Fajar


 Breaking News

Andi Majdah Muhyiddin Zain, Pembangun Semangat Figur Al Gazali

Dr. Andi Majdah Muhyiddin, Zain, M.P bersama suami Agus Arifin Nu'mang.

USIANYA melewati setengah abad. Namun Dr. Majdah Muhyiddin Zain, M.P. tetap tampil sehat, ceria, dan cantik. Soal kegesitan, ibu lima anak ini tak kalah dengan perempuan berusia keemasan yang produktif berkarya.

"Satu gedung besar dinamakan Al Gazali yang  tahun ini (2015) sudah digunakan untuk acara wisuda dan penerimaan mahasiswa baru. Ini belum pernah dilakukan semenjak UIM berdiri".

Padahal kesibukannya cukup banyak. Mulai dari mengajar sebagai dosen, memimpin pengelolaan kampus sebagai rektor, terlibat dalam pelbagai kegiatan sebagai ketua atau pengurus beberapa organisasi, hingga mengurus suami dan anak-anak sebagai ibu rumah tangga.

Meskipun kesibukannya berjubel, Majdah tetap tampil tenang, santai, dan murah senyum. Tidak ada kesan tampil terburu-buru, apalagi stres dalam kamus hidupnya. Membagi waktu untuk pekerjaan, keluarga, dan kegiatan lainnya di pelbagai organisasi tidaklah mudah. Namun, lulusan

Doktor Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini mengaku memanfaatkan teknologi sebagai alat komunikasi efektif dengan suami dan anak-anaknya.

Majdah mengaku dapat secara mudah berkomunikasi dengan suami dan anak-anaknya, bahkan tidak jarang mereka sekeluarga akhirnya sepakat makan siang bersama di sebuah rumah makan atau di sebuah restoran pada hari kerja.

Menjaga kesehatan, itu yang giat dilakukannya. Maka tak jarang ia disebut maniak senam. Bayangkan, Ketua Yayasan Jantung Sehat Indonesia Cabang Utama Sulawesi Selatan sudah mengelilingi kabupaten/kota di Sulsel hanya untuk senam.

Baginya senam sebuah gaya hidup, hobi, dan aktivitas wajib. Karena untuk menyeimbangkan pola makan sehat kecukupan olah gerak harus diimbangi. Makanya dalam sepekan, senam bisa tiga kali. Sekali senam,  minimal satu jam. Hal ini sudah rutin dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Kadang-kadang senam ia lakukan di rumahnya bersama rekan-rekannya. Sekali-sekali keliling senam di klub-klub jantung sehat yang ada di Kota Makassar seperti di Stadion Mattoanging dan di halaman Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf. Senam dilakukannya selalu mulai pukul 06.00 hingga 07.00 Wita.

Selain senam dan jogging, olahraga yang juga rutin dilakukannya adalah bersepeda pada setiap hari Jumat dan Sabtu serta hari-hari libur lainnya. Anggota Smansa Cycling Community Bisa mengayuh sepeda hingga 20 sampai 40 kilometer sehari. Paling dekat 15 kilometer.

Terkait kariernya, semenjak terpilih sebagai Rektor UIM pada 2007 (periode pertama), sebenarnya banyak yang meragukan kemampuan nya, terutama karena dirinya perempuan dan masih tergolong muda (44 tahun). Ada yang bahkan mengatakan dirinya terpilih karena suaminya (Agus Arifin Nu’mang) ketika itu kebetulan menjabat Ketua DPRD Sulawesi Selatan.

Namun, keraguan itu perlahan-perlahan sirna, seiring dengan pelbagai kemajuan dan perkembangan yang dialami UIM. Pembangunan yang dahulunya hanya tiga gedung, sekarang sudah 14 gedung. Jumlah mahasiswa dari 300, sekarang jadi 2.000. Yang paling fenomenal akreditasi perguruan tinggi yang baru sekali diajukan sudah mendapat akreditasi B.

Dengan darah kepemimpinan yang mengalir dalam dirinya (ayahnya, almarhum Muhyiddin Zain, adalah mantan Rektor IAIN Alauddin Makassar periode 1968–1973, sekaligus salah seorang pendiri Universitas Islam Makassar), Majdah akhirnya mampu membuktikan bahwa dirinya memang pantas memimpin UIM.

