Fajar

  Breaking News

19 Tahun Era Reformasi

FADLI ANDI NATSIF Penulis Buku Prahara Trisakti dan Semanggi serta Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar
Opini - 17 Mei 2017, 10:10:01

Mei tahun ini, genap 19 tahun Indonesia menikmati era reformasi. Terhitung sejak 21 Mei, sembilan belas tahun lalu rezim orde baru (orba) di bawah kepemimpinan Soeharto tumbang, karena dipaksa mundur gelombang demonstrasi yang dimotori mahasiswa. Tulisan ini bermaksud melakukan refleksi yang dapat menjadi bahan pelajaran bagi pemerintahan di era reformasi.

Pada umumnya dipahami sistem pemerintahan yang demokratis harus menjadikan rakyat sebagai tolok ukur dalam menjalankan roda pemerintahan. Dikatakan demokratis kalau rakyat yang selalu menjadi perhatian. Sebaliknya jika pemerintahan tidak memerhatikan kepentingan rakyat dikatakan tidak demokratis. Malah selain disebut tidak demokratis juga digelar otoriter.

Penjabaran sistem pemerintahan yang demokratis harus ditindaklanjuti melalui instrumen hukum sebagai standar kontrol bagi pemerintahan di sebuah negara. Sistem demokrasi apapun yang digunakan harus ada aturan formal yang dapat dijadikan pedoman penyelenggaraan sebuah pemerintahan. Tentu hukum itu harus sesuai dengan substansi demokrasi yang ideal. Tidak hanya mencerminkan demokrasi prosedural.

Demokrasi seperti ini hanya cenderung diterapkan pada negara yang pemerintahannya berorientasi pada kekuasaan semata. Hukum hanya dijadikan sebagai alat legitimasi untuk melanggengkan kekuasaan. Hakikat kekuasaan yang sebenarnya untuk dijadikan sarana mewujudkan kemaslahatan masyarakat dinafikan demi untuk kepentingan pribadi dan kroni-kroninya.

Kondisi pemerintahan yang hanya mementingkan kekuasaan, tampak pada negara Indonesia selama rezim Soeharto yang berkuasa kurang lebih 32 tahun. Meskipun tidak dapat dipungkiri pembangunan (secara fisik) sangat berkembang. Akan tetapi aspek pemerataan terhadap hasil pembangunan hanya dinikmati sekelompok orang yang dekat dengan kekuasaan. Hal ini ditandai lahirnya kelompok kecil konglomerat yang menguasai hampir sebagian besar usaha-usaha ekonomi.
Akibatnya, tidak ada keseimbangan malah kesenjangan antara kalangan orang kaya dengan miskin. Dampak lebih besar terjadinya multi-krisis, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Soeharto semakin jauh dari harapan. Akhirnya segala kebijakan hukum produk pemerintahan orba tidak mendapat respons masyarakat, karena hanya menguntungkan penguasa. Kebijakan hukum yang dibuat menumbuhkembangkan pola korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Juga, pengelolaan pemerintahan cenderung tidak sesuai substansi demokrasi, tetapi hanya menjadi “seolah-olah” demokratis dengan dibuat pranata demokrasi secara pro-forma. Akses masyarakat untuk ambil bagian dalam pemerintahan ditutup demi stabilitas pembangunan ekonomi. Pada akhirnya banyak terjadi pelanggaran HAM. Masyarakat yang kritis dianggap “musuh” sehingga harus disingkirkan dengan menggunakan hukum yang represif.

Dapat dikatakan hukum dalam era pemerintahan orba hanya dijadikan instrumen yang berorientasi semata untuk kepentingan penguasa. Mengutip pendapat Max Weber, bentuk hukum seperti ini hanya berdasarkan rasionalitas formal (formal rationality). Kecenderungan bentuk hukum seperti ini sebagai formality the “rematerialization” of the law. Bentuk rasionalitas formal hukum dianggap sebagai ancaman nilai-nilai sosial yang penting dalam masyarakat. Oleh karena bentuk hukum hanya menyandarkan diri pada sejumlah ahli hukum, sehingga peran negara yang dominan mendapat jastifikasi para ahli hukum demi kepentingan penguasa bukan masyarakat.

***

Telah umum diketahui dalam era reformasi, Indonesia mengalami banyak perubahan terutama di bidang hukum termasuk pemerintahan. Kalau zaman orba cenderung hukum dijadikan sebagai sarana mempertahankan status quo. Hukum dijadikan sebagai legitimasi pemerintah mempertahankan kekuasaan. Hal ini dapat dilihat dengan langgengnya kekuasaan Soeharto ketika itu, dengan dasar dimungkinkan oleh konstitusi UUD 1945 (sebelum amandemen).

Ciri hukum Indonesia era orba sama seperti yang disebut Nonet dan Selznick dalam bukunya “Hukum Responsif Pilihan di Masa Transisi (1978)” sebagai hukum yang represif, karena instrumen hukum pada masa itu lebih diorientasikan untuk mengabdi pada kepentingan penguasa dan kroni-kroninya. Ini ditandai instrumen hukum di bidang pembangunan ekonomi hanya dinikmati kelompok konglomerat yang dekat keluarga cendana (Presiden Soeharto).

Kondisi ini sangat menumbuhkembangkan perilaku KKN. Untuk mempertahankan rezim ini, maka pendekatan stabilitas (security approuch) menjadi prasyarat yang niscaya dilakukan. Setiap warga yang melakukan kritik selalu diadang ketentuan hukum tentang subversif. Dampaknya sistem demokrasi yang dikembangkan sangat otoriter dan membungkam HAM.

Sebagaimana hukum sejarah kekuasaan suatu saat akan berbalik dan digulingkan sebuah perubahan dalam masyarakat. Hal itu pula yang terjadi di Indonesia tahun 1998. Akhirnya gejolak masyarakat tidak dapat dibendung karena terjadi krisis terhadap tatanan hukum yang represif. Masyarakat yang dimotori mahasiswa di seluruh Indonesia melakukan demonstrasi menuntut perubahan ke arah yang lebih baik.

Perubahan pemerintahan yang bersih dari perilaku KKN dan tatanan hukum yang demokratis, yaitu hukum yang merespons kepentingan masyarakat atau yang melindungi dan menghargai HAM. ***

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Mahfud MD Heran Fahri Hamzah Gampang Baper

FAJAR ONLINE.COM, JAKARTA - Dua tokoh nasional, Mahfud MD dan Fahri Hamzah saling debat di Twitter. Perdebatan perihal penyadapan dan operasi tangkap...
 

Kontingen Jamnas PSC 119 Dilepas Bupati Luwu Timur, Istri Husler Ikut ke Toraja

FAJAR ONLINE.COM, LUWU TIMUR - Sebanyak 80 orang yang tergabung dalam kontingen tim Publik Service Center (PSC) 119 Kabupaten Luwu Timur resmi...
 

Gowes ke Sumpang Bita Pangkep, Kapolda Serahkan Beras 6 Ton

FAJAR ONLINE.COM, PANGKEP - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono bersama Wakapolda Brigjen Pol Mas Guntur Laupe mengajak para pejabat utama Polda...
 

Lionel Messi Cetak Quattrick Kelima Sepanjang Karier, Lihat Gol-golnya di Sini

FAJAR ONLINE.COM - Setelah menunggu empat musim, kemarin akhirnya Lionel Messi mencetak quattrick kelima dalam lintasan kariernya saat berhadapan...
 

Sempat Kena Razia, Tambang Uruk Milik Anggota DPRD Maros Dinyatakan Legal

FAJAR ONLINE.COM,MAROS - Sempat kena razia, tambang uruk milik Sanusi Dg Naba, ayah anggota DPRD Maros, Salman, dinyatakan legal. Perusahaan telah...
 

Rakornis di Makassar, PPP Konkretkan Dukungan ke NH-Aziz

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin serius mengusung pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Nurdin...
 

Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Enrekang Gelar Tablik Akbar di Lapangan Belajen

FAJAR ONLINE.COM,ENREKANG - Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) dan Pemkab Enrekang menggelar tablik akbar dan zikir bersama di lapangan sepak bola...
 

Waspada Peredaran Obat Daftar G, Polres Enrekang Periksa Enam Apotek

FAJAR ONLINE.COM, ENREKANG -- Pihak kepolisian resor (Polres) Enrekang juga mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Enrekang. Salah...
 

Kalah, Presiden Madrid Datangi Ruang Ganti, Ini yang Terjadi

MADRID, FAJAR—Real Madrid secara mengejutkan kalah di Santiago Bernabeu, Kamis, 21 September, dinihari tadi. Los Blancos kalah 0-1 lewat gol...
 

