Fajar


 Breaking News


Bupati Gowa Target Tahun ini Ada 20.022 ekor Sapi Hamil

Bupati Gowa Adnan Puritcha IYL.

FAJARonline.COM,GOWA -- Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo mengungkapkan, Kabupaten Gowa berkomitmen mendukung Program Nasional Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2017. Untuk itu, dalam rangka mendukung program tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel memberi target IB kepada Gowa sebesar 30.336 ekor  sapi dan kebuntingan (hamil) 20.022 ekor sapi betina.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dihadapan Dirjen PKH, drh I Ketut Diarmita dan Kadis PKH Sulsel, H Abd Azis berharap program Upsus Siwab ini bisa berumur panjang demi kesejahteraan peternak di Gowa. Dijelaskan Adnan, kegiatan IB di Gowa dimulai sejak 1992 dan didukung tenaga inseminator 3 orang. Dari kegiatan itu sebanyak 50 ekor kelahiran di tahun berikutnya.

Sementara prestasi IB pada 2014 kegiatan IB regular di Gowa hanya mampu melayani akseptor sebanyak 1.937 ekor yang dilakulan oleh 14 orang inseminator. Tahun 2015 terdapat dua kegiatan IB yang jalan berdampingan yaitu IB regular sebanyak 2.463 ekor dan GBIB sebanyak 4.456 ekor sehingga jumlah total di IB oleh 14 inseminator sebanyak 6.919 ekor.

"Terjadi peningkatan rata-rata jumlah yang di IB secara signifikan yaitu 1,4 per ekor per hari per inseminator. Kondisi tersebut adalah pencapaian tertinggi yang pernah terjadi di Kabupaten Gowa karena adanya insentif dan cara kerja yang memadai dari kegiatan GBIB. Dan pada 2016 kegiatan IB di Gowa memperlihatkan wajah sejatinya yaitu hanya diangka 0,5 ekor per hari per inseminator akseptor yang dapat di IB secara regular tanpa bantuan hormon penggertak birahi," jelas Adnan.

Bercermin dari kegiatan GBIB tahun 2015 upaya peningkatan jumlah layanan IB dapat ditempuh melalui kegiatan yang dapat merangsang gairah kerja inseminator dengan metode pendampingan. Peningkatannya sangat fantastis yakni mencapai tiga kali lipat. Karena itu program IB ini dapat berhasil jika dibarengi keterampilan inseminator, sarana prasarana IB, kecukupan tenaga inseminator, kesiapan peternak serta akseptornya dan program yang menyertainya.

Karena itu, para inseminator di lapangan diimbau agar eksis melakukan tugasnya sehingga tercapai tujuan dalam rangka mendukung program Upsus Siwab 2017 di Sulsel. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel memberi target IB kepada Gowa sebesar 30.336 ekor dan kebuntingan 20.022 ekor.

Dalam sosialisasi tersebut, Dirjen PKH, drh I Ketut Diarmita meminta seluruh jajaran PKH mampu meningkatkan SDMnya termasuk meningkatkan kualitas dan kuantitas populasi sapi di Indonesia secara umum dan khususnya di Kabupaten Gowa.

Dalam kesempatan itu dirjen lebih banyak mengarahkan para inseminator maupun petani peternak agar ke depan, populasi sapi lebih besar lagi dalam menunjang program nasional peternakan.

Ketut menilai Sulsel begitu mengalami kemajuan pesat. Dia tidak menyangkal itu sebab meski dia orang Bali namun kerap bertandang ke Sulsel apalagi ketiga anaknya semua lahir di Sulawesi Selatan yakni di Polewali Mandar.

"Kita punya potensi peternakan yang bagus. Jangan biarkan ada tempat 'tidur', jangan biarkan ada tempat yang 'diam'. Tempat-tempat itu harus dimanfaatkan untuk pengembangan, supaya sapi-sapi yang dikeluarkan dari Gowa itu semuanya berkualitas," kata dirjen yang banyak memberikan wejangan dengan mengisahkan keteladanan dan kekuatan seorang ibu dalam mengasuh anaknya.

Karena itu dirjen pun meminta agar petani peternak lebih dominan mengembangkan induk sapi untuk pengembangan produksi dan mengurangi untuk menjual sapi betina. Dirjen juga menyerukan agar jangan ada aparat PKH yang korupsi. "Kita harus pelihara dan rawat sapi betina jangan yang jantannya yang dipelihara. Yang betina itu menghasilkan produk. Mindset petani peternak harus diubah. Bahkan untuk meningkatkan kesejahteraannya maka harus dibuatkan koperasi peternak," katanya.

Ketut juga menegaskan lingkup PKH harus dibersihkan dari tindak korupsi. Dengan begitu IB akan berhasil ke tingkat bawah. Jika ada inseminator melakukan korupsi dalam IB maka berarti pimpinan diatasnya yang berperilaku begitu. Kenapa? Sebab kemungkinan petugas sudah melakukan IB namun anggarannya belum dibayarkan.

"Ada pesan nabi, bayarlah keringat orang sebelum keluar. Sekarang malah yang terjadi keringat orang sudah mengering belum dibayar juga," tandas Dirjen diiringi gelak para peserta sosialisasi.

Dari beberapa arahannya itu, dirjen mengisyaratkan petugas PKH harus disiplin dalam bekerja. " Saya berteman, tapi tidak berteman dalam pekerjaan. Jadi jika ada petugas PKH yang berkinerja tidak disiplin dan baik, maka harus dicoret saja," tegas Ketut.

Selain itu, Kehadiran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Republik Indonesia, drh I Ketut Diarmita di Pemkab Gowa mengundang tawa para rombongan Dirjen maupun pimpinan SKPD dan inseminator yang mengisi ruangan Baruga Karaeng Pattingaloang.

Hal lucu yang mencuat dikarenakan Ketut yang berdarah Bali dan Polmas Sulbar ini mengaku kaget begitu tahu Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang duduk di sebelahnya dalam ruang baruga tersebut.

"Dari tadi saya amati, pak bupati Gowa ini ternyata muda sekali beda jauh dengan usia saya yang 56 tahun sementara pak Bupati Gowa baru 32 tahun. Tapi duduk berdekatan dengan bupati Adnan, saya merasa muda kembali," ucap lepas dirjen saat mengawali sambutannya dalam sosialisasi inseminasi buatan (IB) yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gowa tersebut.(san)

Berita Terkait