kehamilan di luar nikah dan penghianatan).

Dua hal yang sama gentingnya, jika yang pertama berkaitan dengan nyawa manusia, yang kedua berhubungan dengan malu dan kehormatan keluarga (siri’). Ini menunjukkan betapa nyawa manusia tidak lebih penting dari penegakan siri’ itu sendiri.

Demi menegakkan siri’ Petta Lolo (ayah si perempuan) dan to masiri’-nya (penegak siri’) yang lain mendatangi keluarga laki-laki yang tengah mengadakan resepsi perkawinan. Malu atas perbuatan anaknya yang menghamili anak perempuan Petta Lolo dan tidak bertanggung jawab, membuat Puang (bapak si lelaki) dan keluarganya yang hadir pasrah ketika anak lelaki Puang—yang sedang bersanding di pelaminan—dibunuh di depan mata keluarga Puang dan keluarga Petta Lolo tanpa respons. Sebuah penegakan atas nama siri’ yang dijalankan Petta Lolo dan “diikhlaskan” keluarga kedua belah pihak. Ini tidak saja menunjukkan keikhlasan atas penegakan siri’, tetapi juga mengindikasikan bahwa penegakan siri’ tidak mengenal ruang dan waktu.

Belasan tahun kemudian, Cia (anak Puang) dan Ali (anak Petta Lolo) kuliah di kampus yang sama dan kampus ditampilkan sebagai ajang pertemuan keduanya. Meskipun dunia kampus yang ditampilkan untuk menunjukkan kegigihan Ali dalam membantu Cia mendapatkan buku rujukan tugas dosen, namun sisi menarik dari kehidupan kampus yang ditampilkan adalah sindiran terhadap prilaku dosen yang break bahkan sebelum mengajar, marah-marah, serta memberi tugas yang cukup berat dalam waktu singkat. Ini semacam “prestasi” dosen ketika melihat mahasiswanya “menderita” atas tugas yang diberikan.

Jalinan kasih antara Cia dan Ali “membuka” luka lama di antara kedua keluarga ini. Ketidaksetujuan Puang atas hubungan kedua sejoli ini membuat mereka sepakat silariang, yang berarti keduanya berpotensi dibunuh.

Jika Puang mengharamkan turunannya berhubungan dengan keluarga Petta Lolo, maka Petta Lolo merelakan Ali dibunuh jika yang terjadi adalah nilariang, sebagaimana kerelaan Puang ketika anaknya dibunuh Petta Lolo belasan tahun silam. Namun, jika mereka silariang, Petta Lolo tak hanya merelakan Ali dibunuh, tapi juga menuntut Petta Puang membunuh Cia anaknya sebagai konsekuensinya. Pernyataan ini menunjukkan perbedaan yang jelas antara konsekuensi nilariang dan silariang.

Respon yang bergender
Meskipun to masiri’ bisa perempuan maupun laki-laki, dalam praktiknya lebih dipantaskan (malebbi’/labbiriki) jika yang menegakkannya adalah laki-laki, dan ini dengan sangat jelas tergambarkan dalam film ini.

Film ini juga menggambarkan secara jelas bagaimana laki-laki dan perempuan merespons terhadap siri’ secara berbeda (gendered response). Baik Ibu Cia maupun Ibu Ali sama-sama merasa malu atas peristiwa silariang tersebut. Namun, sebagai perempuan mereka tidak pasif. Ibu Cia tetap memantau perkembangan Cia melalui mama Rahmah—seorang waria, pengasuh Cia sejak kecil—tanpa sepengetahuan Puang, sambil menyabarkan Puang. Hal serupa terjadi pada Ibu Ali, yang berupaya agar suaminya melakukan upaya pencegahan atas penegakan siri’ karena berbagai kejadian siri’ telah menimpa keluarganya, mulai dari anaknya yang bunuh diri, dibunuh, dan silariang. Jika Petta Lolo tidak melakukan pencegahan, maka anak mereka akan potensil dibunuh. Bagi Ibu Ali, yang mati takkan hidup kembali dengan penegakan siri’ tersebut.

Namun, bagi orang Bugis-Makassar: “cella’ topi na doing/eja tompi na doing”, resiko adalah urusan belakangan, dan kematian atas penegakan siri’ adalah mate ri gollai mate ri santangi (kematian yang manis dan gurih), sebuah kematian yang bermartabat.

