Fajar


 Breaking News


Imigrasi Ingatkan Pemda Harus Awasi WNA

Ilustrasi

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR--- Keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Sulsel semakin banyak saja. Kedatang mereka bukan hanya sebagai wisatawan atau pelajar, tetapi lebih dari itu. Ada juga yang menjadi pekerja asing atau pengusaha. 

Namun parahnya banyak diantara mereka menyalagunakan izin. Seperti izin tinggal sementara (itas) yang dikeluarkan kepada wisatawan digunakan untuk bekerja. Seperti yang terlihat diindustri pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bantaeng.

Kepala divisi Imigrasi Kemenkumham Kanwil Sulsel, Ramli HS  mengatakan telah mendengar ada informasi terkait WNA yang bekerja dalam industri kapal pinisi di Kabupeten Bulukumba. Namun pihaknya mengatakan belum mendapatkan laporan resmi dari pemerintah setempat. 

"Kami telah dibentuk tim Pengawasan Orang Asing (Pora) yang melibatkan pihak TNI dan kepolisaan dan pemerintah daerah. Hal ini kami lakukan karena keterbatasan personel keimigrasian. Mereka adalah perpanjangan tangan kami," Kata Ramli Senin, 20 Maret.

Lebih lanjut pria asal Lampung tersebut juga menjelaskan pihak pemerintah sangat bisa melakukan tindakan kepada WNA yang melakukan pelanggaran. Pasalnya berdasarkan peraturan PBB, menyatakan WNA yang harus mengikuti aturan negara tujuannya. 

"Perlu diingat juga izin tinggal tetap (itap) juga harus dilaporkan kepihak pemerintah setempat, apa lagi itas. Jadi jika tidak ada laporan itu sudah melanggar dan bisa dijerat hukum. Kami juga berharap masyarakat juga bersifat kooperatif melaporkan kepada aparat jika melihat WNA yang berkerja," ungkapnya.

Ramli menambahkan pihaknya akan melakukan penyidakan dalam waktu dekat ini. Namun untuk waktu jelaskan belum dapat dibocorkan. Hal ini bercermin pada beberapa kali penyidakan yang mendapatkan hasil yang nihil.

"Seperti yang terjadi dipenyidakan disemelter yang di bangun di Jeneponto. Kami tidak mendapati WNA yang bekerja sedangkan dari laporan warga menyatakan banyak WNA yang bekerja ditempat tersebut. Jadi sekarang kami sedang menyusun stategi baru dan berharap pihak Pemda juga melakukan penyidakan, kan mereka yang terdekat," pungkasnya. (edo)

Izin Tinggal Sementa (ITAS)

Tahun 2015 : 1. 210 Izin 
Tahun 2016: 885 Izin 

* Izin Tinggal Tetap (Itap)
Tahun 2015: 92 Izin
Tahun 2016: 90 Izin

Berita Terkait