Fajar


 Breaking News

I Love Monday: Hak Angket Vs Hak Angkat



Di tengah cuaca yang belum menentu di negeri antah-berantah, Udin yang menikmati libur di ruang penegak ingatannya, hendak mempertanyakan pelbagai persoalan wilayahnya kepada yang berkompeten.

Untuk itu Udin bersama timnya membuat surat permohonan bantuan partisipasi pembangunan gorong-gorong di lorong-lorong kompleks perumahan Rukun Tetangga / Rukun kaWan-kawan (RT/RW).

Sayangnya, saat deadline pembangunan gorong-gorong sudah mau dilaksanakan, dana yang dibutuhkan belum juga mencukupi. Sebagai orang nomor satu di RT/RW itu, Udin tentu saja kelimpungan.

Di tengah kondisi demikian, Udin tiba-tiba melontarkan pernyataan mengagetkan sejumlah warganya. Dia bilang akan menggunakan hak angket, yakni kekuasaan untuk melakukan penyelidikan dan memutuskan bahwa pelaksanaan surat permohonan bantuan dalam rangka pembuatan gorong-gorong dan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada publik, sudah sesuai dengan aturan yang ada.

Pernyataan itu mendapat beragam komentar. Banyak yang setuju, namun tidak sedikit pula yang kurang sependapat. Terjadi pro dan kontra. Yang setuju berpendapat bahwa warga yang sudah mendapatkan surat permohonan dari RT/RW seharusnya memberikan jawaban siap membantu atau tidak.

Sementara itu, yang kontra dengan pernyataan hak angket berpendirian bahwa yang belum memberikan kepastian, kemungkinan masih belum membaca permohonan yang dimaksud, sehingga tak perlu buru-buru menggunakan hak angket.

Menghadapi desakan banyaknya suara tak setuju hak angket tersebut, Udin yang sudah telanjur menyatakan akan menggunakan hak angket, pada suatu kesempatan pertemuan dengan warganya, menjelaskan, berhubung karena sesuatu dan lain hal maka pelaksanaan hak angket ditunda untuk waktu yang belum ditentukan.

Tapi eits..., Udin melanjutkan, selaku Ketua RT/RW pihaknya akan tetap menyebarkan angket berupa daftar pertanyaan tertulis mengenai perlu tidaknya pembangunan gorong-gorong di lorong-lorong. Setelah diisi dengan jawaban yang sesuai hati nurani, angket harus segera dikumpul.

Di sela-sela pertemuan tersebut, seorang warga sempat bertanya. "Hak angket itu kan hak bertanya, ya?". Hal tersebut ditanggapi Udin dengan senyum-senyum saja.

Walhasil, setelah menunggu beberapa hari, angket sudah terkumpul 100 persen. Mau tahu hasil jajak pendapat itu? Ternyata, warga setuju untuk pembangunan gorong-gorong di lorong-lorong, apalagi jika pengerjaan proyek itu diberikan kepada anak kolong setempat.

Kalau begitu, kata Udin, sekarang tak ada hak angket, yang ada adalah hak angkat. Maksudnya, hak untuk membantu pekerja mengangkat material bangunan yang beratnya minta ampun.

Di status medsosnya Udin menulis, "ketika banyak yang menginginkan hak angket, di situ kadang saya merasa sedih." (kritik - saran, WA 08124222468)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE