Fajar


 Breaking News

SETNOV TERPOJOK


* Keponakannya Beli Saham Konsorsium KTP-el

FAJARONLINE.COM, JAKARTA -- Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) semakin dalam tekanan pada kasus korupsi proyek KTP-el.

PT Murakabi Sejahtera mendadak populer seiring keterlibatannya di pusaran pengusutan dugaan korupsi proyek KTP-el. Apalagi setelah muncul nama Irvanto Hendra Pambudi Cahya, keponakan Setnov, yang tercatat pernah menjadi direktur perusahaan tersebut.

Jawa Pos (grup FAJAR) memperoleh profil lengkap perusahaan yang kini sudah bubar itu. Data yang dihimpun menguatkan indikasi kongkalikong proyek KTP-el yang diyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimulai jauh hari sebelum tender dilaksanakan pada 2011. Bukan hanya keponakan Setnov, di situ juga menyebutkan peran Vidi Gunawan, adik tersangka KTP-el, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

PT Murakabi mengantongi surat keterangan (SK) pengesahan pendirian perseroan pada 11 Juni 2007 dengan nomor W29-01134 HT.01.01-TH.2007. Perusahaan itu berkantor di Menara Imperium Lt 27/A Jalan HR. Rasuna Said kavling 1, Guntur-Setiabudi, Jakarta Selatan. Kantor tersebut kini tidak lagi ditempati semenjak PT Murakabi bubar pada 2014 melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

Saat awal pendirian, Vidi didaulat sebagai direktur utama (dirut). Saudara kandung Andi Narogong tersebut juga menjadi pemegang saham mayoritas. Yakni, 425 (45 persen) dari total 1.000 lembar saham total perusahaan. Nilainya Rp212,5 juta dari Rp500 juta modal yang dimiliki PT Murakabi. Selain Vidi, saham mayoritas juga dipegang PT Mondialindo Graha Perdana.

Di bawah Vidi, perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor. Yakni, pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pengangkutan darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, serta jasa. Dari awal dibentuk, PT Murakabi beberapa kali tercatat mengalami perubahan anggaran dasar maupun pengurus, serta pemegang saham. (jpg)

(Selengkapnya baca edisi cetak FAJAR, Jum'at, 12 Mei 2017)

Berita Terkait