Fajar


 Breaking News

Begini Tanda-tanda Orang Mengalami Pembengkakan Prostat

ILUSTRASI


FAJARONLINE.COM - Buang air kecil (BAK) dengan intensitas tinggi di malam hari bagi pria berusia di atas 40 tahun wajib diwaspadai. Bisa jadi hal tersebut pertanda pembesaran prostat.

Prostat bagian dari sistem reproduksi pria. Berfungsi memproduksi cairan semen yang berguna sebagai pengangkut sperma. Letaknya di bawah kandung kemih.

Normalnya prostat berukuran kira-kira sebesar kuning telur ayam atau sebesar buah kenari. Seiring dengan bertambahnya usia, prostat akan mengalami pembesaran sehingga mengganggu pria saat berkemih.

Spesialis Urologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, dr Abdul Azis Sp U memaparkan, biasanya prostat akan mengalami gangguan dan bergejala ketika usia 50 tahun ke atas. Tetapi pembesaran prostat terjadi di usia 40 tahunan, gejala awalnya sering kencing setiap hari.

"Normalnya orang kencing jaraknya tiga hingga empat jam baru kencing. Pada gejala prostat sering kencing, satu hingga dua jam kencing lagi, apalagi terasa nyeri saat kencing," tuturnya saat ditemui di Rumah Sakit Siloam Makassar.

Gejala nokturnalnya sering terbangun di malam hari saat tertidur untuk Buang Air Kecil (BAK). Kejadian ini normal terjadi ketika terbangun satu kali saja setiap malam, tetapi gejala prostat bangun di malam hari untuk BAK yang berulang-ulang, sehingga pria tidak merasakan tidur nyenyak.

"Gangguan prostat terjadi disebabkan ketidakseimbangan hormon pada pria yang dipicu gaya hidup, merokok, minum beralkohol, makanan kolestrol tinggi dan terlalu sering menahan kencing," ujar dokter alumni Universitas Erlangga ini.

Senada, Spesialis Urologi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dr dr Azwar Amir Sp U, mengungkapkan untuk tahap pertama atau ringan, gejala prostat berupa keseringan bangun saat malam hari untuk BAK.

"Saat di WC buang air juga lama keluar, kalau pun keluar sangat sedikit dan jika tahap lanjut terasa sakit saat buang air kecil," katanya saat ditemui di ruang praktiknya Kompleks IDI Pettarani Blok G 10/9.

Untuk penanganan gangguan prostat, awalnya dilihat dari keluhan pasien kemudian diambil tindakan obervasi dengan mengurangi konsumsi air putih di malam hari. Sebaliknya diperbanyak di siang hari. Normalnya delapan gelas bagi pasien yang tidak mengalami gangguan ginjal.

Jika observasi yang dilakukan selama beberapa minggu tidak mengurangi keluhan pasien maka diberikan obat (5-Alpha Reductase Inhibitor). Gunanya untuk mencegah pembesaran pada prostat dengan menghambat hormon testosteron.

"Jika semakin parah maka tindakan pembedahan tanpa luka dilakukan. Yakni Trans Urethral Resection Of The Prostate (TURP), Laser Prostatektomi dan Bipolar Plasma Resection System untuk membuang jaringan prostat sehingga dapat berkemih kembali dengan lancar." Tutupnya. (ica)

 

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE