Fajar

  Breaking News

Menggagas Otonomi Provinsi

Ni’matullah Ketua Partai Demokrat Sulsel
Opini - 16 Mei 2017, 09:19:29

Dalam 2 (dua) tahun terakhir, sebagai bangsa, hampir sebagian besar kita terjebak hanya merespons dan peduli terhadap persoalan dan masalah yang diproduksi rezim pemerintah pusat dan orang-orang Jakarta, sehingga kita cenderung lupa dan kurang peduli sejumlah agenda dan perkembangan regional, nasional, dan internasional.

Salah satu agenda penting yang sempat hangat dan serius didiskusikan awal reformasi, adalah sistem pemerintahan, di mana saat itu, menyeruak ke permukaan dorongan mengadopsi sistem pemerintahan dengan model negara federasi. Hal ini, terutama, distimulasi trauma tentang pemerintah pusat yang sentralistik dan otoriter pada era orde baru.

Namun, setelah sejumlah perdebatan dan musyawarah yang serius dan beradab, dengan pertimbangan sejarah perjalanan pemerintahan kita dan terutama menjaga keutuhan NKRI, maka saat itu, yang dianggap relevan dan relatif mudah diaplikasikan serta sesuai tuntutan zaman, adalah otonomi daerah dengan titik berat pemerintahan kabupaten/kota. Jadi, otonomi kabupaten/kota adalah “jalan tengah” yang dipilih saat itu. Hal tersebut, ditandai dan diakomodasi dalam Undang-undang Pemerintahan Daerah, Nomor 22 Tahun 1999, lalu dikoreksi dan diperbaiki pada Tahun 2004 (UU Nomor 32 Tahun 2004) dan pada Tahun 2014 (UU Nomor 23 Tahun 2014), tetapi sayangnya, tetap dengan semangat yang sama ketika digagas pertama kalinya pada 16 (enam belas) tahun sebelumnya, dan berlaku sampai hari ini.

Untuk itu, pada kesempatan ini, saya mengusulkan supaya titik berat otonomi pemerintahan daerah seharusnya pada pemerintahan provinsi, atau untuk singkatnya kita sebut otonomi provinsi. Sekurang-kurangnya terdapat 3 (tiga) alasan utama mengapa saya mengusulkan hal tersebut.

Pertama, era otonomi kabupaten/kota, yang ditandai Undang-undang Pemerintahan Daerah tahun 1999, telah berjalan sekitar 18 (delapan belas) tahun, atau tidak lama lagi sudah berjalan selama 20 (dua puluh) tahun. Menurut saya, sistem atau model apapun bila telah berjalan 20 (dua puluh) tahun harus dievaluasi dan dikoreksi mendalam dan serius, jika perlu diganti, bila kita tidak ingin sistem atau model tersebut beku dan stagnan serta menjebak kita semua dalam kebuntuan.

Mari kita periksa fakta-faktanya setelah berjalan belasan tahun, dari 508 kabupaten/kota di Indonesia, ternyata otonomi kabupaten/kota hanya melahirkan sekitar 20 (dua puluh) bupati dan wali kota yang dianggap berprestasi. Lalu, coba bandingkan dengan jumlah bupati/wali kota yang dipenjara KPK dan kejaksaan RI karena kasus korupsi.

Lalu, berdasar data-data, baik BPS maupun Bappenas, ketimpangan dan kesenjangan antardaerah semakin tajam, terutama misalnya ketimpangan antarwilayah pemerintahan kota dan kabupaten sangat jauh. Apalagi, kalau kita telisik data Gini Ratio dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kita bisa temukan angka-angka yang makin meresahkan.

Kedua, sejak akhir tahun 2015, dan efektif berlaku mulai tahun 2017 ini, kita memasuki era pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang berarti secara ekonomi, peluang dan kesempatan, demikian juga kompetisi dan persaingan makin terbuka dan lebar. Itu akan dialami dan dihadapi baik dalam bentuknya sebagai entitas ekonomi, seperti kabupaten, kota dan provinsi, maupun secara individual, seperti badan usaha dan perorangan.

