Fajar


 Breaking News

Lari Marathon Memang Bagus, Tapi Risikonya Ternyata....

Galesong Run 2017.

FAJARONLINE.COM -- Berlari adalah olahraga yang baik dan bermanfaat memperkuat jantung.

Tapi melakukannya untuk jarak jauh seperti maraton, justru malah bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan.

Sebuah studi baru kecil menemukan bahwa pelari maraton bisa mengalami cedera ginjal jangka pendek setelah mereka menyelesaikan perlombaan.

Dalam studi yang dipublikasikan di American Journal of Kidney Diseases, para peneliti mengambil sampel darah dan urien dari 22 orang yang berlari pada 2015 Hartford Marathon dan mencari bukti cedera ginjal.

Para peneliti melaporkan bahwa berdasarkan penanda yang mereka amati dalam sampel, 82 persen dari pelari maraton memiliki bukti tahap 1 cedera ginjal akut setelah perlombaan.

Namun hal ini berlangsung hanya dalam waktu jangka pendek dan ginjal kebanyakan orang kembali normal dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka menggarisbawahi fakta bahwa lari secara maraton adalah peristiwa stres bagi tubuh.

“Kami tahu bahwa kami akan menemukan sesuatu, tapi saya terkejut dengan tingginya tingkat cedera,” kata penulis studi, Dr. Chirag Parikh, seperti dilansir laman Health, Selasa (9/5).

Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi Parikh mengatakan bahwa orang-orang yang tidak memiliki faktor risiko untuk penyakit ginjal mungkin tidak perlu khawatir.

Orang dengan diabetes atau tekanan darah tinggi atau orang yang lebih tua, memerlukan dokter untuk mengawasi kesehatan ginjal mereka jika mereka ikut perlombaan lari maraton.

Meskipun para peneliti tidak menemukan bagaimana tepatnya lari maraton bisa melukai ginjal, Parikh mengatakan kerusakan ini mungkin disebabkan karena berkurangnya aliran darah ke ginjal, meningkatnya suhu inti tubuh, dan dehidrasi.

Parikh juga masih belum mengetahui apakah cedera ginjal yang berumur pendek ini bisa menyebabkan kerusakan kumulatif.

Penelitian ini bukan yang pertama untuk menemukan bahwa maraton bisa mendatangkan risiko kesehatan.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Current Sports Medicine Reports menemukan bahwa pria dan wanita yang melakukan olahraga ini hanya bisa memperoleh manfaat jika mereka berlari pada kecepatan lambat atau sedang selama sekitar satu sampai dua jam setiap minggunya.(fny/jpnn)

Berita Terkait

🎬Populer Hari ini