Fajar


 Breaking News

Kepala Dispenduk-KB Nyaris Diparangi Warga, Begini Kisahnya

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispenduk-KB) Enrekang, Zubedah Bando. (FOTO: IMAM RAHMANTO)

FAJARONLINE.COM, ENREKANG -- Perjalanan mengawal bantuan ke tangan masyarakat tak selalu menuai pujian. Hal itulah yang pernah dialami Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispenduk-KB) Enrekang, Zubedah Bando.

Ia menceritakan, dirinya pernah didatangi masyarakat yang salah paham terhadap jatah pembagian beras miskin (raskin). Salah seorang warga Kecamatan Alla itu datang ke kantor dengan membawa parang lantaran kesal jatah raskinnya dikurangi.

"Saat itu saya belum jadi Kepala (Dispenduk) KB, masih penyuluh PLKB. Dia marah-marah karena jatah raskinnya cuma 10 kilogram. Padahal normalnya setiap orang dapat 15 kilogram," terang Zubedah.

Akan tetapi, pengurangan di Kelurahan Kambiolangi tersebut bukan tanpa alasan. Para petinggi desa maupun kelurahan telah bermusyawarah untuk membagi adil jatah raskin kepada setiap masyarakat. Jatah salah satu warga itu dikurangi karena dia hanya tinggal sendiri, tanpa istri dan anak-anak di rumahnya.

"Makanya dikurangi dan kita alihkan ke masyarakat lain. Pengurangan begitu dibolehkan, selama sudah dimusyawarahkan dan diawasi oleh perangkat desa atau kelurahan," jelasnya lagi.

Beruntung, warga tersebut bisa ditenangkan masyarakat lainnya. Tak ada korban terluka dalam kejadian tujuh tahun silam itu. Meski demikian, Zubedah mengaku tak bisa melupakan kenangan mendebarkan itu. (mam)

Berita Terkait