Fajar

  Breaking News

Media dan Politik Indonesia

Oleh: Nursalam Alumni Universitas Negeri Makassar Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Negeri Malang
Opini - 10 Mei 2017, 10:02:57

Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab (Najwa Shihab)

Ideologi yang disampaikan oleh Najwa Shihab membuktikan kekuatan media ada di tangan rakyat. Kehadiran media adalah langkah maju negeri ini dan sarana publik dalam menyuarakan orasinya. Sehingga peran media dapat menjadi kunci untuk membongkar sebuah kebenaran dan keadilan.

Media adalah simbol kebebasan berpikir dari jeratan orde baru. Patron media sebagai lembaga jurnalistik hanya dapat menyoroti dan mengkritik problema yang terjadi di dalam masyarakat. Media dapat menjadi mata publik yang merekam jejak dan langkah penguasa negeri ini dalam memimpin bangsa Indonesia. Maka dari itu, media harus kredibel dalam menyampaikan berita.

Karena, masyarakat menaruh harapan tinggi sebagai mulut keadilan dari segala kejahatan sosial. Namun, ironinya, media bukan lagi sebatas sarana publik sosial. Tetapi, bisa menjadi senjata politik untuk menumbangkan lawan politik tertentu.

Media saat ini sudah tumbuh menjadi milik elite politik. Sehingga, publik perlahan ragu dengan integritasnya. Media dapat dijadikan kendaraan utama menuju popularitas dengan memoles figur seorang tokoh yang dinilai memiliki elektabilitas rendah demi meraih simpati para publik. Paling miris kita lihat dalam tayangan media ketika menjelang musim pesta demokrasi. Para politikus berlomba-lomba turun berbaur dengan masyarakat. Ada yang menjejalkan diri sampai ke got, bahkan menjadi petani dadakan di sawah. Janji-janji politik pun ditebar dengan penuh harapan semu.

Namun, setelah memangku jabatan mereka memalingkan diri dari rakyat yang memilihnya. Dan kariernya dipertaruhkan dengan korupsi yang membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi.
Media saat ini berada dalam lingkaran politik. Keberadaannya terus mendapat gempuran dari aktor politik tertentu. Sehingga, berita yang disampaikan bisa memuat kepentingan politik tertentu.

Tidak heran kalau dosen saya mengatakan, setiap hari kita tidak pernah melihat realitas. Kita hanya disuguhkan berita “Katanya” yang dimuat media tersebut. Karena, media terkadang menyajikan berita dengan menunjukkan rivalitas sebagai lembaga penyedia informasi. Hingga, publik dibingungkan dengan realita dan kebenaran yang sebenarnya terjadi.

Media harus bersikap netral dan tidak membuat propaganda sosial. Meskipun, publik menilai peran media sudah dijadikan alat kapitalis dalam melegitimasi kekuasaan. Media harus tumbuh dan bebas dari intimidasi oknum pegiat media yang tidak bersih. Namun, media saat ini seolah bersaing dalam mengungkapkan sebuah informasi. Karena, media sudah menjadi milik tokoh politik nasional. Mungkin tak salah kalau Henry Subiakto (Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya) mengatakan, tujuan ideal media to promote active citizenship via information, education and social integration telah tenggelam dengan gelombang komersialisasi dan seluruh ukuran keberhasilan semata-mata ditentukan oleh profit.

Media layaknya “sihir” yang bisa mengubah suatu keadaan. Tekanan yang dilakukan media terkadang membuat pemangku kekuasaan dilematis mengarahkan kebijakannya. Media dapat menjadi kritikus yang mengkritik langkah “oknum” politisi nakal.

Peran media saat ini sangat penting dalam menyelesaikan dinamika politik Indonesia yang tidak kondusif sebagai jalur diplomatis. Media harus menunjukkan kedewasaanya dalam menyampaikan berita dan sejumlah masalah nasional lainnya yang dapat merongrong kedaulatan Indonesia. Seperti, masalah keagamaan yang sudah diseret ke dalam urusan politik dan dapat memicu konflik di dalam publik, ulama, dan penegak hukum negeri ini.
Ada beberapa tantangan yang dihadapi media saat ini.

Di antaranya, media harus bersih dari oknum politik yang dapat mengintervensi integritasnya karena sudah menjadi milik elite politik. Media harus kembali ke patronnya sebagai lembaga independen yang bersih dan bebas dari komersialisasi. Media harus bersikap netral dalam arus politik Indonesia yang sangat tendensius.

Sehingga, media akan mampu mengawal kebijakan pemerintah dalam segala hal, dan publik akhirnya menaruh kepercayaan tinggi terhadap integritasnya. Maka dari itu, kebebasan media saat ini perlu mendapat dukungan publik dalam menjalankan tugasnya sebagai penyedia informasi.

Pemerintah sebaiknya memperkuat posisi media melalui undang-undang, sehingga media mampu bersinergi dengan lembaga hukum lainnya seperti, Kejaksaan, KPK, dan Polri. Dan Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan bersih dari kejahatan sosial yang dapat melemahkan bangsa Indonesia. Majulah media Indonesia. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Jelang Libur Panjang, Kemenhub Siapkan 1278 Kapal Penumpang

FAJARONLINE.CO.ID -- Kementerian Perhubungan bakal mengerahkan ribuan kapal penumpang untuk menyambut libur panjang Natal 2017 dan Tahun Baru...
 

Gara-gara Film, Aurelie Moeremans Suka Slank

FAJARONLINE.CO.ID -- Aktris Aurelie Moeremans mengaku akhir-akhir ini sangat menggemari lagu-lagu Slank. Salah satu faktornya yakni karena peran yang...
 

Kontingen Porsadin Sulsel Tiba di Surabaya, Ini Pesan Kakanwil

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR - Kontingen Sulsel, sudah bersiap menatap Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) Tingkat Nasional ke III di Kabupaten...
 

Video Istri Gerebek Suami Bersama Wanita Muda di Kamar Hotel Bikin Heboh

FAJARONLINE.CO ID -- Seorang istri menggerebek suaminya yang sedang berada di kamar hotel dengan perempuan muda. Pasangan selingkuh itu kepergok...
 

Fredrich Bantah Setya Novanto Ditahan KPK

FAJARONLINE.CO.ID -- Terkait kabar Setya Novanto resmi berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi e-KTP dengan...
 

Pindah ke RSCM, Setya Novanto Resmi Ditahan KPK

FAJARONLINE.CO.ID -- Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Golkar, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus...
 

Ditanya Soal Rencana Jenguk Setya Novanto, Jokowi Hanya Tarik Nafas dan Tertawa

FAJARONLINE.CO.ID -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak memberikan komentar saat ditanya soal Ketua DPR RI Setya Novanto oleh awak media, setelah...
 

NH Sentil Kekerasan Terhadap Guru di Gowa dan Bantaeng

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR - Kekerasan terhadap guru yang pernah terjadi di Kabupaten Gowa dan Bantaeng mendapat perhatian serius dari Nurdin...
 

Begini Keseruan Hari Pertama Makassar Jaz Festival

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Rizky de Kaizer and The Stranger menyusun konsep Jaz Pop Rock, lima lagu sukses dibawakannya pada pembukaan...
 

Juara Mappadendang Unjuk Kebolehan di Hadapan Bupati Enrekang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Rangkaian pesta adat Maccera Manurung di Desa Pasang, Kecamatan Maiwa juga menyisipkan lomba-lomba tradisional antar...
 

Maccera Manurung, Perantau Wajib Pulang Kampung

  FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Pesta adat Maccera Manurung dilaksanakan dalam rentang dua tahun. Acara adat itu sekaligus menjadi momentum...
 

Putri Wapres JK Tonton Makassar Jazz Festival di Rotterdam

Putri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Imelda Jusuf Kalla, menyaksikan penampilan musisi jazz pada Makassar Jazz Festival (MJF) 2017 di Benteng...
 

Suasana Deklarasi NH-AZIZ

Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid dan Aziz Qahar Mudzakkar (NH-AZIZ) deklarasi di Lapangan Karebosi, Jumat, 17 November,...
 

Penampilan Rizcky De Keizer di Makassar Jazz Festival 2017

Musisi Jazz, Rizcky Pradhana De Keizer, tampil pada Makassar Jazz Festival ( MJF) 2017 di Benteng Rotterdam, Makassar, Jumat (17/11/2017) malam...
 

Wasekjen PPP: Kalau Ada Mengatasnamakan PPP Dukung di Luar NH-Aziz, Itu Haram

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Wasekjen DPP PPP kepengurusan Djan Faridz, Yunus Razak, ikut bicara pada deklarasi pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar...
 

Tikungan Rusak dan Berlubang, Satu Ekskavator Terbalik di Lewaja

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Satu unit ekskavator terguling di Kelurahan Lewaja, Kecamatan Enrekang. Eskavator itu tergeletak di pinggir jalan yang...
 

Tim Basket SMPN 4 Makassar Bekuk SMPN 8 Makassar, 42-35

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Pebasket Tim A SMPN 4 (Spenpat) Makassar berhasil membekuk Tim A SMPN 8 (Spendel) Makassar, di ajang Invitasi Bola...
 

Begini Aksi Nekat Kepala Dispenda Enrekang Menjajal Ayunan Ekstrem 

  FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Tak hanya warga Desa Pasang yang ikut meramaikan pesta adat Maccera Manurung di Kecamatan Maiwa, Jumat, 17...
 

Mudahkan KPR dengan Relaksasi LTV

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dinilai menghambat bisnis properti. Di segmen menengah ke atas,...
 

Wow... Ada Ayunan Ekstrem di Maccera Menurung Desa Pasang

FAJARONLINE.CO.ID, ENREKANG -- Pernah melihat ayunan ekstrem? Uniknya lagi, ayunan ini tidak dilengkapi dengan safety seperti pada wahana objek...
 

Wagub Sulbar: Sehat Dimulai dari Keluarga

FAJARONLINE.CO.ID, MAMUJU -- Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar, mengajak seluruh insan kesehatan untuk merefleksikan kembali sejauh...
 

Mentan Pidato, Anak-anak dan Ibu Pilih ke Belakang Panggung

FAJARONLINE.CO.ID, SOPPENG - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak kuasa menahan tawa ketika di tengah diskusi dan arahannya di Desa Medde,...
 

TPP Basis IYL Unjuk Kekuatan di Deklarasi NH-Aziz

FAJARONLINE.CO.ID -- Ratusan tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar...
 

Stan Gratis Pameran UKM di Deklarasi NH-Aziz Perkuat Ekonomi Kerakyatan

FAJARONLINE.CO.ID -- Panitia deklarasi pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar...
 

RMS Sindir Calon yang Hanya Makeup Daerahnya

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR-Ketua DPW Partai NasDem Rusdi Masse (RMS) menegaskan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur...

Load More