Fajar

  Breaking News

Terapkan SISKEUDES, BPKP Undang Bupati Gowa Ketemu Presiden

FAJARONLINE.COM, JAKARTA -- Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, tampaknya tak main-main dalam penerapan sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel. Dalam hal pengelolaan keuangan desa misalnya, Adnan sudah menerapkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) di desa-desa se-Kabupaten Gowa.

Atas penerapan SISKEUDES itu juga, Adnan diundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pusat untuk bertemu Presiden RI, Joko Widodo, di istana Presiden, Kamis (18/5).

Undangan itu dalam rangka menerima pengarahan presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017. Dalam undangan menghadiri Rakornis itu, Bupati Gowa juga diminta mengikutsertakan Kepala Inspektorat, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) Kabupaten yakni Kades Bili-bili serta satu kepala desa penyelenggara terbaik SISKEUDES, yakni Kades Julubori.

Diketahui, Bupati Gowa satu-satunya kepala daerah dari Sulsel dan salah satu kepala daerah dari 14 kepala daerah yang diundang dalam Rakornis tersebut. Sebelum ke Istana Negara sendiri, peserta Rakornis ini mengikuti pengarahan dari beberapa menteri Kabinet Kerja, di Kantor Pusat BPKP.

Diantaranya, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur, Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo. Selain para menteri pimpinan KPK, Alexander Marwata, dan Kepala BPKP, Ardan Adiperdana juga turut hadir memberikan materi.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengungkapkan, dana desa di Gowa sendiri memang telah dicairkan di 110 desa dari 121 desa yang ada. "11 desa lainnya sementara pengusulan," katanya.

Keberhasilan Gowa dalam penerapan SISKEUDES, lanjutnya, karena mampu menerapkan 7 langkah operasional penerapan SISKEUDES dari BPKP. Tujuah langka tersebut yakni pembentukan admin kabupaten dan koordinator kecamatan, adanya sinkronisasi antara peraturan bupati dengan regulasi pengelolaan keuangan desa, pelatihan SISKEUDES yang efektif, adanya forum komunikasi via media sosial, adanya klinik SISKEUDES, monitoring berkala dan terjalin baiknya koordinasi dan komunikasi dengan tim perwakilan BPKP di daerah.

MenPAN-RB, Asman Abnur, dalam pengarahannya sendiri, menuturkan Nawacita Jokowi-JK, membuktikan pemerintah konsen dalam pembangunan desa. Apalagi 80 persen wilayah di Indonesia adalah pedesaan. "Jadi sangat wajar kita konsen ke pedesaan," ujarnya.

Komposisi penduduk miskin, lanjutnya, tantangannya juga ada di desa. Sehingga menurutnya, tata kelola pemerintah desa memang mesti menjadi perhatian. "Kita sekarang konsentrasi menerapkan sistem manajemen kinerja. Bukan lagi daya serap jadi tujuan utama. Banyak SKPD menjadikan serapan sebagai tujuan utama, tapi ketika ditanya apa hasilnya, belum tentu bisa jawab," ucapnya. Hal itu, kata dia, membuktikan pentingnya akuntabilitas dana desa.

Dana desa di tahun 2017,l sendiri, mencapai Rp60 triliun. "Pada tahun 2018 mendatang akan menjadi Rp120 triliun," ungkapnya.

Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menambahkan, presiden berharap dana desa tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Ia pun berharap desa fokus pada produk unggulan. "Desa-desa di Indonesia yang fokus pada produk unggulan pasti masyarakatnya sejahtera," katanya.

Kementerian Desa sendiri, menurutnya punya program untuk melakukan itu, yakni Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan). Sementara itu Pimpinan KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan, korupsi kepala desa sudah merata dari Aceh sampai Merauke. "Jika dana desa tahun depan benar Rp120 triliun maka jadi pertanyaannya sudah siapkah kepala desa mengelolanya," ujar Alexander.

Sebenarnya, kata dia, banyak aduan terkait kepala desa yang masuk ke KPK. Tapi selama ini banyak dilimpahkan ke kejaksaan dan kepolisian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Gowa, Asrul, yang ikut mendampingi Bupati Gowa, menuturkan, dana desa yang disalurkan ke Kabupaten Gowa tiap desa mencapai Rp856 juta. Sehingga tiap desa di Gowa rata-rata memiliki dana sekira Rp1,2 miliar yang ditambah dari Dana ADD sebesar Rp700 juta lebih.

Penyempurnaan penerapan SISKEUDES sendiri, kata Asrul, memang terus dilakukan. "Kita sudah menerapkan sejak Desember, atau sebulan setelah sosialisasi BPKP dibulan November," ujarnya. Selain Kepala Inspektorat, Kadis PMD, dan dua kepala desa, ikut mendampingi bupati dalam Rakornis tersebut Kabag Humas Gowa, Abdullah Sirajuddin dan Kabag Protokol, Azhari. (san)

Author : Indra

Download Aplikasi Android dan IOS Fajaronline

 



Tags



Berita Lainnya

🔀Berita Terkini
 

Bukan Bill Gates, Konon Inilah Orang Terkaya Sepanjang Masa

Ragam | 11 menit lalu
 

Belajar Perumahan Bersubsidi di Moncongloe

Maros | 27 menit lalu
 

21 PTN Berebut Jadi yang Terbaik, UNM Siapkan Total Hadiah Rp215 Juta

All Sportif | 40 menit lalu
 

Pendaftaran Calon Bintara PK AD Membeludak

Sulawesi Barat | 47 menit lalu
 

NH-Aziz Bersyukur Penumpang dan Kapal PPP Sudah Berlabuh

Pilgub Sulsel 2018 | 52 menit lalu
 

Setelah Pengumuman Presiden AS, Konvoi Militer Diserang di Afghanistan

Peristiwa | 1 jam lalu
 

Sampah Berserakan Usai Agustusan, Begini Solusi Camat Enrekang 

Enrekang | 1 jam lalu
 

Husler Tetap Prioritaskan Kesejahteraan Penyuluh KB

Luwu Timur | 1 jam lalu
 

Harga Pemain Sudah Gila-gilaan, Bayern Munchen Andalkan Akademi

Liga Jerman | 1 jam lalu
 

Kembali Subur Bersama Everton, Rooney Layak Kembali ke Timnas Inggris

Sepakbola Internasional | 2 jam lalu
 

Tidak Disiarkan Televisi, Saksikan Laga PSM v Perseru di Sini

PSM Makassar | 2 jam lalu
 

Diminati Barcelona, Pemain Italia Ini Berterima Kasih dan Bilang...

Liga Italia | 2 jam lalu
 

Klopp Ingin Liverpool Tunjukkan Dirinya Masih Tetap Raksasa Eropa

Liga Champion | 2 jam lalu
 

Pemkab Lutim Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

Luwu Timur | 2 jam lalu
 

Geruduk Kantor Daerah, Massa Tak Berhasil Temui Bupati Enrekang

Enrekang | 2 jam lalu
 

Pra Porda Cabor Balap Motor Digelar di Sirkuit RMS Sidrap

All Sportif | 2 jam lalu
 

Dana Desa Rawan Diselewengkan, Kejari Bone Panggil 328 Kades di Bone

Bone | 2 jam lalu
 

PKM Wara Barat Dikunjungi Tim Penilai Lomba Puskesmas

Palopo | 2 jam lalu
 

Tuan Rumah Kejurnas Dansa, Sulsel Turunkan Atlet PON XIX

All Sportif | 2 jam lalu
 

Sambut Perhelatan Pilkada, Gerindra Sulsel Konsultasi ke KPU

Politik | 3 jam lalu
 

Milla Minta Pemain Jangan Remehkan Kamboja

Sepakbola Internasional | 3 jam lalu
 

Kamboja Bukan Lawan Menakutkan, Indonesia Sering Skor Telak

Sepakbola Internasional | 3 jam lalu
 

UPP Bulukumba Ditunjuk Jadi Tempat Pendaftaran Kapal, Juragan Tidak...

Bulukumba | 3 jam lalu
 

Hore.. Subsidi Bertambah, Tarif Listrik Tidak Naik

Ekonomi | 3 jam lalu
 

Minibus Antarkan Buku dan Cerita ke Anak-anak di Desa

Feature | 3 jam lalu

Load More