Fajar


 Breaking News
  • Polisi Ringkus Dua Pelajar Pelaku Curanmor: FAJARONLINE.COM -- Personel Reserse Mobil (Resmob) Polres Ternate kembali meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) pada Senin (19/6) malam lalu. Mirisnya, kedua...
  • Kasihan... Nenek Tewas Terpanggang Saat Tertidur Lelap: FAJARONLINE.COM -- Kota Gorontalo dihebohkan dengan peristiwa kebakaran menyusul dua peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat (23/6) kemarin. Bahkan kebakaran yang menghanguskan...
  • Tiga ABG Kedapatan Pesta Ngelem: FAJARONLINE.COM -- Polres Seruyan menangkap menangkap tiga anak baru gede (ABG) yang sedang ngelem di Stadion Gagah Lurus, Kuala Pembuang, Rabu (21/6) pukul 22:00 WIB. Ketiga ABG...
  • Lagi Asik Main Ayunan, Bocah 10 Tahun Tewas Tergantung: FAJARONLINE.COM -- Seorang bocah tewas tergantung di Jalan BPUTK, RT 01, Sangatta Selatan, Kutim, Kaltim, sekira pukul 12.00 Wita kemarin. Bukan bunuh diri. Hal itu disebabkan...
  • Danny Kagum Melihat Kekompakan Tim Relawannya: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Danny Pomanto sangat kagum melihat kekompakan para relawan dan tim pemenangan yang telah menyatu dalam sebuah komitmen untuk menginginkan Makassar Dua...
  • Layanan Selama Ramadan Masih Dikeluhkan: FAJARONLINE.COM, PINRANG -- Pelayanan Bank Sulselbar Cabang Pinrang selama Ramadan, ternyata masih dikeluhkan. Pengurangan jam layanan selama bulan puasa membuat nasabah merasa...

I Love Monday: Ini April Move, Om



FAJARONLINE.COM - Pernah terlambat ke sekolah, ke kampus, atau ke kantor, dan karena hal tersebut, dengan terpaksa harus membuat alasan agar tidak dimarahi guru, dosen, atau atasan? Hampir semua pernah kan.


Udin pernah mengalaminya. Bahkan berkali-kali. Utamanya saat masih menyandang predikat sebagai mahasiswa.

Suatu ketika, karena malamnya begadang hingga larut, akibatnya dia telat bangun pagi. Si doi akhirnya terlambat pula ke kampus. Padahal hari itu ada ujian mata kuliah psikologi.

Sesampainya di kampus, argumen yang dikemukakan agar dosennya tidak marah adalah, karena ban mobil kampus yang dia tumpangi bersama dua rekan satu fakultasnya, kempes ditusuk paku di tengah jalan.

Mendengar kausa tersebut, dosennya pun memaklumi. Sang dosen yang bijak menyikapinya dengan memberikan kesempatan kepada tiga mahasiswanya yang suka telat itu untuk ujian susulan keesokan harinya. Udin Dkk tentu lega sekaligus riang gembira. "Yesss...," teriaknya setelah di luar ruang dosen.
Pada esok harinya, sang dosen memberikan ujian susulan. Agar tidak saling nyontek, ketiganya ditempatkan di kursi dan meja yang terpisah, dan jaraknya berjauhan.

Karena pertanyaannya hanya dua nomor, maka waktu untuk menjawab soal itu pun dibatasi hanya 30 menit saja.

Soal nomor satu dan dua sangat gampang, namun hingga waktu hampir berakhir, ketiga mahasiswa itu tidak bisa menjawab. Mereka bahkan berkeringat di ruangan kuliah yang ber-AC. Pertanyaannya adalah; siapa nama sopir kampus yang ditumpangi saat pecah ban kemarin, dan ban sebelah mana yang kempes tertusuk paku?

Hingga waktu habis, ketiganya angkat tangan, dan mengaku tak bisa menjawab kedua soal tersebut, karena keterlambatan mereka, bukan karena angkot yang ditumpanginya pecah ban, melainkan karena mereka memang telat bangun yang berdampak pada keterlambatan berangkat ke kampus.

Kepada mahasiswanya yang kerap telat itu, sang dosen mengingatkan agar lain kali tidak memberikan alasan yang dibuat-buat. "Ini bukan April Mop, Bung. Ini April Move, Om!. Sama dengan bulan-bulan lainnya, di mana kita harus bergerak penuh optimis, dan mengedepankan keberanian, kejujuran, dan komitmen," pesan sang dosen kepada si doi.

Kalau tidak mau telat, jangan suka begadang jika tak ada gunanya. "Begadang boleh sajaaa..., kalau ada perlunya...," ujar sang guru besar dengan bersenandung.

Nah, masih mau membuat dalih lain? Kapok kan bikin alasan hoax hahaha. (kritik - saran, WA 08124222468)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE