Fajar


 Breaking News


DR ZAKIR NAIK DI UNHAS

Aswar Hasan

PENDAFTAR calon pendengar Zakir Naik yang akan berceramah tentang Alquran dan sains modern hari Senin tanggal 10 April 2017 di BarugaPettarani Unhas telah melampaui kapasitas kursiyang tersedia di gedung tersebut. Saya pun ditelepon keluarga dari kampung yang berencanadatang menghadiri acara tersebut. Luar biasaanimo masyarakat untuk mendengar langsung ceramah sang fenomenal Zakir Naik.

Siapakah sebenarnya Zakir naik? Nama lengkap Zakir Abdul Karim Naik. Lahir 18 Oktober 1965 di Mumbai, India. Sarjana Kedokteran di University of Mumbai tetapi kemudian berhenti melakoni profesi dokter medis dan beralih menjadi mubalig. Ia adalah murid dari Ahmad Deedat penulis buku yang terkenal dengan judul e Choice. Namun dalam waktu singkat ia telah memiliki kemampuan yang tidak kalah dari sang Guru. Zakir menghafal Alquran dan ribuan hadis serta menguasai Bibel, Weda, Yajurveda, Rigvwda, Tripitaka dan kitab Bhagavad Gita, Ramayana dan Mahabrata. Ia ahli mantiq atau logika, sejarah dan aneka ragam pengetahuan modern.

Namanya demikian ditakuti oleh kaum phobia Islam. Ia pun dicekal sejumlah negara di dunia, seperti Amerika dan beberapa negara di Eropa, bukan karena ia terlibat teroris, tetapi sabdanya memang bisa meneror kestabilan iman kaum non muslim. Karenanya ia begitu ditakuti (tepatnya dicemaskan).

Tak jarang ia mengoreksi khotbah pastor atau pendeta karena ketahuan salah mengutip Bibel. Zakir meluruskannya, sebagaimana apa kata Bibel. Terkesan Zakir lebih menguasai dan memahami apa kata Bibel dibanding sang pastor atau pendeta.

Ia telah mengislamkan ratusan ribu orang di dunia tanpa paksaan atau agitasi dan intimidasi. Mereka masuk Islam karena menerima kebenaran Islam sebagaimana yang dijelaskan Naik. Bahkan, Zakir Naik telah melayangkan tantangan debat terbuka kepada Paus Yohanes Paulus II di Vatikan Roma. Namun, tantangan itu belum dijawab. Jika saja debat itu akhirnya terjadi, tentu itu akan menjadi peristiwa dunia yang terhebat di abad ini.

Pernyataan Zakir Naik yang paling menantang,ketika dia berkata: “Jika kaum Kristiani manapun dapat menunjukkan satu saja pernyataan tegas yang tidak ambigu dari Bibel versi mana pun dimana Yesus sendiri berkata; Akulah Tuhan’ atau Yesus sendiri berkata; “Sembahlah Aku, maka saya siap masuk Kristen.”

Sangat di sayangkan, dakwahnya di sembilan kota sebelumnya, tidak disiarkan oleh TV Swasta ataupun TVRI secara live penuh. Padahal, penonton stasiun televisi tersebut adalah mayoritas umat Islam yang membutuhkan
pencerahan iman atas agama yang diyakininya.

Semoga saja sejumlah TV swasta atau pun TVRI Makassar mau menyiarkannya. Betapa tidak, karena ada hak publik untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Lagi pula, frekuensi yang mereka gunakan adalah milik masyarakat Makassar yang dipinjamkan kepada mereka.

Kesediaan Unhas menerima DR. Zakir Naik untuk berceramah di Baruga Andi Pettarani dengan tema Alquran dan sains modern, patut diapresiasi. Mungkin, karena segenap pimpinan Unhas sangat paham pernyataan Albert Einstein yang menyatakan; “Science without religion is lame, Religion without science is Blind.“

Wallahu A’lam Bishawwabe.

Berita Terkait