Fajar


 Breaking News

Survei Ide-C: Nurdin Abdullah Paling Populer di Medsos



FAJARONLINE.COM, MAKASSAR -- Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, menjadi kandidat terpopuler di media sosial seperti facebook, jelang pemilihan gubernur Sulawesi Selatan tahun 2018. Hal tersebut tampak dalam hasil riset Indonesia Development Engineering Consultant (ide-C), yang dirilis di Makassar, Sulsel, Kamis (18/5/2017).

Direktur ide-C, Rahmat R Arsyad mengatakan, gambaran popularitas tersebut merupakan hasil penelusuran tim riset di Facebook, selama Januari-Mei 2017. Riset melibatkan 30 ribu lebih pengguna Facebook di Sulsel, yang aktif berbincang di grup-grup terbuka pendukung kandidat gubernur.

"Kami menggunakan metodologi uses and gratification new media dan politic, yang menekankan pada interaksi khalayak aktif di media sosial," kata Rahmat pada saat merilis hasil riset.

Hasil riset menunjukkan Nurdin Abdullah dibicarakan oleh 15.440 pengguna Facebook, atau 49,98 persen di antara enam kandidat gubernur Sulsel. Dia diikuti tokoh militer Rivai Ras dengan presentase 23 persen, dan bekas Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo 7,59 persen. Figur lain yang masuk bursa adalah Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid, Ketua NasDem Sulsel Rusdi Masse, dan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang.

Berdasarkan interaksi wacana di Facebook, Nurdin Abdullah juga tercatat paling banyak dibicarakan. Jumlahnya mencapai 30.500 obrolan, atau 50,82 persen dari total. Diikuti Nurdin Halid (15,8%), dan Rivai Ras (13,63%). Nurdin juga disukai mayoritas atau 50,22% sampel, diikuti Rivai Ras (14,53%), dan Nurdin Halid (13,05%).

Rahmat menjelaskan, dari analisis wacana terhadap pembincangan publik atas bakal calon gubernur, terungkap bahwa tak ada satu pun calon yang mempertajam gagasan dan program jika nanti terpilih. Semua kandidat masih bermain pada personal selling dan personal history, atau lebih memperkenalkan diri dibandingkan memperkenalkan gagasan mereka.

Nurdin Abdullah, misalnya, lebih banyak dibicarakan atas keberhasilannya memimpin Bantaeng. Selain itu wacana lain berupa relasionalnya dengan Jepang, latar belakang akademisi, serta akademisi yang berhasil memimpin.

"Seharusnya para kandidat mengisi persuasi politik di Facebook dengan pertarungan wacana dan gagasan," ujar Rahmat.

Selain itu, sorotan lain dalam riset ini adalah wacana pemilihan gubernur belum dibicarakan oleh semua segmen masyarakat. Mereka yang banyak aktif antara lain berasal dari kalangan akademisi, konsultan politik, mahasiswa, pengusaha, dan jurnalis.

"Seharusnya proses demokrasi memuat semua segmen. Misalnya pedagang pasar dan ibu rumah tangga. Supaya bisa menjadi cermiman pendewasaan proses politik," Rahmat menambahkan.

Di Sulsel, ide-C menyebut media sosial sebagai salah satu sarana penting. Disebutkan, hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2014, sebanyak 3,7 juta orang atau 44 persen populasi menggunakan internet. Ada pun 1,9 juta orang di antaranya mempunyai akun facebook. (taq)

Sudah Launching Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Terkait

CLOSE