Fajar


 Breaking News

Kerja Dinas KPSPP-KB Sulsel Terhambat, Administrator Data Base Kependudukan Belum Ada

ILUSTRASI


FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk (KPSPP) dan Keluarga Berencana (KB) Sulsel terus mengupayakan pelayanan kependudukan. Namun kendalanya, administator data base (ADB) kependudukan yang belum ada.

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk (KPSPP) dan Keluarga Berencana (KB) Sulsel, Lutfi Natsir, menjelaskan, perekaman data kependudukan sekarang bukan lagi asas domisili.

"Akan tetapi, di daerah mana saja penduduk boleh melakukan perekaman data kependudukan karena sistem administrasi kependudukan sudah terintegrasi pusat dan daerah," ujarnya.

Hal tersebut sudah berlaku di setiap daerah, sehingga masyarakat mestinya proaktif melakukan perekaman KTP-el.

Data perekaman KTP-el dari penduduk 9,2 juta dengan wajib KTP-el sekitar 8 juta jiwa, Sulsel baru mencapai 82 persen sementara pusat mencapai 93 persen.

"Kita masih tertinggal 11 persen dari pusat, dan memang untuk data kependudukan memang tak bisa mencapai 100 persen, karena ada terus pertumbuhan penduduk," ungkapnya.

Namun yang menjadi kendala juga di Dinas KPSPP dan KB, pengawai administrator data base (adb) belum ada. Alasannya proses kepindahan pegawai yang menangani adb. Pasalnya abd dulunya melekat dari ke Biro Pemerintah ke Catatan Sipil terhambat di BKD Sulsel.

"Padahal perannya sangat penting. Server sudah diserahkan, tapi pengelola server belum. Masa saya harus melatih orang Adb (administrator data base), abd ini kan orang yang bertugas harus kualifaid, dan punya integritas," ungkapnya. Peran ADB juga sangat dibutuhkan mengoneksikan server-server data kependudukan. (ham)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE