Fajar


 Breaking News

I Love Monday: Telepon dari Istana


Rencana reshuffle kepengurusan Rukun Teman-teman / Rukun kaWan-kawan (RT/RW) yang berembus beberapa waktu terakhir di negeri antah-berantah mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Dari orangtua hingga generasi millenial.

Tema pergantian pengurus juga jadi tema sentral dalam lingkungan keluarga Udin, maupun di kantor kelompok usaha Maju Terus Pantang Mundur (Jurus Pandur), tempat pria perlente itu menjadi pegawai honor.

Atas rencana reshuffle tersebut, ada yang resah full, ada pula yang ketar-ketir. Sebagian juga tak ambil pusing dengan tetap menikmati minuman rasa apel.

Udin termasuk orang yang harap-harap cemas menunggu info lanjutan tentang reshuffle tersebut, sampai akhirnya ada telepon dari istrinya di kampung.

Istri  : Halo Pap. Lagi di mana?

Udin : Hai Mam. Saya lagi di kantor.

Istri  : Pap, seharian ada sepuluh kali telepon yang mencari Papa.

Udin : Dari siapa, Mam?

Istri  : Nggak jelas, Pap. Katanya sih dari istana.

Udin : Dari mana? Tanya Udin lalu merapatkan speaker smartphone ke telinganya.

Istri  : Ngakunya dari istana.

Udin : Oh, dari istana toh. Nggak usah ditanggapi, Mam

Istri  : Memangnya kenapa, Pap?

Udin : Pokoknya nggak usah ditanggapi.

Istri  : Khawatir ditipu ya Pap? Ingat Pap. Sekarang kan mau reshuffle kepengurusan RT/RW. Siapa tahu nama Papa masuk dan mendapat amanah baru, jadi mantri.

Udin : Benar juga ya. Siapa tahu ada durian runtuh. Saya terpilih jadi mantri. Tapi, mantri apa kira-kira yang cocok untuk saya, Mam?

Istri  : Papa kan suka tanam cabai dan doyan makan buah lontar. Jadi pas kalau jadi Mantri Tanaman Cabai dan Lontar.

Udin : Hah? Saya tidak mau kalau jadi Mantri Tanaman Cabai dan Lontar.

Istri  : Kok nggak mau posisi itu? Ini posisi mantri lho, Pap.

Udin : Terang saja saya tak mau jabatan itu Mam, karena posisi Mantri Tanaman Cabai dan Lontar, kalau disingkat akan jadi ManTan CaLon.

Istri  : Lantas kalau ada kesempatan jadi mantri, Papa mau jadi mantri apa?

Udin : Begini saja Mam, kalau ada lagi telepon dari istana, bilang saja Papa lagi sibuk mengurus permintaan saham.

Istri  : Wah, Papa minta saham ya?

Udin : Tidaklah Mam. Pokoknya kalau ada telepon dari istana, nggak usah diladeni. Soalnya Papa masih punya utang di toko Istana sejak tahun lalu. Masih ingat kan Mam, waktu itu Mama ingin makan buah lontar rasa apel.

Istri  : Oh ya. Baru ingat Pap. Ternyata, oh, ternyata. Berharap telepon dari istana negeri, ternyata yang datang telepon dari istana toko.

Weleh-weleh. Kecele deh. (kritik - saran, WA 08124222468)

Berita Terkait

🎬Populer Hari ini