Fajar


 Breaking News

Andi Darussalam Tabusalla, Dedikasikan Diri Untuk Dunia Olahraga

Andi Darussalam Tabusalla, Ketua KONI Sulsel.

“ Seribu kawan terlalu sedikit, dan satu lawan
terlalu banyak “

 

FAJARONLINE.COM -- Prinsip hidup itulah yang dipegang teguh Andi Darussalam Tabusalla (ADS). Dia dikenal  memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia olahraga. Hidupnya seolah menyatu dengan perjalanan sejarah  olahraga nasional, utamanya sepak bola.

Karier pria yang akrab disapa ADS ini dimulai sejak tahun 70-an, tepatnya 1977 saat dirinya mendapat amanah menjadi Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jakarta Raya. Dari tangan pria kelahiran Surabaya, 25 Agustus 1950 ini muncul beberapa atlet berprestasi di percaturan Indonesia seperti Utut Adianto (alm), Edi Handoko, dan banyak pecatur nasional lainnya yang lahir dari hasil binaannya.

Puncak karier dalam dunia percaturan saat anak pertama pasangan Andi Tabusalla dan Hj Maryam Mattalitti ini juga diberi amanah menjadi ketua Bidang Pembinaan Percasi yang berada di bawah pimpinan Bob Hasan tahun 1990-1994. Indonesia sempat diminta menjadi tuan rumah kejuaraan Federation International d’Echess (FIDE) atau yang dikenal dengan Federasi Catur Internasional yang berupaya mempertemukan peringkat III Anatoly Karpov (Uni Soviet) melawan Jan Timman (peringkat ke-4) dari Negeri Belanda. Saat itu Machnan Kamaluddin dan ADS ditunjuk sebagai pelaksana.

Tidak hanya mecetak sejarah berkarier di percaturan Indonesia, pada 1980, saat klub Makassar Utama lahir,  dirinya mendapat amanah sebagai pembantu umum. Suami Andi Tenriangka Yasin Limpo ini juga menjadi penghubung Makassar Utama dengan Liga Sepak Bola Utama (Lagatama). Setelah itu dirinya dipercaya memimpin tim Liga Selection. Ia juga manajer tim itu ke turnamen sepak bola bergengsi, King Cup  (Piala Raja) di Bangkok tahun 1987 selama tiga tahun berturut-turut.

Andi Darussalam Tabusalla, Ketua KONI Sulsel yang telah melintang di pentas nasional di berbagai organisasi olahraga. (Foto: Dok/FAJAR)

Ia juga sempat menjadi manajer tim nasional PSSI ke Piala Kemerdekaan 1988 dan tim nasional PSSI yang lolos
ke putaran final Piala Asia di China tahun 1990. ADS juga diberi tanggung jawab memimpin Tim Nasional  menghadapi Kejuaraan ASEAN Football Federation (AFF) dan putaran final Piala Asia di Jakarta, 2007.

Tahun 2008, ADS mengemban amanah yang lebih besar yakni menjadi Direktur Badan Liga Indonesia. Pada peringatan HUT ke-80 PSSI dirinya mendapat penghargaan Suratin Utama atas pengabdiannya di  persepakbolaan nasional lebih 25 tahun.

Hingga akhirnya diberi amanah memegang KONI Sulsel pada 2013 hingga sekarang. ADS mengaku yang paling 

berkesan selama perjalanan kariernya ialah saat berhasil menyatukan KPSI dengan PSSI yang saat itu  berada di bawah kepemimpinan Djohar.

Meskipun ADS dilahirkan di Surabaya, tetapi aslinya adalah keturunan  Parepare. Dia mulai mengenal sepak bola tahun 1982, dan kini menjadi Ketua Umum KONI Sulsel sejak tahun 2013. Dalam dunia olahraga, ADS malang melintang tidak saja di sepak bola, tetapi hampir semua cabang olahraga pernah dibina, seperti Pengurus PB Perpani tahun 1997-2000.

Baik di tingkat nasional maupun di daerah, ADS juga sangat akrab dengan banyak kalangan. Itu karena ia juga
menjadi pembina olahraga di daerah, seperti Jatim dan Sulsel. Tahun 2009, mendapat penghargaan dari  KONI Jatim sebagai pembina olahraga panahan Jatim. Cabang panahan salah satu penyumbang terbesar medali emas Jatim di PON 2008 Kaltim.

Di cabang pencaksilat, ADS juga turut membantu Indonesia. Sejak lama ia menjadi pembina di cabang  olahraga tersebut, baik di tingkat PB maupun di Pengda Sulsel. Cabang lain, yakni catur. ADS pernah memimpin organisasi yang melahirkan pecatur terkenal seperti Utut Adianto, Susanto Megaranto ini. Hingga kini masih tercatat sebagai pembina.

Sosok ADS dikenal piawai dalam lobi, persahabatan dan tegas dalam mengambil keputusan. Karena itulah  keluarga Bakrie Group mempercayakan urusan Lapindo Brantas dalam kendali ADS. Seperti diketahui kasus semburan lumpur di Porong Sidoarjo Jawa Timur adalah salah satu kasus paling pelik di tanah air yang hingga kini masih kerap bergejolak.

Semburan lumpur menyebabkan tutupnya tak kurang dari 10 pabrik dan 90 hektare sawah serta pemukiman  penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi. Banjir Lumpur panas selain mengganggu jadwal perjalanan
kereta api dari dan ke Surabaya, juga menyebabkan jalan tol Surabaya Gempol ditutup dan terpaksa diganti
Jalan Tol Gempol-Kejapanan. (**)

 

DATA DIRI:
NAMA LENGKAP: Andi Darussalam Tabusalla

KELAHIRAN : Surabaya, 25 Agustus 1950

Istri :
Tenriangka Yasin Limpo

Hobi :
Golf dan Sepak Bola

PENGALAMAN:

Olahraga :
• Manajer Makassar Utama tahun 1983-1985
• Komisi Disiplin PSSI 2005-2006
• Direktur Exekutif PT Liga Indonesia 2006-2007
• Ketua PT Liga Indonesia 2007-2009
• Manajer Tim Nasional Piala AFF 2010
• Ketua Umum Pengda Perpani Jawa Timur
• Ketua umum PB Percasi
• Presiden Kehormatan Tapaksuci Tahun 2014
• Pembina Yayasan Arema Indonesia (hingga kini)
• Penasihat PSM (hingga kini)
• Ketua Umum KONI Sulsel 2013-sekarang

Bidang lain :
• Direktur Minarak Lapindo (sekarang)
• Jurubicara keluarga Syahrul Yasin Limpo (Pilgub tahun 2007)

 * Tulisan ini bersumber dari Buku “100 tokoh Sulsel” yang diterbitkan Fajar Perintis Utama (Fajar Group)

Berita Terkait

🎬Populer Hari ini