Fajar

  Breaking News

Amir Syamsuddin, Dari Bengkel Jadi Pengacara

Amir Syamsuddin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

FAJARONLINE.COM -- Awalnya namanya tidak begitu dikenal di Indonesia. Namun, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Kabinet Indonesia Bersatu
II, nama putra Sulsel ini langsung melejit. Pria asal Palopo ini telah lama meninggalkan kampung halamannya. Ia bermukim di Jakarta sejak 1965.

Amir Syamsuddin lahir dengan nama Freddy Tan Toan Sin.  Dia menghabiskan masa kecilnya sampai SMP di Makasar. Lalu lanjut SMA di Surabaya. Saat sekolah, dia juga telah bekerja. Sering kali Ia berganti pekerjaan. Pernah menjadi juru cetak foto dalam kamar gelap, lalu bekerja di pabrik roti. Semua itu dilakukan dengan tujuan menata jalan
mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Tahun 1965 Amir Syamsuddin pindah ke Jakarta. Karena ketertarikannya pada mesin dia bekerja di satu bengkel, lalu membuka bengkel sendiri.

Sambil bekerja, lelaki kelahiran 27 Mei 1946 ini lalu mendaftar kuliah di Fakultas Hukum UI pada 1978. Dia mengawali karier kepangacaraannya dengan menjadi staf magang di Kantor Pengacara O. C. Kaligis pada
1979. Sambil berkuliah sore hari di Universitas Indonesia, Amir terus menempa diri di kantor hukum yang menjadi seperti “universitas” para pengacara papan atas tersebut.

Setelah mengumpulkan cukup bekal, dia membuka kantor hukum sendiri pada 1983. Amir yang mengagumi pemikiran  Muhammad Hatta ini mulai mengembangkan kantor hukumnya.

Prinsip-prinsip koperasi diimplementasikan juga dalam manajemen kantor hukumnya. Kebijakan tersebut membuat
karyawannya merasa bertanggung jawab untuk secara bersama mengembangkan kantor hukum itu. Perlahan namun pasti Amir Syamsuddin & Partners terus berkembang.

Amir Syamsuddin makin berkibar. Seiring dengan itu para klien dari dalam dan luar negeri mulai merapat. Ribuan kasus telah sukses ditanganinya. Meski begitu yang membekas dan tak mungkin dilupakannnya adalah saat
dirinya bersama Albert Hasibuan dipercaya menjadi pengacara Majalah Tempo tahun 1987. Kala itu, Majalah Tempo menghadapi gugatan dari keluarga Presiden Soeharto, yang tidak puas dengan pemberitaan Tempo
mengenai salah satu perusahaan keluarga tersebut.

Meski karir Amir Syamsuddin terus menanjak, namun ia tak lupa meluangkan waktunya untuk terus menimba ilmu. Dia melanjutkan pendidikan S2 hukum di Universitas Indonesia.

Selain bergelut di dunia hukum, Amir juga turut aktif di perpolitikan Indonesia. Di Partai Demokrat, besutan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Amir selalu dipercaya sebagai sosok yang berada pada garda terdepan dalam menghadapi serangan-serangan lawan politik.

Di media, baik elektronik maupun cetak, dia selalu hadir dengan pernyataan-pernyataan yang tegas dan tertata rapi. Dia tidak mudah terpancing dan terjebak. Kelihaiannya itulah membuatnya dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat. (**)

Nama Lengkap : Amir Syamsuddin
Lahir : Palopo, 27 Mei 1946 di Palopo

Istri :
- Evi Amir Syamsuddin

Riwayat Pendidikan :
• S1 Fakultas Hukum UI pada 1978
• S2 Fakultas Hukum UI

Riwayat Pekerjaan :
• Staf magang di Kantor Pengacara O. C. Kaligis pada tahun
1979
• Pengacara Majalah Tempo tahun 1987
• Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Kabinet Indonesia Bersatu II era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
• Sekjen Partai Demokrat 2009-2010. 

Tulisan ini bersumber dari Buku “100 tokoh Sulsel” yang diterbitkan Fajar Perintis Utama (Fajar Group)

Author : Redaksi

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Peduli Masalah Banjir, Bank Sulselbar Salurkan Bantuan

Wajo | 23 menit lalu
 

Panaskan Mesin, Nasdem Gowa Siapkan Rakerda

Politik | 37 menit lalu
 

Jatim Mundur dari Perebutan Juara FFI

All Sportif | 54 menit lalu
 

Hati-hati... Tim Futsal Sumut Bakal Repotkan Sulsel

All Sportif | 58 menit lalu
 

Warga Soroti Pengerukan Kawasan Lindung Gunung Pattirosompe

Wajo | 1 jam lalu
 

139 Pegawai Pensiun, Kebutuhan ASN di Wajo Mendesak

Wajo | 1 jam lalu
 

Bunuh Anak dan Istri Pakai Kapak, Pria Ini Divonis Seumur Hidup

Peristiwa | 2 jam lalu
 

NH Klaim Gerindra, IMB Akui Agus Juga Berpeluang 

Pilgub Sulsel 2018 | 2 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia Turun ke Posisi 4

All Sportif | 2 jam lalu
 

Bahagia Dapat Remisi Kemerdekaan, Hendak Hirup Udara Bebas, Eh......

Peristiwa | 2 jam lalu
 

740 Karateka Berebut Juara di Kejuaraan MSH Inkanas Sulselbar

All Sportif | 3 jam lalu
 

Karateka Tompotika Masih Mendominasi

All Sportif | 3 jam lalu
 

Suzuki GSX 150 Jelajahi Bantaeng, Dirut PT SGM Turut Serta

Bantaeng | 3 jam lalu
 

Bappeda Makassar Gelar Diskusi KPJU Bersama SEM Institute

Metropolis | 3 jam lalu
 

PT Sinar Galesong Mandiri Serahkan Bibit Mahoni dan Trembesi ke...

Bantaeng | 3 jam lalu
 

400 Anak Palestina Dipenjara di Israel dan Alami Penyiksaan

Internasional | 3 jam lalu
 

Preview Bayern Munchen vs Bayer Leverkusen: Garansi Kemenangan...

Liga Jerman | 3 jam lalu
 

Kerangka Brimob Asal Bone Korban Tsunami Aceh Ditemukan, 10 Peluru...

Peristiwa | 3 jam lalu
 

Perda Kawasan Industri Disahkan

Maros | 4 jam lalu
 

Dosen UIM Makassar Ikut Kongres APACPH di Korea Selatan

Pendidikan | 4 jam lalu
 

Mamuju Utara Fokus Benahi Wajah Ibu Kota

Mamuju Utara | 5 jam lalu
 

Anak Prajurit Semarakkan Kemerdekaan dengan Pawai Sepeda Hias, Begini...

Metropolis | 5 jam lalu
 

Orang Gila Kembali Bikin Heboh, Parangi Mertua dan Anak Tiri di Gowa

Peristiwa | 5 jam lalu
 

Isu Follower Artis Porno, Calon Wali Kota Ini Justru Ingatkan Bahaya...

Nasional | 5 jam lalu
 

Satu Hati Satu Indonesia Wujud Honda Rayakan HUT RI 72

Metropolis | 5 jam lalu

Load More