Mengenai keraguan banyak orang tersebut, ia enggan menanggapinya, karena ia yakin semua akan terjawab dengan sendirinya kalau UIM maju dan berkembang.

Tentang masalah atau tantangan yang dihadapi saat pertama kali terpilih menjadi Rektor UIM, Majdah mengatakan, cukup banyak masalah yang dihadapinya, mulai dari masalah konflik internal, masalah minimnya sarana dan prasarana, hingga masalah-masalah akademik.

Waktu itu, belum ada satu pun program studi yang terakreditasi. Sekarang, UIM membina delapan fakultas dan 25 prodi. Hampir semua sudah terakreditasi, bahkan dua prodi di antaranya terakreditasi B.

Di bawah kepemimpinannya, UIM juga sudah membuka Program Pascasarjana dengan dua program studi, yakni prodi Pertanian (konsentrasi Agribisnis, dan konsentrasi Agroteknologi), dan prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Dan tahun ini ia menargetkan ada prodi S3.

Baca Juga: Konsulat Australia Undang Majdah Studi Singkat Kepemimpinan Perempuan

UIM juga tercatat sebagai perguruan tinggi pertama di Sulsel, setelah UNM (Universitas Negeri Makassar), yang membuka program studi sarjana (S1) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).

Berkat pelbagai terobosan dan perkembangan yang dicapai UIM dalam beberapa tahun terakhir, peminat yang ingin berkuliah di UIM pun meningkat drastis.

Dalam membangun sarana dan prasarana kampus, UIM secara kebetulan memperoleh bantuan dana PHP (Program Hibah Peningkatan) PTS dari Dirjen Dikti, selama lima tahun berturut-turut. Bantuan PHP biasanya diberikan hanya dua sampai tiga tahun berturut-turut, tetapi UIM sudah lima tahun berturut-turut mendapat bantuan PHP.

“Bantuan PHP itulah yang kami gunakan untuk membangun sarana dan prasarana, serta fasilitas di kampus UIM. Satu gedung besar dinamakan Al Gazali yang tahun ini (2015) sudah digunakan untuk acara wisuda dan penerimaan mahasiswa baru. Ini belum pernah dilakukan semenjak UIM berdiri,” kata Majdah.

Menyinggung pendekatan yang dilakukan kepada mahasiswa, Majdah mengatakan, sebagai rektor, dirinya memberikan pelbagai keleluasaan, serta menantang mahasiswa membuat program kegiatan positif dan  memiliki “nilai jual.”

Majdah pernah tantang mahasiswa. Kalau kalian punya program kegiatan yang punya nilai jual, silakan bawa rektorat. Kalau kegiatan tersebut bagus dan ternyata butuh biaya besar, pimpinan akan carikan dananya. “Jika punya kegiatan yang bernilai positif untuk memajukan universitas, silahkan. Kami akan dukung,” ujarnya.

Beberapa karya fenomenal seperti robotik, lampu lalu lintas yang di setel telepon, dan masih banyak karya brilian lainnya telah dibiayai UIM. (aci)


DATA DIRI
Nama Lengkap: Dr. Andi Majdah Muhyiddin, Zain, M.P

Kelahiran: Yogyakarta, 25 November 1963

Suami : Agus Arifin Nu’mang (Wakil Gubernur Sulsel)

Anak : Lima

Riwayat Pendidikan :
• S-1 Sosek Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas)
• S-2 Agribisnis Universitas Hasanuddin (Unhas)
• S-3 Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas)

Riwayat Pekerjaan :
Rektor UIM 2007-sekarang

Organisasi :
• Ketua Yayasan Jantung Sehat Indonesia Cabang Utama Sulawesi Selatan
• Ketua BKOW Provinsi Sulsel
• Wakil Ketua I TP PKK Sulsel
• Wakil Ketua Muslimat NU Sulsel
• Ketua Forum Alumni ESQ Sulsel,
• Ketua Forum Kajian Cinta Alquran Sulsel.

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

🎬Populer Hari ini