Fajar


 Breaking News

Hindari Ransomware Wannacry, Begini Antisipasi RSUD Polewali

ILUSTRASI

FAJARONLINE.COM, POLMAN -- Serangan virus ransomware wannacry yang gegerkan dunia termasuk Indonesia, juga membuat panik sejumlah instansi di daerah tak terkecuali Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali. Untuk mengatasi ancaman virus yang terus ramai diberitakan baik di media elektronik maupun cetak, RSUD Polewali langsung memerintahkan petugas IT untuk memutus seluruh sambungan internet yang terkoneksi dengan sistem komputer rumah sakit rujukan tersebut.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Polewali, Andi Hizbullah, mengatakan bahwa serangan virus malware telah menyerang beberapa rumah sakit di Jakarta. Seperti RS Harapan Kita dan RS Dharmais. Akibatnya, seluruh data rumah sakit langsung tidak dapat diakses dan terbaca karena dienkripsi oleh virus tersebut.

"Kemarin setelah kami mengetahui adanya serangan itu, kami langsung minta bagian IT rumah sakit untuk memutus seluruh jaringan internet di komputer agar tidak berdampak," terang Andi Hizbullah, Kamis (18/05/2017).

Ia menjelaskan bahwa beberapa data rumah sakit yang perlu dilindungi seperti data rekam medik pasien. Karena data itu penting untuk memudahkan pencarian file pasien yang begitu banyak tersimpan dan disusun berdasarkan nomor dan nama pasien. Data rekam medik tersebut menurutnya sudah diatur sedemikian mudah dalam sistem komputer, sehingga akan memudahkan pencarian file saat dibutuhkan.

"Pasien yang terdata filenya akan tersimpan. Pada saat akan datang berobat kembali, kami akan mudah mencari rekam medik bila dibutuhkan," bebernya.

RSUD Polewali masih lebih banyak menggunakan sistem manual dalam pelayanannya. Itu disebabkan jaringan internet yang diterima ditempat itu rentan bermasalah. Hasbullah menyebut jaringan sistem online yang berjalan pada rumah sakit baru pada pelayanan loket antrian dan CCTV pada ruang dan halaman tertentu saja.

"Alhamdulillah di Polewali belum ada terkena dampaknya dari virus itu. Jaringan internet yang kami pakai disini juga memang lebih banyak manual dikarenakan jaringan kami sering bermasalah. Beda kalau di Jakart,a rata-rata instansi mengandalkan jaringan internet dalam pelayanan," ujarnya.

Namun ketakutan akan virus itu tidak lantas menghambat pelayanan apalagi hingga harus memutuskan sistem layanan jaringan online. Hizbullah menjelaskan akan terus meningkatkan pelayanan berbasis online di rumah sakit. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi SIMRS GOS dari Kementerian Kesehatan.

"Sebenarnya ada aplikasi SIMRS GOS dari Kementerian Kesehatan, tapi jaringan kita di sini selalu bermasalah sehingga secara otomatis aplikasi itu tidak dapat terlaksana. Sistem itu akan mengoneksikan seluruh bagian pelayanan yang ada di rumah sakit," sebutnya.

Ia telah mengupayakan perbaikan jaringan internet bekerjasama dengan PT Telkom. "Direktur bersama Asisten I sudah pernah bermohon ke Telkom Makassar untuk perbaikan jaringan internet rumah sakit," tutupnya. (edo)

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

🎬Populer Hari ini