Fajar


 Breaking News
  • Polisi Ringkus Dua Pelajar Pelaku Curanmor: FAJARONLINE.COM -- Personel Reserse Mobil (Resmob) Polres Ternate kembali meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) pada Senin (19/6) malam lalu. Mirisnya, kedua...
  • Kasihan... Nenek Tewas Terpanggang Saat Tertidur Lelap: FAJARONLINE.COM -- Kota Gorontalo dihebohkan dengan peristiwa kebakaran menyusul dua peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat (23/6) kemarin. Bahkan kebakaran yang menghanguskan...
  • Tiga ABG Kedapatan Pesta Ngelem: FAJARONLINE.COM -- Polres Seruyan menangkap menangkap tiga anak baru gede (ABG) yang sedang ngelem di Stadion Gagah Lurus, Kuala Pembuang, Rabu (21/6) pukul 22:00 WIB. Ketiga ABG...
  • Lagi Asik Main Ayunan, Bocah 10 Tahun Tewas Tergantung: FAJARONLINE.COM -- Seorang bocah tewas tergantung di Jalan BPUTK, RT 01, Sangatta Selatan, Kutim, Kaltim, sekira pukul 12.00 Wita kemarin. Bukan bunuh diri. Hal itu disebabkan...
  • Danny Kagum Melihat Kekompakan Tim Relawannya: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Danny Pomanto sangat kagum melihat kekompakan para relawan dan tim pemenangan yang telah menyatu dalam sebuah komitmen untuk menginginkan Makassar Dua...
  • Layanan Selama Ramadan Masih Dikeluhkan: FAJARONLINE.COM, PINRANG -- Pelayanan Bank Sulselbar Cabang Pinrang selama Ramadan, ternyata masih dikeluhkan. Pengurangan jam layanan selama bulan puasa membuat nasabah merasa...

Adik Ipar Jokowi Mengaku Tak Ambil Uang, Hanya Kirim Dokumen

Adik Ipar Jokowi, Arief Budi Sulistyo, mengaku hanya membantu mengirimkan dokumen pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia dan tidak menerima uang dari Ramapanicker Rajamohanan Nair.


FAJARONLINE.COM, JAKARTA -- Adik ipar Presiden Joko Widodo, Arief Budi Sulistyo, mengaku hanya membantu mengirimkan dokumen pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia dan tidak menerima uang dari Ramapanicker Rajamohanan Nair.

"Saya hanya kirim dokumen, tidak pernah (terima uang)," katanya saat memberikan keterangan sebagai saksi kasus suap penghapusan pajak PT EK. Prima Ekspor Indonesia di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

Nama Arief disebut dalam dakwaan Rajamohanan, yang menjadi pesakitan kasus dugaan suap terhadap Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno. Jaksa penuntut umum KPK menyebut Arif merupakan penghubung Rajamohanan dengan sejumlah pejabat di Ditjen Pajak yang disebut dekat dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

Arief tak menampik bahwa dia mengenal Rajamohanan sebagai pengusaha sejak tahun 2008 silam. Namun, dia mengaku baru mengetahui Rajamohanan sebagai Dirut PT EK Prima Ekspor Indonesia setelah dia menceritakan perusahaannya tengah terlilit masalah pajak.

"Jadi pada waktu itu saya pernah ketemu dengan Pak Mohan, dia cerita perusahaannya dihambat tentang Tax Amnesty," jelasnya.

Arief membantu Rajamohanan karena pernah memiliki pengalaman mengurus pengampunan pajak untuk perusahaannya setelah dibantu oleh Pemeriksa Pajak Pusat, Handang Soekarno.

"Setelah saya dikirim dokumen perusahaan Pak Mohan lewat Whatsapps, saya teruskan kirim dokumen perusahaan itu kepada Pak Handang tanpa saya baca isinya," ujarnya. (JPG)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE