Fajar


 Breaking News

I Love Monday: Pemimpin DUIT



FAJARONLINE.COM - Lama dag dig dug menunggu hasil Pemilihan Kepala Daerah - Langsung (Pilkada - L), perasaan Udin kini plong. Di tengah gegap gempita final pesta demokrasi, sorak sorai, campur aduk dengan air mata haru, kecewa, dan kesedihan para brother - sister s se-antero negeri, telah hadir pemimpin yang lahir berkat DUIT.

Yaaa..., pemimpin DUIT. Dalam upaya mewujudkan impiannya menjadi pemimpin, seseorang menghabiskan harta nan banyak. Di sisi lain, lebih banyak lagi pemimpi yang berharap mulus mendapatkan fulus, meski dengan akal bulus, agar kandidatnya lulus ke kursi orang nomor satu. Itulah kerjaan tim sukses.

Sembari menikmati kopi pagi yang indah, Udin mendengarkan lagu berjudul DUIT yang dinyanyikan kelompok musik Nirwana Band. "... Pengen sukses di jabatan ya pake duit. Pengen sukses jadi artis ya pake duit. Pengen sukses, pengen kaya ya pake duit. Pengen sukses segalanya ya pake duit,.. bla, bla, bla...."

Belum selesai mendengarkan lagu tersebut, pria perlente itu terkesima membaca berita di koran yang menyebutkan bahwa harga bawang turun, petani cemas. Padahal menurut Udin, bawang itu tidak hanya mencemaskan, melainkan juga bisa membuat keluarnya air mata. Air mata sedih bagi petani, air mata bahagia bagi tengkulak.

Bagaimana membahagiakan semua orang, termasuk petani bawang, adalah tugas pemimpin DUIT, yang telah melalui proses pesta demokrasi serta telah menguras daya dan dana di mana seluruh warga super sibuk, meski pada akhirnya hanya sepasang calon yang menang. Maka idealnya, kemenangan sebuah pesta demokrasi adalah kemenangan bagi semua.

Apalagi pemimpin yang lahir dari pesta itu adalah pemimpin pilihan Tuhan. Pemimpin yang hadir berkat DUIT alias Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakkal. Allah Maha Kuasa yang kasih, Allah pula yang mengambilnya.

Seperti kita yakini, tak selembar pun daun gugur tanpa izin-Nya. Termasuk menjadi bupati, walikota, gubernur, presiden, Bahkan untuk menjadi ketua Rukun Teman-teman/Rukun kaWan-kawan (RT/RW) harus atas restu-Nya. Tuhan selalu memberi yang terbaik di antara yang terbaik.

So, kita semua sama. Sama-sama menginginkan negeri kita, rumah kita, jadi tempat yang terbaik dan bangunan bersama untuk kita. Nah, jika dalam perjalannya pemimpin pilihan itu lupa janjinya sehingga tak bisa berbuat banyak, cukuplah dia berbuat sedikit untuk orang banyak. (kritik - saran, WA 08124222468)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE