Fajar

  Breaking News

Buku Senjata Melawan Kebodohan

Bachtiar Adnan Kusuma Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat
Opini - 17 Mei 2017, 10:02:56

Menyambut Hari Buku, 17 Mei 2017, sebagai aktivis dan penggerak minat baca dan menulis nasional, kami bersyukur karena di tengah memperingati Hari Buku, Hari Pendidikan, dan Hari Kebangkitan Nasional, bertepatan pula disahkannya Undang-undang Sistem Perbukuan Nasional, akhir April 2017 di DPR yang sebelumnya deklarasi berdirinya Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (PENPRO) di penghujung akhir 2016 lalu di Jakarta.

Jujur kami mengakui, Indonesia tak bisa dipungkiri sebagai bangsa yang belum gemar membaca, dan masih saja berada di nomor urut sepatu jika dibandingkan minat baca negara-negara lainnya.

Sebagai bangsa yang jumlah penduduknya terbesar keempat dunia, kita masih berada di urutan 69 dari 76 negara yang memiliki kemampuan membaca siswanya masih rendah.

Benarlah apa yang dikemukakan seniman Austria, Franz Kafka bahwa buku harus menjadi kampak untuk menghancurkan lautan beku dalam diri manusia.

Adapun lautan beku yang dimaksud adalah kebodohan. Kebodohan manusia hanya mampu dihancurkan dengan membaca buku. Bukankah hanya dengan membaca buku bisa menghancurkan kebodohan manusia?

Lalu, mengapa minat baca rendah? Minat baca rendah karena adanya efek domino. Misalnya saja, anak-anak akan lebih gemar menonton daripada membaca buku. Sahabat mereka bukan lagi buku, tetapi televisi.

Padahal kata pepatah, buku adalah gudangnya ilmu pengetahuan. Dan, perpustakaan gudangnya buku. Perpustakaan adalah “maha gudangnya” ilmu. Kendatipun, kita seksamai bersama bahwa kondisi perpustakaan sekarang betul-betul menjadi gudang ilmu.

15 Menit Membaca Tiap Hari
Berkiblat pernyataan Dauzan Farouk bahwa senjata melawan kebodohan adalah buku. Selain buku jendela dunia karena hanya dengan buku, maka berbagai ilmu pengetahuan ada di dalamnya. Buku adalah jantungnya pendidikan. UNESCO menetapkan satu orang minimal membaca tujuh judul buku baru per tahun.

Kita semua acapkali menyaksikan para penggerak minat baca dan aktivis literasi berorasi dan berkampanye untuk membaca, tetapi dirinya sendiri tak membaca buku. Ironis, kan? Bagaimana mungkin mereka bisa menyuruh orang lain membaca buku, sementara dirinya tak membaca? Misalnya Gerakan Literasi Sekolah yang digagas Menteri Pendidikan digulirkan di sekolah-sekolah agar membaca buku minimal 15 menit setiap hari.

Lucunya, hanya siswa-siswi yang diajak membaca buku 15 menit setiap hari, sementara guru-guru dan kepala sekolah tak ada satupun jargon dan ajakan mewajibkan mereka membaca buku karena figurnya sebagai tokoh di sebuah satuan pendidikan. Benarkah, para guru dan kepala sekolah telah membaca buku?

Pada sisi lain, tenaga pustakawan dan pengelola TBM dan komunitas baca di mana-mana asyik dan sibuk berkampanye agar masyarakat rajin membaca buku, sementara diri mereka lupakan.

Padahal sebaiknya ajakan dan seruan membaca buku pertama-tama harus dilakukan terlebih dahulu oleh para pelaku dan pimpinan sebuah organisasi yang mengajak masyarakat membaca buku.

Inilah yang disebut pseudo literasi. Sebuah gerakan mengajak orang lain membaca, tetapi dirinya sendiri tak melakukannya. Bukankah kunci membangun budaya membaca adalah keteladanan?

Mengapa tradisi literasi kita masih saja rendah? Dalam buku “The Accelerated Learning Handbook” menyebutkan, sesungguhnya buku adalah alat utama mengobati penyakit yang muncul dalam proses pembelajaran di era sekarang ini. Jadi buku tak sekadar sebagai komoditas belaka, tetapi lebih dari itu buku adalah alat yang menambah ilmu pengetahuan.

Morley menegaskan buku sesungguhnya bukanlah kumpulan kertas, tinta, dan lem, melainkan menawarkan sebuah kehidupan baru.
Karena itu, dibutuhkan figur orang tua yang pandai memilih bacaan bagi anak-anaknya.

Mengapa orang tua sulit memilihkan bacaan anaknya? Pertama, orang tua kurang pengalaman tentang sebuah buku-buku baru.
Kedua, kurangnya pengalaman membaca bagi orang tua. Ketiga, kurangnya kesungguhan dalam mengerjakan kedua faktor di atas.

Orang yang doyan membaca buku menaruh perhatian pada berita dan informasi tentang sebuah buku. Caranya, mereka suka membaca resensi buku-buku baru yang setiap pekan diturunkan di berbagai media nasional dan lokal.

Dengan membangun tradisi membaca 15 menit setiap hari di perpustakaan sekolah, dan di setiap rumah bisa menjadi ikon gerakan sosial yang memassal terutama menjadikan membaca buku sebagai life style. Kuncinya dimulai dari rumah tangga, pada tingkat terendah di setiap RT dan RW harus ada ruang-ruang baca masyarakat. Sekali lagi, dibutuhkan figur orang tua dan pemimpin yang gemar membaca buku.

Para bupati dan wali kota menjadi garda terdepan terutama menjadi contoh dan ikon membaca masyarakat di setiap kota dan kabupaten yang dipimpinnya. Intinya, kita butuh figur gubernur, wali kota, dan bupati yang gemar membaca buku.

Akhirnya, penulis dan kita semua menyadari bahwa setiap media memiliki keunikan dan kekuatan masing-masing. Hanya saja, internet dengan buku digitalnya akan berkembang selama beberapa waktu saja. Namun buku masih tetap bertahan. (*)

Author : rika

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 


Tags





Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Mahfud MD Heran Fahri Hamzah Gampang Baper

FAJAR ONLINE.COM, JAKARTA - Dua tokoh nasional, Mahfud MD dan Fahri Hamzah saling debat di Twitter. Perdebatan perihal penyadapan dan operasi tangkap...
 

Kontingen Jamnas PSC 119 Dilepas Bupati Luwu Timur, Istri Husler Ikut ke Toraja

FAJAR ONLINE.COM, LUWU TIMUR - Sebanyak 80 orang yang tergabung dalam kontingen tim Publik Service Center (PSC) 119 Kabupaten Luwu Timur resmi...
 

Gowes ke Sumpang Bita Pangkep, Kapolda Serahkan Beras 6 Ton

FAJAR ONLINE.COM, PANGKEP - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono bersama Wakapolda Brigjen Pol Mas Guntur Laupe mengajak para pejabat utama Polda...
 

Lionel Messi Cetak Quattrick Kelima Sepanjang Karier, Lihat Gol-golnya di Sini

FAJAR ONLINE.COM - Setelah menunggu empat musim, kemarin akhirnya Lionel Messi mencetak quattrick kelima dalam lintasan kariernya saat berhadapan...
 

Sempat Kena Razia, Tambang Uruk Milik Anggota DPRD Maros Dinyatakan Legal

FAJAR ONLINE.COM,MAROS - Sempat kena razia, tambang uruk milik Sanusi Dg Naba, ayah anggota DPRD Maros, Salman, dinyatakan legal. Perusahaan telah...
 

Rakornis di Makassar, PPP Konkretkan Dukungan ke NH-Aziz

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin serius mengusung pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Nurdin...
 

Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Enrekang Gelar Tablik Akbar di Lapangan Belajen

FAJAR ONLINE.COM,ENREKANG - Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) dan Pemkab Enrekang menggelar tablik akbar dan zikir bersama di lapangan sepak bola...
 

Waspada Peredaran Obat Daftar G, Polres Enrekang Periksa Enam Apotek

FAJAR ONLINE.COM, ENREKANG -- Pihak kepolisian resor (Polres) Enrekang juga mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Enrekang. Salah...
 

Kalah, Presiden Madrid Datangi Ruang Ganti, Ini yang Terjadi

MADRID, FAJAR—Real Madrid secara mengejutkan kalah di Santiago Bernabeu, Kamis, 21 September, dinihari tadi. Los Blancos kalah 0-1 lewat gol...
 

