Fajar


 Breaking News

Bukti Belum Cukup, Terduga Penyiram Novel Bebas


FAJARONLINE.COM, JAKARTA – Usai dimintai keterangan 1x24 jam, AL yang diamankan karena diduga sebagai pelaku penyiraman air keras  kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, dilepas pihak kepolisian. Pria 30 tahun itu bebas karena polisi belum memilki cukup bukti untuk menjadikan AL tersangka.

"AL tidak ditahan karena belum ada bukti kalau dia pelaku penyiraman," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Berdasarkan pengakuan AL, pada saat kejadian penyiraman dia sedang menonton televisi di dalam rumahnya. "Dia (AL, red) mengaku sedang menonton televisi pada waktu kejadian dan berangkat kerja setelah itu," ujar dia.

AL kata Argo bekerja sebagai satpam di sebuah spa di Jakarta Pusat. Tetapi, dengan keterangan AL pihak kepolisian tidak lantas percaya. Pihaknya masih mencoba mengkroscek pengakuannya kepada pihak keluarga AL.

Sebelumnya, terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan diamankan di daerah Kalibata, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (9/5). "Alibi AL masih kami periksa secara intensif, apakah yang bersangkutan berada di lokasi kejadian atau tidak," ujar dia.

Pelaku, menurut dia, merupakan karyawan di salah satu spa di Jakarta. Tetapi Argo enggan menyebut lebih rinci di mana lokasi spa tersebut. "Kalau itu (Lokasi kerja pelaku, red) di sekitaran Jakarta. Pelaku masih terus kami periksa," terang dia.

Dia menyebutkan, penangkapan terduga pelaku tidak terlepas dari informasi yang diberikan korban. Tetapi, lagi-lagi untuk memastikan terduga merupakan tersangka, pihaknya perlu melakukan pemeriksaan lebih dalam.

"Kami tidak memberikan tenggat waktu untuk melakukan pemeriksaan, bila memang bukti-bukti sudah kuat baru kami bisa memutuskan apakah AL akan naik statusnya menjadi tersangka," ujar dia.

Dirinya tak menampik, pengungkapan kasus penyiraman air keras kepada Novel agak sulit dilakukan sebelum korban betul-betul sembuh dari luka yang diderita. "Kami perlu keterangan dari korban, tetapi masih sulit dimintai karena dalam perawatan," jelas dia.

Menurut dia, hingga saat ini sudah terdapat lebih dari tiga saksi yang diperiksa pihak kepolisian. "Saksi-saksi itu merupakan saksi yang berada di lokasi kejadian, serta saksi ahli," tutup dia.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, membenarkan adanya penangkapan teduga pelaku penyiraman Novel, yakni AL.

"Tim Polda Metro dan Bareskrim sebelumnya ke Singapura untuk meminta keterangan Novel. Lalu didapati keterangan orang yang dicurigai. Kemudian tim Polda Metro melakukan penyelidikan dan akhirnya ada upaya paksa penangkapan seorang berinisial AL,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/5) lalu. (JPG)

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait