Fajar

  Breaking News

Rumah Perempuan Veteran Terancam Dirampas Kodam, Begini Kisahnya

FOTO: MARKASA RANI/FAJAR
Metropolis - 21 April 2017, 21:58:52

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Andi Norma Batari (87) merupakan salah satu veteran Sulsel yang masih hidup hingga saat ini.

Saat terakhir FAJAR berkunjung di kediamannya di Jalan Lagaligo kemarin, ia tampak masih sehat bugar. Hanya saja, dia sedikit mengeluh pada bagian lutut. Ia sempat terjatuh saat hujan di halaman rumah kecilnya.

Andi Norma Batari menceritakan pengalamannya kepada FAJAR. Salah satu lulusan sekolah Sihan Gakko, didikan Jepang di Makassar itu tidak membuat Andi Norma Batari melupakan cita-citanya menggerakkan kaum wanita ikut berjuang di era reformasi.

Perempuan yang lahir 23 November 1930 ini sejak kecil hidup tanpa ayah. Ia dan ketiga saudaranya hanya diasuh oleh ibunya. Ayahnya meninggal saat umurnya masih tiga bulan. Pada tahun 1940-an ia masuk ke sekolah milik Jepang, Sihan Gakko di Makassar. Selain belajar menjadi guru, mereka juga dilatih menjadi tentara. Memegang senjata dan belajar taktik.

Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki dibom menggunakan bom atom oleh Amerika Serikat (AS). Saat peristiwa itu terjadi, berpengaruh pada kedudukan Jepang di Makassar. Mengakibatkan sekolah bentukan Jepang ditutup. Beruntung kejadian itu tiga bulan setelah Andi Batari, sapaan Andi Norma Batari lulus.

Karena kejadian itu, komunikasi lulusan Sihan Gakko dengan Jepang ikut terputus. Setelah itu Andi Batari dan teman- temannya mendaftar sebagai tentara cadangan atau istilah sekarang sukarela.

"Jadi tahun 1945 semua sekolah Jepang dibubarkan. Kami bergabung dengan teman- teman yang kami sepakati. Karena memang pernah Presiden Soekarno mengumpulkan murid- murid dari Jepang untuk menaikkan bendera pertama di Makassar pada tahun 1944. Tetapi bendera merah putih berada di bawah bendera Jepang karena pada saat itu belum merdeka," ungkapnya, ditemui di kediamannya di Jalan Lagaligo, Kecamatan Ujung Pandang.

Lanjut perempuan 87 tahun tersebut, saat 1946 ia dan teman-temannya mulai tercerai berai. Dari yang dulunya komunikasi melalui surat. Ia lalu masuk ke Palang Merah sebagai tempat persembunyian. Pasalnya saat itu terjadi peristiwa korban 40.000 jiwa yang dilakukan oleh pasukan Westerling, Belanda. Dimana pasukan masih menyasar untuk mencari mereka.

Saat kemerdekaan ia memilih bergabung dengan teman- temannya. Di antaranya Usman Salim, Jafar, Abu Bakar, dan teman-teman dari kabupaten lainnya. Saat itu juga sudah banyak yang mulai ditangkap dan dibuang ke Nusa Kambangan.

Setelah masa penyisiran selesai, ia lalu mendapat tugas sebagai ekspedisi. Atau saat itu sebagai pengantar surat masuk ke penjara Hogepad Jalan Ahmad Yani. Berita dari sana saya bawa penjara secara sembunyi- sembunyi," tuturnya.

Saat itu, sebagai salah satu wanita tomboy ia kerap melakukan penyamaran sebagai pria, ikut masuk dengan pengunjung ke penjara. Hal tersebut dilakukan setiap seminggu sekali pada hari minggu dan tidak pernah tertangkap.

"Salah satunya surat untuk Arifin Nu'Mang (Kol. Purn. Arifin Nu'mang). Dia salah satu kunci perjuangan. Saya dipercaya karena memang saya sudah dikenal," ungkapnya sambil memperlihatkan foto-fotonya.

Pada tahun 1946 ia juga hampir mati. Saat terjadi tembak menembak ia berada ditengah pertempuran, sempat terkena peluru. Beruntung hanya tergores dibagian ketiak. Ia bahkan hampir mengirah mati pada saat itu.

Pada 1 Juni 1947 ia lalu di jodohkan dengan suaminya Ince Abdul Makmur seorang pegawai PLN milik Belanda pada zaman itu. Ia mengaku saat itu ia dan suami tidak pernah satu pemikiran. Ia yang ingin terus berjuang sementara suami hanya pasrah menjadi pegawai biasa. Bahkan saudara kembarnya Andi Nurhayati memilih menjadi orang biasa saja mengurus orangtuanya lalu menikah dengan keluarga Raja di Bantaeng. Sebelum menikah Andi Norma memilih meninggalkan keluarga demi keselamatan keluarganya.

