Fajar


 Breaking News
  • Polisi Ringkus Dua Pelajar Pelaku Curanmor: FAJARONLINE.COM -- Personel Reserse Mobil (Resmob) Polres Ternate kembali meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) pada Senin (19/6) malam lalu. Mirisnya, kedua...
  • Kasihan... Nenek Tewas Terpanggang Saat Tertidur Lelap: FAJARONLINE.COM -- Kota Gorontalo dihebohkan dengan peristiwa kebakaran menyusul dua peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat (23/6) kemarin. Bahkan kebakaran yang menghanguskan...
  • Tiga ABG Kedapatan Pesta Ngelem: FAJARONLINE.COM -- Polres Seruyan menangkap menangkap tiga anak baru gede (ABG) yang sedang ngelem di Stadion Gagah Lurus, Kuala Pembuang, Rabu (21/6) pukul 22:00 WIB. Ketiga ABG...
  • Lagi Asik Main Ayunan, Bocah 10 Tahun Tewas Tergantung: FAJARONLINE.COM -- Seorang bocah tewas tergantung di Jalan BPUTK, RT 01, Sangatta Selatan, Kutim, Kaltim, sekira pukul 12.00 Wita kemarin. Bukan bunuh diri. Hal itu disebabkan...
  • Danny Kagum Melihat Kekompakan Tim Relawannya: FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Danny Pomanto sangat kagum melihat kekompakan para relawan dan tim pemenangan yang telah menyatu dalam sebuah komitmen untuk menginginkan Makassar Dua...
  • Layanan Selama Ramadan Masih Dikeluhkan: FAJARONLINE.COM, PINRANG -- Pelayanan Bank Sulselbar Cabang Pinrang selama Ramadan, ternyata masih dikeluhkan. Pengurangan jam layanan selama bulan puasa membuat nasabah merasa...

Nelayan Sinjai Tewas di Kalimantan, Ahli Waris Dapat Santunan Rp160 Juta



FAJARONLINE.COM,SINJAI - Duka keluarga nelayan asal Sinjai yang meninggal di Kalimantan, Abdul Malik sedikit terobati. Ahli warisnya, Islamiah mendapat santunan asuransi Jasindo Rp160 juta.

Santunan diserahkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Sinjai kepada Islamiah di Desa Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan, Selasa (11/4/2017). Tepatnya di Balai Pertemuan Desa Padaelo.

Kepala Desa Padaelo, Sajaruddin Latief mengatakan, dua nelayan warga Desa Padaelo yang terkena musibah meninggal dunia dalam kurun waktu tiga bulan sudah dibayarkan pihak Jasindo melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Sinjai.

Masing-masing mendapatkan Rp160 juta. Santunan ini diperuntukkan untuk nelayan yang telah terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan.

Bersasarkan keputusan Menteri Kelautan, nelayan yang meninggal dunia di darat dan terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan, wajib menerima santunan berupa uang tunai Rp160 juta. Sedangkan yang meninggal dunia di laut mendapat santunan Rp200 juta.

Islamiah berterima kasih kepada Kementerian Kelautan serta Dinas Perikanan dan Kelautan, atas perhatian dan komitmen membantu, meski nyawa tidak bisa diganti dengan uang. "Apa boleh buat, sudah jalan takdir," ujarnya.

Suami Islamiah, Abdul Malik meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah melakukan aktivitas menyelam malam untuk menangkap ikan di wilayah Kalimantan beberapa waktu lalu. (sir)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE