Fajar

  Breaking News

Menembus Lorong Dunia

SAKKA PATI Timpro PP MTR Kota Makassar
Opini - 20 Maret 2017, 11:20:43

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China (Tiongkok)”. Kalimat ini sering sekali kita dengar dalam kehidupan keseharian, bahkan tak jarang dalam khutbah, para ulama sering mengutip kalimat ini dan menyampaikan sebagai sebuah hadis.

Meskipun ada pula ulama yang mengatakan ini adalah hadis palsu. Saya tidak mau menilai apakah ini palsu atau bukan, tetapi yang ingin saya maknai mengapa sudah turun temurun hadis/kalimat ini didengungkan, dan mengapa harus ke Tiongkok yang disebutkan, bukan bangsa/negara lain yang sudah cukup terkenal sejak zaman dahulu.

Tiongkok yang Seksi
Keseksian dan kekuatan Tiongkok menjadi suatu cerita dan perhatian tersendiri, serta dilirik banyak orang dari berbagai pelosok dunia.

Kekuatan kaisar dari berbagai dinasti tidak lepas dari legenda dan mitologi “Naga Cina”, makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk, dan memiliki cakar. Bagi masyarakat Tiongkok, naga melambangkan kekuatan dan kekuasaan.

Begitu besarnya penghormatan bangsa Tiongkok terhadap makhluk ini, sehingga mulai kaisar sampai masyarakat dengan bangga menggunakannya sebagai simbol yang istimewa.

Coba bandingkan dengan simbol bangsa Indonesia yaitu Burung Garuda, yang lebih dikenal sebagai Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila. Burung Garuda merupakan mitos dalam agama Hindu dan Buddha. Garuda dilambangkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, dan cakar) dan separuh manusia (tangan dan kaki).

Jika melihat dua simbol binatang di atas yang digunakan Tiongkok dan Indonesia, keduanya memakai simbol binatang yang digambarkan memiliki kekuatan dan kekuasaan, sehingga dapat menjadi renungan kita dalam membandingkan semangat yang menuntun kedua negara mencapai tujuan adalah sama-sama berangkat dari mitos, serta memiliki tujuan yang sama pula yaitu ingin menjadi bangsa dan negara yang kuat di percaturan dunia Internasional.

Dalam kunjungan penulis ke Tiongkok baru-baru ini, melihat dan mendengar langsung penjelasan dari guide tentang banyak hal di Tiongkok menjadi pembelajaran dan pengalaman yang cukup menarik dan berharga, untuk mengetahui beberapa.

Meskipun hanya mengunjungi 3 (tiga) provinsi dari 34 (tiga puluh empat) provinsi, namun kota-kota yang dikunjungi cukup representatif memberikan gambaran tentang Tiongkok dari masa ke masa. Diawali di Kota Beijing, Nanjing, Hangzhou, Wuzhen, Suzhou, dan Sanghai.

Bukti peradaban yang sangat kuat tampak begitu diagungkan masyarakat Tiongkok, peninggalan sejarah dijaga dan dikelola begitu baik pemerintah sehingga menjadi tempat kunjungan yang menarik bagi pengunjung dalam menyaksikan dan mengenang peradaban manusia di masa lalu.

Hal yang belum didapatkan di Indonesia dalam hal pemeliharaan peninggalan sejarah peradaban masa lalu bangsa Indonesia. Hal lain yang cukup menarik perhatian penulis adalah penataan kota dan pemeliharaan kebersihan. Di sepanjang jalan besar dan pusat-pusat kota, kebersihan cukup tampak dan bangunan tertata dengan baik tanpa ada pemandangan pedagang kaki lima.

Akan tetapi ketika melongok di perkampungan masyarakat yang disebut kota lama tampak banguan masih sangat kumuh dan joro, lorong-lorong yang ada penuh dengan sampah dan barang-barang rongsokan, hal ini terjadi karena pemukiman tersebut memang tinggal menunggu waktu untuk menyingkirkan penghuninya.

Kebijakan pemerintah yang tidak memberikan hak kepemilikan kepada rakyat menyebabkan rumah-rumah yang ada tidak direnovasi, melainkan apabila rumah tersebut sudah tidak bisa dihuni lagi, masyarakat dipindahkan ketempat baru yang disediakan pemerintah.

Beda di Indonesia, khususnya di Makassar jika ada lorong maka upaya yang dilakukan pemerintah adalah menata dan memperbaiki lorong, karena rumah yang ada di lokasi tersebut menjadi hunian tetap pemiliknya.

Pendekatan pemerintah dalam penataan kota di Tiongkok dengan Makassar pasti berbeda karena didasari latar belakang idiologi, sistem pemerintahan, filosofi, dan kultur yang berbeda.

Kemajuan pembangunan kota besar yang ada di Tiongkok pasti jauh lebih pesat dari kota Makassar, tetapi dalam hal kearifan lokal, Makassar tidaklah terlalu ketinggalan dari kota besar yang ada di Tiongkok, ini terbukti dengan ciri gotong royong, sifat ramah tamah masih dimiliki masyarakat Makassar yang disebut dengan Sombere.

AKan tetapi untuk maju dan berkembang, belajar ke Tiongkok memang bisa menambah wawasan dalam melaksanakan pembangunan yang lebih maju dan modern.

Tidak berlebihan jika kita dianjurkan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri Tiongkok, karena memang banyak yang dapat dipelajari dari negara yang sering disimbolkan dengan naga tersebut, namun tidak berarti kita mencontoh secara mentah-mentah, karena latar belakang kita berbeda, bahkan latar belakang agama serta perilaku kita yang berbeda, sehinga kita boleh saja mencontoh berbagai hal, tetapi tetap didasarkan pada budaya kita dan agama yang kita anut. Karena kearifan lokal juga merupakan modal besar dalam membangun bangsa dan negara. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Baru Tiba, Banyak Jemaah Ingin Langsung Pulang Tanpa Proses Penerimaan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Rasa rindu yang begitu besar terhadap keluarga selama berhaji selama 40 hari sangat dirasakan oleh jemaah haji. Itulah...
 

Sejahterakan Petani, Begini Gagasan Nurdin Halid

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid atau NH, tengah menggagas program pinjaman usaha bagi petani untuk mendongkrak...
 

Kawal Produk Lokal, Bupati Mamuju Siapkan Perbup

FAJARONLINE.COM, MAMUJU -- Bupati Mamuju, Habsi Wahid, berupaya membuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengawal produk lokal. Utamanya yang dikelola...
 

Berita Foto: Pagelaran Busana Anne Avantie Mengundang Decak Kagum

Pagelaran busana tunggal Anne Avantie bertajuk "Inspirasi Karya dan Cinta", mengundang decak kagum dari 2000 lebih penonton yang memenuhi ballroom...
 

Begini Cara MTSN Pangkep Semarakkan Muharram

FAJARONLINE.COM, PANGKEP -- Menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriah, MTSN Pangkep menggelar Semarak Gema Muharram. Kegiatan tersebut...
 

Proyek Jalan Terhenti Karena Tanah

FAJARONLINE.COM, WAJO -- Perbaikan jalan ambles di jalur trans sulawesi di Desa Mario Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo terhenti. Itu lantaran...
 

Gedung PWI Sudah Dikomersialkan Sejak 1968

MAKASSAR, FAJAR -- Berdasarkan hasil rapat pansus DPRD Sulsel pada 1968, gedung PWI Sulsel sudah diizinkan untuk bisa dikomersialkan, atau disewakan....
 

​Jangan Lawan Kemudahan Teknologi, Tetapi Manfaatkan

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Belum habis rasa kaget karena tutupnya 8 Gerai Toko Ramayana dan sepinya Glodok yang dulu dikenal sebagai pusat...
 

Sat Narkoba Polres Luwu Dampingi Dinkes Temukan Obat Terlarang Dijual Bebas

FAJARONLINE.COM, LUWU -- Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu mendampingi Dinas Kesehatan Luwu merazia obat PCC di apotek.Marak penyalahgunaan obat...
 

Kapolres Wajo Minta Jajaran Satlantas Berinovasi dan Berkreasi

FAJARONLINE.COM, WAJO -- Kapolres Wajo AKBP Noviana Tursanurohmad menekankan kepada jajaran Satlantas Polres Wajo untuk selalu berkreasi dan...
 

​Begini Upaya Imigrasi Parepare ​Cegah TKI Ilegal ke Luar Negeri

FAJARONLINE.COM, PAREPARE -- Direktorat Jenderal Imigrasi telah menerbitkan surat edaran Nomor IMI.2-GR.01.01-0331 tentang pencegahan Tenaga Kerja...
 

Sul Arrahman Libatkan Dokter Spesialis Mata RSUD Batara Guru di Malela

FAJARONLINE.COM, LUWU -- Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Batara Guru, dr Fahmiyanti Arsi, memberikan penyuluhan tentang kesehatan mata untuk...
 

Gubernur Gelar Rapat dengan Kobinda

FAJARONLINE.COM, MAMUJU -- Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, menghadiri rapat Koordinasi Badan Intelejen Daerah (Kobinda) Sulawesi Barat yang...
 

Deng Ical Terima Audiensi Panitia Forum Pemuda Bhineka Tunggal Ika

Wakil Walikota Makassar Dr Syamsu Rizal MI, menerima audiensi panitia Forum Pemuda Bhineka Tunggal Ika (FPBTI), di Kantor Walikota Makassar, Rabu...
 

Sehari, Dua Kebakaran Terjadi

FAJARONLINE.COM, PANGKEP -- Kebakaran lahan dan rumah warga kembali terjadi hari ini, Rabu (20/9/2017).Dalam sehari, terdapat dua titik kebakaran di...
 

Danny Sawer Para Penari di Gereja

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyawer para penari Toraja pada pembukaan Persidangan XLVI Klasis Makassar...
 

Pembangunan RS Tipe B Rampung Oktober

FAJARONLINE.COM, MAMUJU -- Wagub Sulbar, Enny Anggraeny Anwar, melakukan peninjauan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Regional Tipe B Sulawesi...
 

Serba Classic Kini Hadirkan Cabang di Makassar

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Ketua Penggerak PKK Kota Makassar Hj Indira Jusuf Ismail meresmikan pembukaan toko serba classik, Rabu 20 September 2017...
 

Koalisi Makin Gemuk, Ini Dia Calon Wakil Pak Prof

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR --- Sejumlah nama pengganti Tanribali Lamo sebagai pendamping Nurdin Abdullah mulai mencuat. Salah satunya adalah pengusaha...
 

Latihan PPGD, Satlantas Dituntut Mampu Tangani Korban Kecelakaan

FAJARONLINE.COM, PAREPARE -- Tak lagi sekadar mengatur arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare juga juga dituntut mampu...
 

Inilah Ragam Manfaat Bekam Untuk Kesehatan

FAJARONLINE.COM -- Bekam merupakan salah satu teknik pengobatan yang telah ada sejak jaman Nabi dan masih digunakan hingga kini, meski belum masuk...
 

Preview Real Madrid vs Real Betis: Mangsa Pertama Ronaldo

MADRID, FAJAR—Cristiano Ronaldo siap beraksi lagi. Real Betis yang akan bertamu ke Santiago Bernabeu akan jadi mangsa pertama CR7 di La Liga...
 

PAN Se-Sulsel Sepakat Pertahankan Komitmen Awal DPP ke IYL-Cakka

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Wacana Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mengalihkan dukungannya dari Ichsan Yasin Limpo-Andi...
 

Preview Lazio vs Napoli: Il Grande Partita

ROMA, FAJAR— Il grande partita atau partai besar antara Lazio kontra pemuncak klasemen, Napoli akan tersaji di Olimpico Stadium, dinihari...
 

Usung NA, Gerindra Harap Koalisi Pilkada DKI Tersaji di Sulsel

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Pasca menerima berkas pendaftaran balon Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), Partai Gerinda menyatakan harapannya bisa...

Load More