Fajar


 Breaking News

Telat Bayar Tiga Jam, Meteran Listrik Warga Desa Ini Dicabut PLN


FAJARONLINE.COM, BONE -- Kejadian tak menyenangkan dialami H Kajja warga Desa Liliriattang Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone, Selasa 21 Maret 2017. Gegara telat bayar iuran listrik tertanggal 20 bulan berjalan, meteran listrik di rumahnya dicabut petugas PLN Ranting Patangkai Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone.

Anehnya keterlambatan tagihan itu hanya berselang sehari dan langsung dicabut oleh petugas. "Ini sudah kesekian kalinya petugas di sana berbuat sewenang-wenang. Tadi pagi dicabut lagi. Kami tidak terima karena ini mengusik rasa keadilan kami," kata Firdaus Deppu, Sekretaris Wilayah DPW LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Sulsel, Selasa 21 Maret 2017.

Firdaus mengatakan, dia dan keluaga protes keras karena tagihan listriknya hanya Rp70 ribu, (900 Watt). Aneh kalau dibilang telat ber bulan-bulan karena tagihanya hanya segitu. Masa cuma telat sehari langsung dicabut. "Ini tidak berprikemanusiaan," tegasnya.

Terkait aturan ini, PLN harus memberikan sosialisasi yang massif agar masyarakat tahu soal aturan pencabutan tersebut. "Sekali lagi ini sangat tidak berprikemanusiaan karena PLN ini perusahaan milik negara dan yang menggunakan warga," tambah Firdaus Deppu, yang juga adalah ketua umum Asosiasi Tenaga Ahli dan Kontruksi Indonesia (APTAKSINDO) Sulsel dan mantan ketua OKK BPD HIPMI Sulsel.

Dia juga meminta PLN Wilayah Sulselbar mengevalusi manajer cabang wilayah Bone terkhusus ranting Patangkai Kecamatan Lappariaja Bone yang telah membuat gaduh dan ketidaknyamanan warga di sana," terangnya.

Jangan karena ada aturan yang tidak jelas itu lantas seenaknya mengusik hak-hak masyarakat. Cobalah buka UU Nomor 30 tahun 2009 tentang kelistrikan. Di dalamnya tak ada aturan soal mencabut, ini bisa digugat oleh warga kalau berlebihan. (**)

Berita Terkait