Fajar


 Breaking News

Legislator Sambangi Warga Miskin Pulau Battoa

Anggota DPRD Polman Abu Bakar (baju kuning) menyambangi kediaman Nenek Hapasa di Pulau Battoa untuk menyerahkan bantuan sembako dan pakaian, Selasa (21/3/2017). (Edward/FAJAR)

FAJARONLINE.COM,POLMAN - Jumlah warga miskin di Kabupaten Polman masih sangat tinggi. Bahkan beberapa di antaranya menyandang status amat miskin, seperti yang terjadi di Pulau Battoa, Desa Tonyaman Kecamatan Binuang Polman.

Seorang wanita paruh baya, Hapasa (62) ini hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal 89 hari yang lalu. Untuk menyambung hidup, setiap harinya dia berjualan kerang keliling di daerah sekitar Polewali dengan jalan kaki.

Salah seorang anggota DPRD Polman, Abu Bakar mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kasus tersebut dari jejaring sosial Facebook (FB). Ada salah satu teman FB-nya yang memposting hal tersebut, sehingga dirinya mencari informasi terkait berita tersebut.

"Saya prihatin dengan kasus kemiskinan yang menimpa nenek Hapasa. Umur senja masih harus bekerja keras untuk hidup. Kedatangan saya ke sini sekadar memberi bantuan alakadarnya tidak ada maksud lain. Semoga teman-teman anggota DPRD dan pemda juga bisa menyalurkan bantuan," kata Abu Bakar, Selasa (21/3/2017).

Anggota Komisi IV DPRD Polman itu juga mengatakan akan mengusulkan kepada Pemkab Polman agar melakukan bedah rumah di kediaman Hapasa agar layak huni. Dirinya juga akan mencarikan donatur yang bisa membantu nenek Hapasa agar hidup layak.

"Saya akan hubungi beberapa orang dermawan agar bisa menyalurkan bantuan ke nenek Hapasa, termasuk teman-teman saya di DPRD Polman," ujarnya.

Nenek Hapasa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dia terima, dia sangat bersyukur atas hal tersebut. Bahkan dengan berlinang air mata dia tidak henti-hentinya berterima kasih.

"Saya memang orang miskin yang hanya berjualan kerang keliling dan almarhum suami (Tanda) hanya petani penggarap. Tetapi sejak suami saya meninggal saya menjadi tulang punggung keluarga. Ada ji anakku tetapi saya tidak mau merepotkan mereka, karena mereka juga tergolong miskin," ujarnya.

Kepala Desa Tonyaman, Nursan membenarkan keadaan nenek Hapasa yang berada di bawah garis kemiskinan. Dia juga menyatakan nenek Hapasa juga termasuk penerima raskin.

"Nenek Hapasa hanya menerima raskin, sedangkan bantuan lain tidak ada. Di Tonyaman banyak yang terdata warga miskin yang sama dengan kasus Nenek Hapasa, kalau tidak salah hitung 30 orang," akunya. (edo)

Berita Terkait