Dari sisi pemerintah provinsi di Indonesia, sebagian besar gubernur, untuk tidak mengatakan semuanya, memiliki VISI dan target kerja yang sudah kedaluwarsa dan tidak relevan lagi dengan zaman. Karena mudah ditebak, hampir semua pemerintah provinsi dan gubernur menetapkan visi dan target yang intinya menjadi provinsi sejajar dengan provinsi lain, atau yang lebih optimis menjadi provinsi terkemuka/terdepan di Indonesia.

Visi dan target seperti itu sudah kurang tepat, karena pada era pasar tunggal MEA, kita akan berhadapan dan bersaing langsung dengan provinsi atau daerah di Vietnam, Thailand, Burma, Malaysia, Brunei, Timor Leste, dan Singapura. Kita, minimal, harus sejajar dengan provinsi-provinsi dari negara-negara ASEAN tersebut dalam produktivitas dan kreativitas untuk menghasilkan produk, baik barang maupun jasa, kalau kita tidak ingin hanya menjadi konsumen belaka di era ini.

Ketiga, saat ini kita semua sedang menjalani sebuah masa yang disebut era teknologi informasi, di mana terutama aktivitas ekonomi, sosial dan politik telah banyak dipengaruhi perkembangan teknologi tersebut, bahkan sejumlah ahli sosial mengindikasikan bahwa di masa depan, semua akan bekerja dengan apa yang biasa juga disebut internet base activity, yaitu kehidupan yang aktivitasnya berbasis internet.

Karena itu, perubahan mendasar dalam sistem otonomi daerah pada pemerintahan sudah mendesak dilakukan, supaya tidak memunculkan anomali dan paradoks yang berdampak negatif dalam perkembangan bangsa dan masyarakat kita. Akhirnya, roh dan spirit otonomi sesungguhnya adalah pada kreativitas dan kemandirian. Itulah ukuran dasar untuk menilai pelaksanaan otonomi. Sayangnya, saat ini tampaknya itu masih jauh dari harapan. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Lionel Messi Cetak Quattrick Kelima Sepanjang Karier, Lihat Gol-golnya di Sini

FAJAR ONLINE.COM - Setelah menunggu empat musim, kemarin akhirnya Lionel Messi mencetak quattrick kelima dalam lintasan kariernya saat berhadapan...
 

Sempat Kena Razia, Tambang Uruk Milik Anggota DPRD Maros Dinyatakan Legal

FAJAR ONLINE.COM,MAROS - Sempat kena razia, tambang uruk milik Sanusi Dg Naba, ayah anggota DPRD Maros, Salman, dinyatakan legal. Perusahaan telah...
 

Rakornis di Makassar, PPP Konkretkan Dukungan ke NH-Aziz

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin serius mengusung pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Nurdin...
 

Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Enrekang Gelar Tablik Akbar di Lapangan Belajen

FAJAR ONLINE.COM,ENREKANG - Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) dan Pemkab Enrekang menggelar tablik akbar dan zikir bersama di lapangan sepak bola...
 

Waspada Peredaran Obat Daftar G, Polres Enrekang Periksa Enam Apotek

FAJAR ONLINE.COM, ENREKANG -- Pihak kepolisian resor (Polres) Enrekang juga mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Enrekang. Salah...
 

Kalah, Presiden Madrid Datangi Ruang Ganti, Ini yang Terjadi

MADRID, FAJAR—Real Madrid secara mengejutkan kalah di Santiago Bernabeu, Kamis, 21 September, dinihari tadi. Los Blancos kalah 0-1 lewat gol...
 

Jadwal Liga Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis Akhir Pekan Ini

LONDON, FAJAR—Ini jadwal pertandingan liga-liga elite Eropa Jumat-Senin, 23-25 September mendatang sebagaimana dikutip dari Live...
 

Bawa 18 Pemain ke Makassar, Persegres Tak Diperkuat Sasa Zecevic

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Bertandang ke kandang PSM Makassar, Persegres membawa 18 pemain. Tim berjuluk Kebo Giras itu minus Sasa Zecevic dan...
 

Kakak RMS dan Putra Roem Diisukan Berpaket di Pilkada Sinjai

FAJAR ONLINE.COM,SINJAI - Beberapa bakal calon telah memberikan isyarat untuk berpaket sebagai cabup dan cawabup di Pilkada Sinjai. Di antara bakal...
 

