Fajar


 Breaking News

Mau Pecat Adnan, Kok Abu Rizal dan Erwin Aksa Tidak Diancam



FAJARONLINE.COM, GOWA -- Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Gowa, yang juga Ketua DPRD Gowa, Anzar Zaenal Bate, ikut angkat bicara terkait rencana pencopotan Plt Ketua DPD II Partai Golkar Gowa, Adnan Purichta Ichsan. Menurutnya, roda organisasi partai berjalan di bawah kepemimpinan Bupati Gowa tersebut.

"Sangat disayangkan tiba-tiba Pak Kadir Halid mengeluarkan statement pencopotan dengan alasan seperti itu yang terkesan mengesampingkan kerja-kerja pengurus DPD II dibawah kendali Pak Adnan," ujarnya, Jumat (28/4/2017).

Banyak kader, kata Anzar, menghubunginya dan menyayangkan apa yang dilontarkan oleh Kadir Halid. Menurutnya, upaya pemenangan partai pasca penunjukan Adnan sebagai Plt Ketua DPD II, telah dilakukan.

"Siapa bilang kita tidak melakukan upaya pemenangan partai menghadapi momen politik. Kita lakukan hingga pengurus tingkat desa dan kelurahan," ujarnya.

Pemilihan pimpinan desa dan kelurahan melalui musyawarah desa dan kelurahan, lanjutnya, sementara dilakukan. "Kalau ada yang bilang, tidak ada upaya pemenangan yang dilakukan, terus pembentukan atau pergantian pengurus desa/kelurahan dan kecamatan apakah itu bukan bentuk upaya pemenangan," ujarnya.

Bicara soal Pilgub Sulsel, menurutnya, tahapan Pilgub belum masuk, sehingga DPD I tidak bisa menuduh Plt Ketua DPD II Gowa tidak melakukan upaya pemenangan. "Kan belum masuk tahapan," ucapnya.

Ia juga sependapat dengan Adnan jika memang aturan partai mau ditegakkan harusnya dilakukan tanpa pandang bulu. "Kalau memang Pak Adnan disebut melawan keputusan partai, kenapa Pak Aburizal Bakrie, Erwin Aksa, dan yang lain yang berlawanan dengan keputusan partai di Pilkada DKI tidak diproses," ujarnya.

Hal yang sama juga dilontarkan Wakil Ketua DPD II Golkar lainnya, Kasim Sila. "Saya termasuk yang mendapatkan tugas dari Pak Ketua (Adnan) untuk melakukan konsolidasi di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan termasuk menggelar musyawarah desa/kelurahan. Itu sementara berjalan dan targetnya rampung akhir April ini dan paling lambat awal Mei," jelasnya.

Apa yang dilakukan itu, kata Kasim, adalah bagian dari kerja-kerja dalam upaya pemenangan partai. "Yang mengherankan, karena partai lain berebut mengambil kepala daerah sebagai ketuanya, kita ini sudah kepala daerah yang ketua malah mau dicopot," ujarnya. (san)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE