Fajar

  Breaking News

Dua Orang Gay Divonis 85 Kali Hukuman Cambuk

Ilustrasi

FAJARONLINE.COM -- Keberadaan orang yang mengalami kelainan orientasi seks yakni lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak hanya sebagai isapan jempol. Bahkan kalau mereka melakukan perbuatan asusila kini sudah bisa dikenakan hukuman pidana.

Seperti yang dijatuhkan oleh Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh terhadap dua homoseksual, yakni MT (23) asal Sumatera Utara (Sumut) dan MH asal Bireuen. Masing-masing dari mereka divonis hukuman cambuk sebanyak 85 kali.

Vonis ini lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan sebelumnya. Ketika itu JPU hanya menuntut kedua gay itu diminta untuk dihukum cambuk 80 kali.

Persidangan vonis terhadap perkara terpidana homoseksual ini berlangsung di Mahkamah Syariat, Kota Banda Aceh, Rabu (17/5). Dalam persidangan majelis hakim yang dipimpin Khairil Jamal dengan anggota Yusri serta Rosmani membacakan berkas perkara vonis secara terpisah.

Pertama pembacaan dilakukan terhadap terpidana berinisial MT (23) asal Sumatera Utara (Sumut), berikutnya MH asal Bireuen, keduanya tanpa didampingi pengacara.

Pantauan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), saat sidang dimulai, majelis hakim pertama membaca identitas terdakwa. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca kronologis pertemuan terdakwa hingga proses penangkapan.

Hakim menyatakan perbuatan kedua terdakwa dilakukan atas dasar sama suka. Hakim menyatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa diantaranya, terdakwa beragama Islam seharusnya menjunjung tinggi hukuman syariah yang berlaku di Aceh dan perbuatan terdakwa sudah berulang kali dilakukan.

Sementara hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan memberikan keterangan secara berterus terang dan terdakwa tidak pernah dihukum.

"Mengadili terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah liwath. Menghukum terdakwa dengan hukuman cambuk di depan umum sebanyak 85 kali cambuk," kata Khairil Jamal.

Terdakwa juga diminta untuk tetap berada di dalam tahanan hingga eksekusi cambuk dilakukan. Terkait putusan tersebut, terdakwa MT meminta agar dirinya dihukum dengan hukuman seringan-ringannya.

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 80 kali cambuk dikurangi masa tahanan. Keduanya dinilai melanggar dituntut melanggar pasal 63 ayat (1) junto pasal 1 angka 28 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayah. (JPG)

 

Author : awal

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bukan Bill Gates, Konon Inilah Orang Terkaya Sepanjang Masa

Ragam | 12 menit lalu
 

Belajar Perumahan Bersubsidi di Moncongloe

Maros | 27 menit lalu
 

21 PTN Berebut Jadi yang Terbaik, UNM Siapkan Total Hadiah Rp215 Juta

All Sportif | 40 menit lalu
 

Pendaftaran Calon Bintara PK AD Membeludak

Sulawesi Barat | 47 menit lalu
 

NH-Aziz Bersyukur Penumpang dan Kapal PPP Sudah Berlabuh

Pilgub Sulsel 2018 | 52 menit lalu
 

Setelah Pengumuman Presiden AS, Konvoi Militer Diserang di Afghanistan

Peristiwa | 1 jam lalu
 

Sampah Berserakan Usai Agustusan, Begini Solusi Camat Enrekang 

Enrekang | 1 jam lalu
 

Husler Tetap Prioritaskan Kesejahteraan Penyuluh KB

Luwu Timur | 1 jam lalu
 

Harga Pemain Sudah Gila-gilaan, Bayern Munchen Andalkan Akademi

Liga Jerman | 2 jam lalu
 

Kembali Subur Bersama Everton, Rooney Layak Kembali ke Timnas Inggris

Sepakbola Internasional | 2 jam lalu
 

Tidak Disiarkan Televisi, Saksikan Laga PSM v Perseru di Sini

PSM Makassar | 2 jam lalu
 

Diminati Barcelona, Pemain Italia Ini Berterima Kasih dan Bilang...

Liga Italia | 2 jam lalu
 

Klopp Ingin Liverpool Tunjukkan Dirinya Masih Tetap Raksasa Eropa

Liga Champion | 2 jam lalu
 

Pemkab Lutim Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

Luwu Timur | 2 jam lalu
 

Geruduk Kantor Daerah, Massa Tak Berhasil Temui Bupati Enrekang

Enrekang | 2 jam lalu
 

Pra Porda Cabor Balap Motor Digelar di Sirkuit RMS Sidrap

All Sportif | 2 jam lalu
 

Dana Desa Rawan Diselewengkan, Kejari Bone Panggil 328 Kades di Bone

Bone | 2 jam lalu
 

PKM Wara Barat Dikunjungi Tim Penilai Lomba Puskesmas

Palopo | 2 jam lalu
 

Tuan Rumah Kejurnas Dansa, Sulsel Turunkan Atlet PON XIX

All Sportif | 2 jam lalu
 

Sambut Perhelatan Pilkada, Gerindra Sulsel Konsultasi ke KPU

Politik | 3 jam lalu
 

Milla Minta Pemain Jangan Remehkan Kamboja

Sepakbola Internasional | 3 jam lalu
 

Kamboja Bukan Lawan Menakutkan, Indonesia Sering Skor Telak

Sepakbola Internasional | 3 jam lalu
 

UPP Bulukumba Ditunjuk Jadi Tempat Pendaftaran Kapal, Juragan Tidak...

Bulukumba | 3 jam lalu
 

Hore.. Subsidi Bertambah, Tarif Listrik Tidak Naik

Ekonomi | 3 jam lalu
 

Minibus Antarkan Buku dan Cerita ke Anak-anak di Desa

Feature | 3 jam lalu

Load More