Fajar


 Breaking News

VONIS AHOK TAMPARAN BAGI KEJAGUNG


FAJARONLINE.COM, JAKARTA -- Vonis dua tahun penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuka tabir kejanggalan kinerja Jaksa Penuntut Umum (JPU).

TUNTUTAN JPU yang dikomandoi Ali Mukartono begitu rendah. Majelis hakim yang dipimpin Dwiarso Budi membuat ultra petitum atau vonis yang melebihi tuntutan. Sejumlah pelapor kasus dugaan penistaan agama menduga Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah diintervensi.
Sidang dengan terdakwa Ahok dimulai pukul 09.10 WIB. Saat itu, hakim langsung membacakan putusannya.

Putusan tersebut berjumlah 630 halaman. Hakim Dwiarso Budi menuturkan, menimbang tuntutan JPU serta permohonan kuasa hukum untuk memutuskan terdakwa tidak bersalah. “Setelah menimbang semua, amar keberatan Ahok dan kuasa hukum ditolak,” jelasnya.

Salah satu pelapor, sekaligus Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menuturkan, apa yang dilakukan majelis hakim itu progresif.

Dia menuturkan, vonis ini merupakan tamparan bagi JPU dan Kejaksaan Agung. Institusi Kejaksaan Agung itu besar, kasus ini bertingkat dari JPU pasti diketahui Jaksa Agung. ”Dengan hakim mementahkan tuntutannya, maka dengan ini Jaksa Agung harus dicopot,” tegasnya ditemui pasca persidangan.

(Selengkapnya baca edisi cetak FAJAR, Rabu, 10 Mei 2017)

Berita Terkait