Ketika Cia akhirnya terdeteksi keberadaannya setelah dua tahun silariang, Puang dengan badik terhunus datang dan siap membunuhnya. Akan tetapi, nalurinya sebagai seorang kakek atas cucu meskipun cucu tersebut hasil dari perkawinan silariang, membuat sang badik dimasukkan kembali ke sarungnya. Sampai di sini urusan badik-membadik terhenti!

Menariknya, pentingnya penegakan siri’ dikemas dalam suasana yang berbeda, yakni ketika Puang menghadiri sebuah acara pelamaran dan mempertanyakan “uang panai” yang dianggap terlalu sedikit. Ini ditanggapi dengan alasan: “daripada silariang”. Frasa ini menjadi “kunci”, Puang pulang karena merasa dipermalukan dan “luka” (yang memang belum pulih) “terbuka” kembali. Siri’ harus ditegakkan, membiarkannya hanya akan membuat “luka” tersebut tak pernah pulih!

Pedang kembali terhunus, Cia muncul dengan anaknya dari tempat persembunyiannya, diikuti Ali—menunjukkan dirinya sebagai laki-laki Bugis-Makassar—yang siap menghadapi risiko apapun. Kesempatan ini digunakan Puang untuk menusukkan badiknya ke tubuh Ali, sebelum akhirnya bermaksud membunuh Cia darah dagingnya sendiri.

Namun, tangisan cucu digendongan Cia “menghentakkan” naluri ke-bapak-an dan ke-kakek-annya, sehingga badik berbalik arah ke paha Puang sendiri. Dalam konteks ini, tak peduli apakah Cia atau paha Puang sebagai “pengganti” tubuh Cia yang tertusuk badik, Puang pulang dipapah dengan paha terluka, kepulangan yang “bermartabat” karena penegakan siri’ telah ditunaikan.

Sisi lain, Mama Rahmah dan “dosenku saying” berhasil mencairkan suasana ketegangan. Bravo kepada produser, pemain dan segenap kru Art2Tonic atas karya kreatif anak bangsa yang mengusung budaya-budaya lokal. Keep going! (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Baru Tiba, Banyak Jemaah Ingin Langsung Pulang Tanpa Proses Penerimaan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Rasa rindu yang begitu besar terhadap keluarga selama berhaji selama 40 hari sangat dirasakan oleh jemaah haji. Itulah...
 

Sejahterakan Petani, Begini Gagasan Nurdin Halid

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid atau NH, tengah menggagas program pinjaman usaha bagi petani untuk mendongkrak...
 

Kawal Produk Lokal, Bupati Mamuju Siapkan Perbup

FAJARONLINE.COM, MAMUJU -- Bupati Mamuju, Habsi Wahid, berupaya membuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengawal produk lokal. Utamanya yang dikelola...
 

Berita Foto: Pagelaran Busana Anne Avantie Mengundang Decak Kagum

Pagelaran busana tunggal Anne Avantie bertajuk "Inspirasi Karya dan Cinta", mengundang decak kagum dari 2000 lebih penonton yang memenuhi ballroom...
 

Begini Cara MTSN Pangkep Semarakkan Muharram

FAJARONLINE.COM, PANGKEP -- Menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriah, MTSN Pangkep menggelar Semarak Gema Muharram. Kegiatan tersebut...
 

Proyek Jalan Terhenti Karena Tanah

FAJARONLINE.COM, WAJO -- Perbaikan jalan ambles di jalur trans sulawesi di Desa Mario Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo terhenti. Itu lantaran...
 

Gedung PWI Sudah Dikomersialkan Sejak 1968

MAKASSAR, FAJAR -- Berdasarkan hasil rapat pansus DPRD Sulsel pada 1968, gedung PWI Sulsel sudah diizinkan untuk bisa dikomersialkan, atau disewakan....
 

​Jangan Lawan Kemudahan Teknologi, Tetapi Manfaatkan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Belum habis rasa kaget karena tutupnya 8 Gerai Toko Ramayana dan sepinya Glodok yang dulu dikenal sebagai pusat...
 

Sat Narkoba Polres Luwu Dampingi Dinkes Temukan Obat Terlarang Dijual Bebas

FAJARONLINE.COM, LUWU -- Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu mendampingi Dinas Kesehatan Luwu merazia obat PCC di apotek.Marak penyalahgunaan obat...
 

Kapolres Wajo Minta Jajaran Satlantas Berinovasi dan Berkreasi

FAJARONLINE.COM, WAJO -- Kapolres Wajo AKBP Noviana Tursanurohmad menekankan kepada jajaran Satlantas Polres Wajo untuk selalu berkreasi dan...
 

​Begini Upaya Imigrasi Parepare ​Cegah TKI Ilegal ke Luar Negeri

FAJARONLINE.COM, PAREPARE -- Direktorat Jenderal Imigrasi telah menerbitkan surat edaran Nomor IMI.2-GR.01.01-0331 tentang pencegahan Tenaga Kerja...
 

Sul Arrahman Libatkan Dokter Spesialis Mata RSUD Batara Guru di Malela

FAJARONLINE.COM, LUWU -- Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Batara Guru, dr Fahmiyanti Arsi, memberikan penyuluhan tentang kesehatan mata untuk...
 

Gubernur Gelar Rapat dengan Kobinda

FAJARONLINE.COM, MAMUJU -- Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, menghadiri rapat Koordinasi Badan Intelejen Daerah (Kobinda) Sulawesi Barat yang...
 

Deng Ical Terima Audiensi Panitia Forum Pemuda Bhineka Tunggal Ika

Wakil Walikota Makassar Dr Syamsu Rizal MI, menerima audiensi panitia Forum Pemuda Bhineka Tunggal Ika (FPBTI), di Kantor Walikota Makassar, Rabu...
 

Sehari, Dua Kebakaran Terjadi

FAJARONLINE.COM, PANGKEP -- Kebakaran lahan dan rumah warga kembali terjadi hari ini, Rabu (20/9/2017).Dalam sehari, terdapat dua titik kebakaran di...
 

Danny Sawer Para Penari di Gereja

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyawer para penari Toraja pada pembukaan Persidangan XLVI Klasis Makassar...
 

Pembangunan RS Tipe B Rampung Oktober

FAJARONLINE.COM, MAMUJU -- Wagub Sulbar, Enny Anggraeny Anwar, melakukan peninjauan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Regional Tipe B Sulawesi...
 

Serba Classic Kini Hadirkan Cabang di Makassar

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Ketua Penggerak PKK Kota Makassar Hj Indira Jusuf Ismail meresmikan pembukaan toko serba classik, Rabu 20 September 2017...
 

Koalisi Makin Gemuk, Ini Dia Calon Wakil Pak Prof

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR --- Sejumlah nama pengganti Tanribali Lamo sebagai pendamping Nurdin Abdullah mulai mencuat. Salah satunya adalah pengusaha...
 

Latihan PPGD, Satlantas Dituntut Mampu Tangani Korban Kecelakaan

FAJARONLINE.COM, PAREPARE -- Tak lagi sekadar mengatur arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare juga juga dituntut mampu...
 

Inilah Ragam Manfaat Bekam Untuk Kesehatan

FAJARONLINE.COM -- Bekam merupakan salah satu teknik pengobatan yang telah ada sejak jaman Nabi dan masih digunakan hingga kini, meski belum masuk...
 

Preview Real Madrid vs Real Betis: Mangsa Pertama Ronaldo

MADRID, FAJAR—Cristiano Ronaldo siap beraksi lagi. Real Betis yang akan bertamu ke Santiago Bernabeu akan jadi mangsa pertama CR7 di La Liga...
 

PAN Se-Sulsel Sepakat Pertahankan Komitmen Awal DPP ke IYL-Cakka

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Wacana Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mengalihkan dukungannya dari Ichsan Yasin Limpo-Andi...
 

Preview Lazio vs Napoli: Il Grande Partita

ROMA, FAJAR— Il grande partita atau partai besar antara Lazio kontra pemuncak klasemen, Napoli akan tersaji di Olimpico Stadium, dinihari...
 

Usung NA, Gerindra Harap Koalisi Pilkada DKI Tersaji di Sulsel

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Pasca menerima berkas pendaftaran balon Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), Partai Gerinda menyatakan harapannya bisa...

Load More