Fajar


 Breaking News


I Love Monday: Pencolekan Om-om


FAJARONLINE.COM - Negeri antah berantah kembali heboh abis. Kali ini diakibatkan info adanya penculikan yang marak di hampir seantero wilayah.

Apalagi setelah tersiar kabar bahwa sejumlah warga yang tak pernah menghadiri arisan rutin komunitas "Udin Sedunia", beberapa bulan terakhir.

Ketidakhadiran sejumlah warga negeri itu ditengarai karena mereka diculik oleh orang yang tidak dikenal.

Sebagai Ketua Rukun Teman-teman / Rukun kaWan-kaWan (RT/RW) Udin tentu saja merasa bertanggungjawab. Maka Udin pun segera melakukan beberapa tindakan, di antaranya menyebarkan pamflet berisi ajakan untuk berhati-hati dengan maraknya info soal penculikan.

Isi pamflet itu: Para warga yang baik. Harap waspada tingkat tinggi. Saat ini beredar kabar ada penculik anak usia 17 tahun - 20 tahun. Bapak-bapak dan ibu-ibu, nenek-nenek serta kakek-kakek sekalian, harap menjaga anak, kemenakan, atau cucu kita dengan hati-hati.

Penculik sedang berada di negeri kita. Di kampung-kampung, hingga di pelosok-pelosok. Para penculik diduga menyamar sebagai penjual mainan, orang gila, pengemis, dan lain-lain.

Di akhir selebaran itu, ada permintaan yang tertulis. "Tolong disebarkan. Terima Kasih. Salam Persaudaraan. Ketua RT/RW, Udin.

Langkah lain yang dilakukan sang ketua RT/RW sebagai antisipasi beredarnya info penculikan tersebut adalah dengan melaporkan ke pihak yang berwajib, dan mengunjungi tokoh-tokoh setempat yang berpengaruh, seperti tetua preman.

Nah, suatu ketika saat "road show' ke kantor tetua preman, motor dinas Ketua RT/RW yang ditunggangi Udin mogok di tengah jalan. Padahal tempat tujuan masih jauh, dan tidak ada ojek yang dekat dengan lokasi.

Setelah lama menunggu Udin berpikir untuk mengunduh aplikasi ojek online, dan tak lama berselang ojek yang ditunggu sudah ada di depan mata. Karena tak pernah terlihat naik ojek, kontan foto Udin yang sedang dibonceng tukang ojek tersebar ke dunia maya, dan menjadi viral.

Sesampainya di kantor tetua preman, Udin berbasa-basi dulu. Mengawali pembicaraan tentang motor dinasnya yang mogok di tengah jalan. Dia menjelaskan bahwa mobil dinasnya ada tiga unit. Satu yang standby di kantor, yang biasa dipakai wakil ketua RT/RW, dan satunya lagi dipinjam penjabat ketua RT/RW yang lama. "Penjabat lama akan mengembalikan setelah motor tersebut diperbaiki," katanya.

Kembali ke soal penculikan, Udin mengungkapkan ada warganya yang menghilang beberapa bulan terakhir, dan karenanya dia minta tolong agar tetua preman dapat membantu agar negeri antah-berantah yang dipimpinnya aman dari masalah penculikan.

Menanggapi cerita Udin, sang tetua preman setempat dengan suara berat mengatakan, "kabar soal penculikan anak itu benar-benar hoax alias tidak benar. Yang mendekati kebetulan adalah adanya "pencolekan" terhadap anak berusia 17 tahun ke atas yang ditengarai dilakukan oleh oknum om-om.

Menurut tetua preman, semua pihak harus ekstra waspada, kejahatan terjadi bukan semata-mata karena ada niat pelakunya, melainkan juga karena ada kesempatan.

Jadi, waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!. So, siapa tahu oknum om-om yang dimaksud ada di sekitar kita. Konon menurut analisa tetua preman insaf, ciri oknum om-om yang suka mencolek itu di antaranya, maaf, perut biasanya buncit, penampilan perlente, suka bawa tas kecil yang entah apa isinya, dan rerata mereka tajir-tajir atau mapan secara ekonomi, hehehe. (kritik - saran, WA 08124222468).

Berita Terkait