Pada tahun- tahun pertamanya, ia mengaku suaminya tidak mengetahui pekerjaannya sebagai pejuang kemerdekaan. Bahkan tugas mengantar surat dan melakukan rapat di rumah, ia lakukan saat sang suami berangkat kerja.

"Jadi nanti suami pergi kerja, teman- teman baru datang kerumah rapat di Jalan Anuang. Suami tidak tau saya sebagai pejuang karena kakakku bilang jangan beritahukan suami karena kita tidak tau apakah dia merah putih atau bukan karena dulu bekerja di PLN milik Belanda," ingatnya.

Tapi rahasianya tidak berlangsung lama, karena pada peristiwa 5 Agustus 1950 atau dikenal peristiwa Andi Azis banyak rumah yang dibakar. Termasuk rumah miliknya di Jalan Anuang. Seluruh rumah yang ada di daerah tersebut dibakar. Hal tersebut karena daerah teresebut menjadi salah satu markas tempat berkumpul termasuk pejuang dari daerah.

"Saat itu saya, suami dan satu anak saya melarikan diri ke Jalan Vetran yang dulu dikenal Jalan kereta api. Kita menyebrang tengah malam hingga batas kota," tuturnya.

Beruntung tahun 1950 sudah dikenal namanya pemerintahan Indonesia. Ia diberikan rumah pengganti rumah pribadinya yang dibakar. Ia dan beberapa orang lainnya mendapat rumah di Jalan Chairil Anwar No.21 A dari pemerintah. Di mana sekarang jalan tempat tersebut menjadi Gedung Balai Manunggal Jenderal M Jusuf. Setelah masa itu, ia memilih menjadi guru bahkan menjadi pengawas dibidang pendidikan.

"Dulu tempat itu dikasih pemerintah karena mereka tahu kalau kita sisa-sia pejuang. Tapi pada tahun 1981 kami diminta pindah dari Jalan Chairil Anwar. Karena akan dibangun gedung milik Kodam. Lalu saya dan lainnya dipindahkan lagi dan diberikan rumah gubuk di Jalan Lagaligo yang sekarang saya tempati. Tetapi sekarang malah orang Kodam mengklaim ini adalah tanah negara kami diminta pindah," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Padahal saya dari tahun 1981-2017 membayar PBB. Saya sudah coba mendatangi Kodam untuk bertemu Pangdam tapi tidak diberikan kesempatan. Saat itu kami tidak diberi sertifikat hanya lisan," tutur mantan Komisaris Golkar Kota Madya Ujung Pandang ini.

Kini perempuan sembilan anak ini berharap Kodam VII Wirabuana yang kini berganti Kodam XIV/ Hasanuddin tidak mengambil rumahnya dengan alasan milik negara. Sementara itu adalah pengganti rumah miliknya yang diambil.

"Saya tidak akan menyerah. Di rumah ini saya mendidik anak-anak saya. Apa ini balasan dari perjuangan kami. Tentara tidak akan jadi seperti ini tanpa guru dan pejuang dulu. Sampai matipun saya tidak akan memberikan rumah ini," tutupnya. (ksa)

Author : Muhammad Nursam

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Surat Sakit untuk “Papa” Setnov

Surat keterangan sakit adalah surat yang dikeluarkan dokter yang berada di rumah sakit, puskesmas, atau praktik pribadi yang menerangkan seorang...
 

Nama Koperasi Mininal Tiga Kata

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Muhlis, menekankan pendirian koperasi harus...
 

Musik Intelektual untuk Kalangan Muda

* Perhelatan Makassar Jazz Festival 2017 Rasa Makassar Jazz Festival tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Lebih banyak ruang untuk...
 

Rakyat dan Bangsa

Mencintai bangsa berarti mencintai rakyat Indonesia. Makna kalimat ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai komunitas etnis...
 

Polisi Dalami Keterlibatan Novanto di Kasus Narkoba

FAJARONLINE.CO.ID - Aparat kepolisian sedang berupaya mengungkap peredaran narkoba yang diduga dikomandoi Novanto. Langkah awal makin mudah karena...
 

Madrid Dianggap Tak Sekuat Musim Lalu, Ronaldo: Tenang.... Tenang...

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Bintang Real Madrid mencoba menenangkan fans mereka menyusul start kurang mulus mereka di La Liga. Ia menegaskan...
 

Chelsea Coba Ganggu Pemain Incaran Barcelona

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Raksasa Inggris, Chelsea tidak akan membiarkan Barcelona dengan mudah mendapatkan Milan Skriniar dari Inter Milan....
 