Wow, Gaji Anggota DPRD Sulsel Naik Jadi Rp72,4 Juta Per Bulan Plus Uang Reses Rp121 Juta

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Tunjangan baru anggota dewan belum ditunaikan sejauh ini. Padahal, Ranperda Hak Keuangan dan Administratif...
 

Selingkuh dengan Karyawan, Bos Bakmi Tewas Dibunuh usai Bercinta

FAJAR ONLINE.COM, TANGERANG - Hubungan terlarang itu berujung petaka. Bos bakmi di Tangerang, Vera Yusita Sumarna (45) yang menjalin asmara dengan...
 

Amanah Berjanji Atasi Naga-Naga di Wajo

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Banyaknya permasalahan dari berbagai aspek dalam birokrasi pemerintahan baik daerah dan pusat siap diselesaikan Amran Mahmud....
 

Ikut Bedah Buku, Perempuan Muda Ini Tantang Amran Mahmud

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Mantan Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud (Amanah) ditantang untuk mewujudkan pemerintahan bersih. Salah seorang peserta...
 

Pemilik Lahan MRR Tak Muncul, Balai Jalan Tempuh Konsinyasi

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Pemilik lahan middle ring road (MRR) yang terkumpul masih minim. Jika tak terkumpul hingga akhir bulan ini, Balai Besar...
 

Kiai Rafii Bicara, Peserta Bedah Buku Berteriak Ewako Amanah

FAJAR ONLINE.COM, WAJO - Ratusan peserta lauching dan bedah buku "Birokrasi Pemerintahan Bersih" dari mantan Wabup Wajo Amran Mahmud (Amanah) teriak...
 

Ngotot Indonesia Masuk Dewan Keamanan PBB, Begini Manfaatnya Menurut Wapres JK

FAJAR ONLINE.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat,...
 

Kenal di Facebook, Dirayu, Lalu...

FAJAR ONLINE.COM, JOMBANG - Hati-hati bermain Facebook. Kalau baru kenal, jangan langsung percaya. MN, 16, remaja putri warga Desa Kalikejambon,...
 

Kagumi Budaya Toraja, Menkes Minta Pelayanan Ditingkatkan

FAJAR ONLINE.COM,TANA TORAJA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F Moeloek kagum terhadap kepariwisataan di Toraja. Sebagai...
 

PAN Sulsel Ngotot ke IYL-Cakka, DPP: Nanti Kita Lihat Siapa yang Membangkang

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - DPP Partai Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengalihkan dukungannya kepada bakal calon gubernur Sulsel Nurdin Abdullah....
 

Aneka Lomba Digelar Menyambut Tahun Baru 1439 Hijriah di Sinjai, Ini Daftar Pemenangnya

FAJAR ONLINE.COM, SINJAI - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Sinjai menggelar beberapa lomba. Itu dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru Islam...
 

Ditegur karena Melanggar, Ibu-ibu Ini Malah Maki Polwan

FAJAR ONLINE.COM, SEMARANG - Seorang ibu-ibu di Semarang langsung terkenal wajahnya. Itu setelah rekamannya memaki seorang polwan, menjadi viral di...
 

2000 Peserta Ramaikan Pawai Ta’ruf di Pinrang

FAJAR ONLINE.COM,PINRANG - Tahun baru Islam 1 Muharam 1439 H diisi beberapa kegiatan Islami di Pinrang, Kamis (21/9/2017). Salah satunya, pawai...
 

Komunitas Runners Makassar Latihan Bersama Sambil Silaturrahmi

fajaronline.com, Makassar--Memanfaatkan hari libur nasional, komunitas runners Makassar menggelar latihan bersama, Kamis 21 September pagi. Ratusan...
 

Ketua Umum DPP IMMIM Ikut Bedah Buku Amran Mahmud

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Ketua DPP IMMIM dan MDI Sulsel, Ahmad M Sewang menilai indikator aplikasi nilai budaya Islam lokal dalam buku "Birokrasi...
 

Mukmin Faisyal Tak Respons Sentuhan, Lima Anaknya Sempat Panik

FAJAR ONLINE.COM - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie Samarinda dr Rachim Dinata Marsidi membenarkan, kondisi Wagub Kaltim Mukmin...

Load More