Jadwal Liga Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis Akhir Pekan Ini

LONDON, FAJAR—Ini jadwal pertandingan liga-liga elite Eropa Jumat-Senin, 23-25 September mendatang sebagaimana dikutip dari Live...
 

Bawa 18 Pemain ke Makassar, Persegres Tak Diperkuat Sasa Zecevic

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Bertandang ke kandang PSM Makassar, Persegres membawa 18 pemain. Tim berjuluk Kebo Giras itu minus Sasa Zecevic dan...
 

Kakak RMS dan Putra Roem Diisukan Berpaket di Pilkada Sinjai

FAJAR ONLINE.COM,SINJAI - Beberapa bakal calon telah memberikan isyarat untuk berpaket sebagai cabup dan cawabup di Pilkada Sinjai. Di antara bakal...
 

Wow, Gaji Anggota DPRD Sulsel Naik Jadi Rp72,4 Juta Per Bulan Plus Uang Reses Rp121 Juta

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Tunjangan baru anggota dewan belum ditunaikan sejauh ini. Padahal, Ranperda Hak Keuangan dan Administratif...
 

Selingkuh dengan Karyawan, Bos Bakmi Tewas Dibunuh usai Bercinta

FAJAR ONLINE.COM, TANGERANG - Hubungan terlarang itu berujung petaka. Bos bakmi di Tangerang, Vera Yusita Sumarna (45) yang menjalin asmara dengan...
 

Amanah Berjanji Atasi Naga-Naga di Wajo

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Banyaknya permasalahan dari berbagai aspek dalam birokrasi pemerintahan baik daerah dan pusat siap diselesaikan Amran Mahmud....
 

Ikut Bedah Buku, Perempuan Muda Ini Tantang Amran Mahmud

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Mantan Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud (Amanah) ditantang untuk mewujudkan pemerintahan bersih. Salah seorang peserta...
 

Pemilik Lahan MRR Tak Muncul, Balai Jalan Tempuh Konsinyasi

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Pemilik lahan middle ring road (MRR) yang terkumpul masih minim. Jika tak terkumpul hingga akhir bulan ini, Balai Besar...
 

Kiai Rafii Bicara, Peserta Bedah Buku Berteriak Ewako Amanah

FAJAR ONLINE.COM, WAJO - Ratusan peserta lauching dan bedah buku "Birokrasi Pemerintahan Bersih" dari mantan Wabup Wajo Amran Mahmud (Amanah) teriak...
 

Ngotot Indonesia Masuk Dewan Keamanan PBB, Begini Manfaatnya Menurut Wapres JK

FAJAR ONLINE.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat,...
 

Kenal di Facebook, Dirayu, Lalu...

FAJAR ONLINE.COM, JOMBANG - Hati-hati bermain Facebook. Kalau baru kenal, jangan langsung percaya. MN, 16, remaja putri warga Desa Kalikejambon,...
 

Kagumi Budaya Toraja, Menkes Minta Pelayanan Ditingkatkan

FAJAR ONLINE.COM,TANA TORAJA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F Moeloek kagum terhadap kepariwisataan di Toraja. Sebagai...
 

PAN Sulsel Ngotot ke IYL-Cakka, DPP: Nanti Kita Lihat Siapa yang Membangkang

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - DPP Partai Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengalihkan dukungannya kepada bakal calon gubernur Sulsel Nurdin Abdullah....
 

Aneka Lomba Digelar Menyambut Tahun Baru 1439 Hijriah di Sinjai, Ini Daftar Pemenangnya

FAJAR ONLINE.COM, SINJAI - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Sinjai menggelar beberapa lomba. Itu dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru Islam...
 

Ditegur karena Melanggar, Ibu-ibu Ini Malah Maki Polwan

FAJAR ONLINE.COM, SEMARANG - Seorang ibu-ibu di Semarang langsung terkenal wajahnya. Itu setelah rekamannya memaki seorang polwan, menjadi viral di...
 

2000 Peserta Ramaikan Pawai Ta’ruf di Pinrang

FAJAR ONLINE.COM,PINRANG - Tahun baru Islam 1 Muharam 1439 H diisi beberapa kegiatan Islami di Pinrang, Kamis (21/9/2017). Salah satunya, pawai...

Load More