Fajar


 Breaking News

Bukti Cinta dalam Berlian dan Tiga Ton Beras

JADI PERBINCANGAN. Anjas Malik dan Kurnia Amalia Hambali berfoto bersama kerabatnya, kemarin. Pernikahan Anjas-Kurnia menghebohkan media sosial.

* Pernikahan Mahal Dua Anak Pengusaha di Jeneponto

Kalau sudah telanjur cinta, seseorang terkadang rela melakukan apa saja. Anjas Malik misalnya.

HAMDANI S-MUSTAQIM M
Jeneponto

SIAPA yang berani meragukan rasa sayang Anjas kepada Kurnia Amalia Hambali? Uang Rp1,2 miliar pun diikhlaskannya sebagai panaik pada acara ijab kabul, kemarin.

Pernikahan yang berlangsung di Kecamatan Binamu, Jeneponto ini memang membuat geger sepanjang Kamis, 11 Mei. Viral di media sosial. Sebab selain panaik yang mesti disusun sesak di sebuah koper, keluarga Anjas juga membawa seserahan yang tidak murah.

Catat baik-baik; ada emas bertakhtakan berlian senilai Rp200 juta, beras tiga ton, sawah satu hektare, mobil Toyota Vellfire, dan satu unit rumah mewah di Makassar. Ada juga yang menyebut emas tiga kilogram namun tidak ada seorang pun dari kedua belah pihak yang berani memastikan.

“Mobil dan rumah tidak disebutkan dalam akad nikah tetapi pada saat lamaran mobil dan rumah ada,” kata salah satu kerabat Ino.
Lalu, siapa sebenarnya pengantin mewah itu? Kurnia yang akrab disapa Ino adalah seorang dokter muda. Anjas pengusaha.

Keduanya sama-sama anak pengusaha. Ino putri Haji Hambali Joha, pengusaha bahan bangunan sekaligus pengembang perumahan di Jeneponto. Dia terkenal sebagai pengusaha terkaya di Butta Turatea. Pemilik Toko Bangunan Ujung Loe.

Sedangkan Anjas adalah putra Haji Abdul Malik, pedagang beras dan jagung yang berkiprah lewat perusahaan CV Anjas.
Rumah kedua mempelai berdekatan. Jarak yang tak lebih 100 meter membuat adigium “tetanggaku idolaku” mungkin saja berlaku di sini.

Sejak malam sebelum pernikahan (mappacci) Hambali sudah memperlihatkan hal wah. Dia menggelar pertandingan domino dengan hadiah utama sepeda motor KLX Kawasaki.

Untuk dekorasi pernikahan yang digelar di rumah mempelai wanita Pernikahan dengan seserahan sebanyak itu juga dibenarkan oleh keluarga dari mempelai pria, Imam Taufiq. Ketua PPP Jeneponto itu menilai tidak ada yang keliru dari pernikahan itu, semuanya baik-baik saja.

“Iya, memang benar mahar seperti itu. Saya kira tidak ada masalah,” ucapnya.

Hal itu juga diakui oleh Karaeng Bali, Kepala Desa Arungkeke yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.

“Yang laki-laki itu teman baik dengan anakku. Saya hadir ke pestanya. Sangat meriah,” ucapnya.

Yang dimaksud Karaeng Bali adalah pesta di kediaman perempuan. Sebab resepsi di rumah Anjas baru akan digelar Jumat, 11 Mei malam ini.

Kemarin, media sosial begitu riuh dengan pernikahan mewah itu. Warganet (netizen) pun berkomentar beragam. Akun Ilham Ullang di Facebook menulis “Takkala racun ma kalau semahal itu (lebih baik racun saja saya).”
Komentar warganet lainnya bernama Bsc-Shaikh Gowa juga cukup menarik. “Deh...tauwwa. Coba na sumbangkan mi dikit buat para jomblower's, supaya ndak ngennes mi kalau malam Minggu.” (*/zul)

Berita Terkait