Fajar


 Breaking News

Wadduh... Terkenal Enak dan Mahal, Pulu Mandoti Belum Kantongi Hak Paten

Gabah Pulu Mandoti yang tersimpan lama di lumbung atau landa milik masyarakat Desa Kendenan, Kecamatan Baraka. (FOTO: IMAM RAHMANTO/ FAJAR)

 
FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang belum memiliki hak paten atas padi Pulu Mandoti dari Desa Salukanan dan Kendenan, Kecamatan Baraka.
 
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian (Distan) Enrekang, Oemar Khajam pun mengakui, pelestarian keanekaragaman hayati Pulu Mandoti juga terkendala dana. 
 
Untuk tahun ini saja, kata Oemar, pemkab hanya menyediakan total anggaran dana Rp33 juta untuk penanganan Pulu Mandoti. Jumlah itu tergolong sangat minim untuk ukuran penganan khas yang kerap dibangga-banggakan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. 
 
“Dana itu sudah mencakup semua hal yang kita upayakan untuk mengembangkan Pulu Mandoti.  Mulai dari pemberdayaan, penyuluhan, hingga pendaftaran hak patennya ke Kemenkumham,” imbuh mantan Kasi Produksi Distan Enrekang ini.
 
Pengajuan hak paten untuk Pulu Mandoti pun sudah mulai dikebut tahun ini. Tiga tahun silam, uji adaptasi pertama telah digelar pihaknya. Tersisa uji adaptasi kedua agar bisa sampai ke meja Kemekumham. Sayangnya, dana yang sungguh minim itu justru membuat kepala Oemar kedat-kedut. Ia sampai bingung bagaimana memperbanyak produksi Pulu Mandoti dengan keterbatasan finansial. 
 
“Kita sebenarnya juga butuh untuk biaya penelitian pengembangan melalui jalur Bioteknologi,” tambahnya. Padahal, ia sebenarnya punya strategi khusus agar bisa melestarikan Pulu Mandoti itu. Tentunya, melalui jalur penelitian berkelanjutan. (mam)

Berita Terkait