Italia Gagal ke Piala Dunia, Montella: Ini Sangat Merusak Sepak Bola Kita

FAJARONLINE.CO.ID, NAPLES—Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella turut berbicara terkait kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Mantan...
 

Griezmann Dikabarkan Setuju ke Barcelona, Koke Bilang Kalau Tidak Suka Pergi Saja

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Barcelona baru-baru ini dikabarkan sudah berhasil membuat kesepakatan dengan bomber Atletico Madrid, Antoine...
 

AC Milan Tak Takut Meski Napoli Memainkan Sepak Bola Terbaik Eropa

FAJARONLINE.CO.ID, NAPLES—Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella akan memimpin anak asuhnya untuk menantang pemuncak klasemen, Napoli di giornata...
 

Tanggapi Pengeritiknya, Ronaldo: Saya Lebih dari Sekadar Gol

FAJARONLINE.CO.ID, MADRID—Superstar Real Madrid, Cristiano Ronaldo menanggapi para pengeritiknya yang mengatakan bahwa dia tidak bermain bagus...
 

Tidar Janjikan 300 Ribu Suara kepada Pasangan Ini

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Pengurus Daerah Tidar (Tunas Indonesia Raya) Sulsel mengaku siap menopang perjuangan pasangan Nurdin Abdullah-Andi...
 

Astra Masuk Lorong Periksa Tensi Darah Warga

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - PT Astra International menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Rappocini lorong III yang menjadi lorong binaan Astra,...
 

Ibunya Digosipkan Terus, Kasihan Anak Umi Pipik

FAJARONLINE.CO.ID, JAKARTA - Isu pernikahan diam-diam Umi Pipik dan Sunu eks Matta Band tak hanya meresahkan kedua nama itu. Keluarga mereka...
 

Makanan di Rumah Sakit Ini “Bikin Pasien Ingin Sakit”

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Sebuah rumah sakit di Inggris, Rumah Sakit King Edward VII menjadi perbincangan di media sosial. Pasien yang baru...
 

Pelajar 14 Tahun Dipaksa Layani 20 Pria Setelah Diberi Narkoba

FAJARONLINE.COI.D, COVENTRY—Geng seks menculik seorang pelajar 14 tahun selama lima hari. Selama penyekapan, si gadis remaja dipaksa...
 

Belut Besar Dimasukkan Lewat Anus, Pria Mabuk Malu Mengatakan Alasannya

FAJARONLINE.CO.ID, NANCHANG—Peristiwa mengejutkan terjadi di Nanchang, China. Seekor belut besar yang masih hidup ditemukan di dalam tubuh...
 

Helikopter dan Pesawat Tabrakan, Semua Penumpang Tewas

FAJARONLINE.CO.ID, MANCHESTER--Sebuah helikopter dan pesawat kecil yang diduga sebagai pesawat latih bertabrakan di udara dan jatuh di lapangan...
 

Ada Tato di Kemaluan, Guru Cantik Ini Tukar Nilai Bagus dengan Seks

FAJARONLINE.CO.ID, MEDELIN—Seorang guru bernama Yokasta M menghadapi ancaman penjara setelah dia memaksa murid untuk berhubungan seks dengannya...
 

ARB: Nurdin Halid Bisa Membawa Kemajuan di Sulsel

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR---Ketua Dewa Penasehat Partai Golkar Abu Rizal Bakrie menghadiri deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur...
 

NH-Aziz Proyeksikan Sulsel Jadi Pusat Agrobisnis Terbesar di Asia Tenggara

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-- Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), tidak sekadar...
 

Manajer Spurs: Wenger Musuh Saya karena Dia Pelatih Arsenal

FAJARONLINE.CO.ID, LONDON—Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino memuji Pelatih Arsenal, Arsene Wenger jelang derby London Utara yang...
 

Bikin Muak, Kasus Setya Novanto Mirip Sinetron Cinta Fitri, Golkar Diminta Fokus Munaslub

FAJARONLINE.CO.ID -- Kasus yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar membikin gerah para kadernya. Di tataran akar rumput, mereka mulai jengah dan...
 

Tembak Mahasiswi, Identitas dan Motif Pelaku Masih jadi Misteri

FAJARONLINE.CO.ID -- Polresta Palembang masih terus mencari pelaku penembakan terhadap Winda, 21, mahasiswi salah satu kampus di Palembang, Sumsel....
 

Nekat Jadi Kurir Narkoba Demi Biaya Pengobatan Anak

FAJARONLINE.CO.ID -- Seorang buruh di Kelurahan Kebonjeruk, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, ini nekat menjadi kurir narkoba. Namun, langkah Asep...

Load More