Fajar

  Breaking News

Bridging Smart City

Jusman S3 UNHAS

Banyak kota yang mengusung smart city di Indonesia mengalami kondisi yang disebut critical stage, atau suatu proses implementasi untuk mewujudkan smart city.

Critical stage merupakan tahapan penting sebagai jembatan antara dunia konsep dan dunia realitas. Dunia konsep tercermin dalam kondisi ideal, suatu yang dicita-citakan untuk diwujudkan sebagaimana terformulasi dalam dokumen kebijakan.

Sedangkan dunia nyata adalah realitas di mana masyarakat sebagai sasaran kebijakan bergelut dengan berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik bahkan hukum.

Critical stage digambarkan sebagai kondisi kritis pemerintahan daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang smart, dengan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi. Critical stage yang diangkat pada opini ini meliputi; pemahaman konsep smart city, pilar pembangunan smart city, paradigma pembangunan, dan komponen-komponen smart city.

Konsep smart city merupakan pendekatan teknologi informasi dan pelayanan publik yang cerdas, dalam membangun kota impian, bersifat “integralistik atau terintegrasi” untuk mengatasi permasalahan kota seperti pertumbuhan penduduk, infrastruktur TIK, permasalahan ekonomi, politik, budaya, maupun perubahan paradigma pemerintahan. Berdasarkan konsep tersebut, maka peran pemerintahan sebagai faktor kunci terwujudnya smart city.

Belajar dari Kota Makassar bahwa smart governance merupakan komponen kunci suksesnya smart city. Komponen smart city lainnya seperti smart ekonomi, smart mobility, smart environment, smart living, smart people di Indonesia masih merupakan konsep dan abstrak. Oleh karena itu, diperkenalkan konsep bridging smart city sebagai pilar atau penopang.

Empat pilar pembangunan smart city meliputi; Pilar pertama adalah people (pengguna) temasuk karakter dan akhlak, ketaatan terhadap kebijakan (compliance), Pilar kedua adalah mekanisme dan standar pelayanan, termasuk pola hubungan antar stakeholder, mekanisme integrasi layanan publik dan data. Pilar ketiga adalah infrastructure ICT, untuk mengintegrasikan pelayanan dan data (informasi) untuk men-drive semua akses online, media automatisasi seperti infrastrukur jaringan, broadband, data center /cloud, data sharing platform/ big data, aplikasi, cctv, dan sebagainya. Pilar keempat adalah struktur kelembagaan smart city untuk melakukan analisator, integrator, evaluator, serta menyelaraskan IT Governance dengan bisnis proses. Kelembagaan smart city akan mengawal keberlanjutan program pembangunan yang telah diinisiasi pemerintah daerah.

Paradigma pemerintahan dapat menentukan arah pembangunan pilar smart city. Paradigma pemerintahan yang berkembang saat ini menganut sistem terbuka seperti: 1) kelembagaan inklusif yaitu sikap terbuka dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan yang kuat (sound), 2) Collaborative Governance yaitu adanya sebuah forum deliberatif, di mana para stakeholder yang terlibat dapat melakukan proses dialog hingga mencapai sebuah konsensus terkait permasalahan publik, 3) Integrated governance menggambarkan struktur hubungan formal dan informal, untuk mengelola urusan melalui pendekatan kolaboratif (join-up) antar instansi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, 3) Open Governance adalah inisiatif melaksanakan integrasi layanan, keterbukaan akses informasi ke publik, keterlibatan warga dalam kebijakan pemerintah.

Bridging smart city dapat juga dikonotasikan melakukan proses kematangan (maturity) IT gobernance, secara bertahap meliputi 1) ad-hoc, adanya kesadaran yang kuat pada pimpinan dan stakeholder, 2) Repeatable, tahapan pemanfaatan dasar IT dengan proses sederhana, 3) Defined network process, semua proses dapat didefenisikan dengan jelas dalam kerangka kerja terintegrasi, 4) Managed, management proses secara real time. 5) Integrated, terintegrasinya layanan antar organisasi (interorganizational) dan antar sistem operasional (interoperasional), dan 6) tingkat smart yaitu semakin efektif dan efisien pelayanan kepada warganya.

Pilar pembangunan smart city, paradigma pemerintahan, dan meturity IT Governance dipandangan sebagai critical stage untuk mewujudkan komponen smart city. Oleh karena itu dibutuhkan strategi alignment untuk meletakkan Konsep kota cerdas ke dalam kerangka misi pemerintahan kota dan daerah.

Ketidakmampuan menyeleraskan konsep kota cerdas, pilar pembangunan smart city, paradigma pemerintahan serta visi dan misi pemda menjadi salah satu penyebab tidak terarah dan tidak terukurnya pembangunan smart city. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Perangi Narkoba, Polisi Filipina Tembak Mati 80 Orang

Peristiwa | 12 menit lalu
 

Jane Shalimar Dikabarkan Nikah lagi, Begini Komentar Warganet

Selebriti | 2 jam lalu
 

Warga Resah, Garam Campur Serbuk Kaca Beredar Bebas

Kriminal | 3 jam lalu
 

Khusus Wanita, Lakukan Ini Agar Hasil Waxing Miss V Lebih Memuaskan

Life Style | 5 jam lalu
 

Sadis... Sopir Taksi Bakar Istrinya di Dalam Mobil, Begini...

Kriminal | 6 jam lalu
 

Disekap, Wanita Pemandu Lagu Polisikan Pengusaha Batubara

Kriminal | 7 jam lalu
 

Dicecar 25 Pertanyaan, Wali Kota Kendari Bantah Tiduri dan Janji...

Hukum | 7 jam lalu
 

Pilih Calon Sendiri, PKS Pastikan Tak Usung Jokowi di Pilpres 2019

Politik | 8 jam lalu
 

Kemenkumham Banjir Pelamar CPNS, MA Sepi Peminat

Nasional | 8 jam lalu
 

Ulah Mobil Ngeyel, Truk Damkar Terguling

Peristiwa | 8 jam lalu
 

Berikut Hasil Kejuaraan MSH Inkanas Sulselbar di Mall GTC

All Sportif | 8 jam lalu
 

61 Pelajar Ikuti Coaching Clinic

All Sportif | 8 jam lalu
 

400 Pesepeda Bakal Sesaki Jalan Poros di Maiwa

Enrekang | 9 jam lalu
 

LPM Penalaran Latih Siswa SMA Semen Tonasa Meneliti

Pendidikan | 9 jam lalu
 

Film Nyai Ahmad Dahlan, Kisah Kepahlawanan dan Emansipasi Perempuan...

Hiburan | 9 jam lalu
 

Peduli Masalah Banjir, Bank Sulselbar Salurkan Bantuan

Wajo | 10 jam lalu
 

Panaskan Mesin, Nasdem Gowa Siapkan Rakerda

Politik | 10 jam lalu
 

Jatim Mundur dari Perebutan Juara FFI

All Sportif | 10 jam lalu
 

Hati-hati... Tim Futsal Sumut Bakal Repotkan Sulsel

All Sportif | 10 jam lalu
 

Warga Soroti Pengerukan Kawasan Lindung Gunung Pattirosompe

Wajo | 11 jam lalu
 

139 Pegawai Pensiun, Kebutuhan ASN di Wajo Mendesak

Wajo | 11 jam lalu
 

Bunuh Anak dan Istri Pakai Kapak, Pria Ini Divonis Seumur Hidup

Peristiwa | 11 jam lalu
 

NH Klaim Gerindra, IMB Akui Agus Juga Berpeluang 

Pilgub Sulsel 2018 | 11 jam lalu
 

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017: Indonesia Turun ke Posisi 4

All Sportif | 12 jam lalu
 

Bahagia Dapat Remisi Kemerdekaan, Hendak Hirup Udara Bebas, Eh......

Peristiwa | 12 jam lalu

Load More