Jadwal Liga Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis Akhir Pekan Ini

LONDON, FAJAR—Ini jadwal pertandingan liga-liga elite Eropa Jumat-Senin, 23-25 September mendatang sebagaimana dikutip dari Live...
 

Bawa 18 Pemain ke Makassar, Persegres Tak Diperkuat Sasa Zecevic

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Bertandang ke kandang PSM Makassar, Persegres membawa 18 pemain. Tim berjuluk Kebo Giras itu minus Sasa Zecevic dan...
 

Kakak RMS dan Putra Roem Diisukan Berpaket di Pilkada Sinjai

FAJAR ONLINE.COM,SINJAI - Beberapa bakal calon telah memberikan isyarat untuk berpaket sebagai cabup dan cawabup di Pilkada Sinjai. Di antara bakal...
 

Wow, Gaji Anggota DPRD Sulsel Naik Jadi Rp72,4 Juta Per Bulan Plus Uang Reses Rp121 Juta

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Tunjangan baru anggota dewan belum ditunaikan sejauh ini. Padahal, Ranperda Hak Keuangan dan Administratif...
 

Selingkuh dengan Karyawan, Bos Bakmi Tewas Dibunuh usai Bercinta

FAJAR ONLINE.COM, TANGERANG - Hubungan terlarang itu berujung petaka. Bos bakmi di Tangerang, Vera Yusita Sumarna (45) yang menjalin asmara dengan...
 

Amanah Berjanji Atasi Naga-Naga di Wajo

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Banyaknya permasalahan dari berbagai aspek dalam birokrasi pemerintahan baik daerah dan pusat siap diselesaikan Amran Mahmud....
 

Ikut Bedah Buku, Perempuan Muda Ini Tantang Amran Mahmud

FAJAR ONLINE.COM,WAJO - Mantan Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud (Amanah) ditantang untuk mewujudkan pemerintahan bersih. Salah seorang peserta...
 

Pemilik Lahan MRR Tak Muncul, Balai Jalan Tempuh Konsinyasi

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - Pemilik lahan middle ring road (MRR) yang terkumpul masih minim. Jika tak terkumpul hingga akhir bulan ini, Balai Besar...
 

Kiai Rafii Bicara, Peserta Bedah Buku Berteriak Ewako Amanah

FAJAR ONLINE.COM, WAJO - Ratusan peserta lauching dan bedah buku "Birokrasi Pemerintahan Bersih" dari mantan Wabup Wajo Amran Mahmud (Amanah) teriak...
 

Ngotot Indonesia Masuk Dewan Keamanan PBB, Begini Manfaatnya Menurut Wapres JK

FAJAR ONLINE.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat,...
 

Kenal di Facebook, Dirayu, Lalu...

FAJAR ONLINE.COM, JOMBANG - Hati-hati bermain Facebook. Kalau baru kenal, jangan langsung percaya. MN, 16, remaja putri warga Desa Kalikejambon,...
 

Kagumi Budaya Toraja, Menkes Minta Pelayanan Ditingkatkan

FAJAR ONLINE.COM,TANA TORAJA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F Moeloek kagum terhadap kepariwisataan di Toraja. Sebagai...
 

PAN Sulsel Ngotot ke IYL-Cakka, DPP: Nanti Kita Lihat Siapa yang Membangkang

FAJAR ONLINE.COM,MAKASSAR - DPP Partai Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengalihkan dukungannya kepada bakal calon gubernur Sulsel Nurdin Abdullah....
 

Aneka Lomba Digelar Menyambut Tahun Baru 1439 Hijriah di Sinjai, Ini Daftar Pemenangnya

FAJAR ONLINE.COM, SINJAI - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Sinjai menggelar beberapa lomba. Itu dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru Islam...
 

Ditegur karena Melanggar, Ibu-ibu Ini Malah Maki Polwan

FAJAR ONLINE.COM, SEMARANG - Seorang ibu-ibu di Semarang langsung terkenal wajahnya. Itu setelah rekamannya memaki seorang polwan, menjadi viral di...
 

2000 Peserta Ramaikan Pawai Ta’ruf di Pinrang

FAJAR ONLINE.COM,PINRANG - Tahun baru Islam 1 Muharam 1439 H diisi beberapa kegiatan Islami di Pinrang, Kamis (21/9/2017). Salah satunya, pawai...

Load More